Wednesday, May 1, 2013

Catatan Seruni



Bagi seorang perempuan. Ia akan punya kesadaran, bahwa tidak setiap perempuan akan menikahi orang yang dicintainya. Namun ia memiliki keyakinan dalam hati. bahwa  ia akan mencintai orang yang menikahinya. #seruni

Banyak diantara pemikiranku membuatku mengerti. Saat ini aku tak membutuhkan cowok yang mencintaiku. Yang kubutuhkan adalah seorang pria yang menikahiku. Itu yang ku inginkan. #seruni

Apalah arti saudara tanpa tanya dan menyapa dalam dos dalam setiap lail-nya #seruni

Hanya dia yang menantiku di ujung jalan sebari membawa kitab dan membentuk seuntai senyuman, tak lupa jilbab besar yang menutup tubuhnya # seruni

Bisa jadi mereka yang membicarakanku adalah  yang begitu perhatian . aku berterima kasih atas itu. #seruni

Hidupku lebih indah kok, kegelisahanmu tak beralasan. #seruni

Aku hanya ingin mendengar hatiku, dan itu tak bisa aku lakukan ketika aku tak sendirian #seruni

Bukan ketampanan namun ketaklukan dia pada perintahNya.  #seruni

Dunia tak mengacuhkanmu hanya karena kau berbeda #seruni

Kiranya kita mengiklaskan sesuatu kita akan mendapatkan ganti yang lenih baik #seruni

Kita bukan sahabar, kita saudara seiman, you know?? #seruni

Sahabat itu nggak Cuma ngomong yang manis-manis #seruni

Setiap orang punya pilihan kok, dan aku punya seribu alasan kenapa memilihmu #seruni

Ini soal hati. Ini soal pilihan #seruni

Berhenti, banyak diantara kita jatuh bukan karena tak tau apa-apa , namun terlalu banyak tau apa-apa #seruni

Tak karuan, bisakah kau pergi sebentar, aku sungguh malu, walaupun dengan bayanganmu #seruni

Aku hanya mampu merunduk dan kehilangan kata, aku yakin, kaupun tak membutuhkan kata untuk mengeja rasa ini #seruni

Seandainya ada waktu lagi, aku hanya ingin berkata da memluk ibu lebih erat,, sebari bercerita apapun yang aku alami setiap detik #seruni

Menikmati Kehidupan


Ketika suatu hari menyadari bahwa aku telah berada di sisi lain jalan ini. aku tak merasa langkahku berbeda dari yang dahulu. Jika memang berjalan melambat maupun mulai tak sepaham. Itu hanya masalah tentang keinginan dan kebutuhan seseorang yang mulai berbeda dengan waktu yang dahulu itu rasanya lebih baik dari yang lainnya.

Namun ketika berpaling dan mengerti lebih jauh. aku bukan siapa siapa yang mudah saja meninggalkan tatapan perhatian dari adik adik angkatan dan segala macam anggapan mereka. Tak memperdulikan mereka yang menganggapku munafik dengan langkahku tak membuatku kehilangan rasa sayang pada adik adikku yang senantiasa disini dan menimba ilmu tentang kehidupan bersamaku.

Mereka yang setiap minggu membawakanku senyuman kecil dan perhatian yang membuatku semakin pengertian tenang hari ini dan seterusnya.
Hingga ku sadari lebih lanjut ini bukan hanya kamu ada di jalan ini atau tidak.

Namun apa tujuanmu yang sebenarnya dan apakah kamu berada di koridor yang tepat dengan pilihan hatimu.

Ketika kamu sudah di ketetapan hati. Alam akan menghadirkan cerita baru yang akan membawamu pada takdir yang kian indah karena kau bukan hanya sekedar hidup. 

Namun menikmati kehidupanmu.

Ku Rasa


Ku rasa ini yang namanya jatuh cinta. Ketika aku tak punya kata untuk sekedar melukiskannya dalam terka. Dan yang ku ungkap hanya sekuntum ragu. Atas semua dari yang ada. Yang ku tahu, aku semakin tertunduk. Hingga mengabaikan dunia di sekitarku.

Ku rasa ini yang namanya jatuh cinta. Ketika aku memiliki malu. Raga kita jauh namun begitu melihatmu di ujung jalan saja aku sudah tak mengerti. Apa arti sebuah jarak. Debar yang makin menjadi yang akhirnya mengantarkanku untuk berbalik. Dan mengalihkan pandanganku.

Ku rasa ini yang namanya jatuh cinta. Ketika aku tak mampu berkata ketika sosok itu ada di depan pintu rumahku. Mengubah pintu menjadi gerbang maha dasyat yang mengantarkan pesan langit. Yang tak mampu ku ucapkan. Dan yang terucap hanya jawaban atas salam yang kau sampaikan.

Ku rasa ini yang namanya jatuh cinta. Ketika ibu mendekatiku. Membisikan satu berita yang ku nanti. Berita yang telah tertulis bahkan sebelum nyawa ada di ragaku. Berita yang ku ingini bahkan sebelum aku lahir ke dunia.

Ku rasa ini yang namanya jatuh cinta. Saat lantunan ungkapan cinta itu begitu terdengar merdu. Suaramu seperti memanggil semesta. Seakan mengikrarkan seutas janji pada langit dan seisinya. Di situ hakku menjadi hakmu. Di situ kewajibanku menjadi dirimu..

Ku rasa ini yang namanya jatuh cinta. Ketika aku tak lagi sendiri bersandar. Ketika sapa bukan lagi sebuah akal dan logika. Ketika solat malamku tak lagi sendiri.ketika haram menjadi ibadah. Ketika untaikan rayuan menjadi doa. Ketika cinta menjadi purnama. Ketika mencinta adalah wujud penghambaan dalam halal atasnya.

Ku rasa ini

Ini namanya..
Jauh cinta..
Atas keputusan..

Bukan sekedar menerima..
Karena..

Aku telah mencintamu.,

Bahkan sebelum aku di lahirkan..
Saat pertama kali ruhku berikrar islam..

Aku sudah..
Mencintaimu..

Tuesday, April 30, 2013

Tentang SATU HAL

Ada satu hal yang harus di pelajari dalam kehidupan..

Yang membuat semua hal menjadi sebuah pembelajaran..
Yang membuat kebahagiaan adalah kesyukuran..
Yang membuat cobaan adalah pelajaran hidup
Yang membuat hidup makin berwarna..
Yang membuat kehidupan menjadi pelangi cerita..
Yang membuat hari menjadi langkah pasti
Hal yang membuat sekian banyak pandangan pada diri

Menjadi sebuah melodi
Yang di nikmati dengan indah..
Bukan dengan kecaman.

Hal itu adalah tentang.. KEIKLASAN..
Dimana kita belajar menerima..
Tentang sebuah kerelaaan.
Keiklasan ketika mimpi kita tuliskan dengan pensil harap..
Yang kemudian di hapus satu persatu olehNYA
Di sisihkan hal yang belum menjadi kehendakNYA..

Dan di gantinya dengan keajaiban..
Dengan cerita indah dan mempesona..

Itulah keiklasan..
Yang membuat sebagian dari kita mulai memilih  untuk makin melengkapi kehidupan..
Dengan seutas hal yang membuat kita tetap menjalani kehidupan ini
Walau terkadang tak lelah menemani.
Walau letih memdera...
Bahkan lumpuh menikam hati..

Namun disanalah kita kan dapati..
Pelangi kehidupan..
Mengajari kita ketulusan..
Seperti bunda membesarkan kita..
Seperti lailnya yang tak henti mendoakan kita..
Seperti pancaran matanya yang berkata lelah..
Tentang penopang cobaan hidup yang dasyat..

Tapi kawan..
Kita punya Allah..
Satu diatas segalanya..
Keiklasan mengantarkan cinta kita padaNYA,,
Hingga cinta ini.. menjadi purnama..

Wednesday, April 10, 2013

Sepanjang perjalanan Jogja-Magelang


Ketika perjalanan ke jogja menjadi akhir dari segalanya.

Kutinggalkan mimpi itu.

Seraya memanjatkan doa tak berkesudahan.

Hidup yang dimilikinya sungguh indah..

Semoga bahagia di peluknya kelak.

Takdir  tak akan pernah salah.

Takdir tak akan pernah tertukar.

Dan mimpi ini miliki ku.

Saat ini..

Aku mencoba..

Untuk memaafkan hatiku..

Mengobati lukaku sendiri.

Malam ini.. hujan ini..

Aku melupakanmu..

Magelang, 6 april 2013
Sepanjang jogja magelang..

#cerita seorang kawan ~

Cerita akhir Pekan (Series 2)

Dan dari suara dan detak nadinya ku rasa bahagia. Tak ada satupun yang berubah dari aktivis ini. namun jika dulu sudut ruangan ia letakkan tumpukan jilbab warna-warni kini berganti dengan tumpukan popok yang tersimpan rapi. 

Nampaknya ananda kecilnya begitu di utamanya. Sehingga di singkirkannya jilbab kesayangannya yang selalu tertata rapi di tempatnya.
Perbincangan itu bergulir. 

Ketika kami mulai bicara tentang kehidupannya selepas menikah. Ibu muda ini lebih memilih di rumah. ‘apalgi yang ku inginkan ketika suami memintaku menjadi permaisurinya seutuhnya di rumah’ ungkapnya masih dengan gaya bahasa penuh sastra yang sedari dulu kami lantunkan dalam setiap pesan singkat.

Tangannya mulai kembali menarik jilbabku ke bawah. ‘kelak kau akan mengerti adikku. Tak ada yang lebih mulia bagi seorang wanita selain di muliakan oleh suami dan keluarganya’ ucapnya kemudian sambil kembali menuangkan teh ke cangkirku.

‘untuku tak ada yang sia-sia. Hidupku begitu bahagia. Melihat si kecil terbata dan mengucapkan kata yang mengejutkan. menunggu di rumah mengurus rumah dan kau tahu? Aku lebih banyak waktu untuk menulis’ ucapnya dengan sama semangatnya ketika berbincang solusi pemecahan masalah negara.

Dan senyuman kami terhenti ketika di tanyakannya satu nama yang tak ingin ku dengar. Aku tersenyum. seraya menjawab dia begitu bahagia dan tengah berjuang juga untuk hidupnya . Dan kini begitu bahagia. Dan senyumnya kembali terukir tipis. Memelukku. 

Dan berkata ‘bukankah kau juga tengah menjemput bahagia?’ ucapnya sedikit berbisik.

Aku yang tersenyum.‘ aku bukan hanya bahagia, untuk seorang perempuan , ini adalah kebahagia n yang melengkapi bahagia’ jawabku kemudian.

Dan pertemuan itu di akhiri dengan pelukan kami di depan rumahnya. Senyumnya tak henti mengartikan bahagia yang tak terungkapkan. 

‘ingat. Menikah bukan hanya sekedar menyatukan dua orang, namun dua keluarga.. dan keberlangsungan dakwah’ bisiknya dalam pelukan kami.

Sekali lagi di tariknya jilbabku ke bawah. 

Aku tersenyum. ‘ iya, biarkan semua yang ada saat ini , menjadi prosesku dan kenanganku.. hingga mampu punya cerita dan bekal yang kuat kelak’ ucapku mengahiri perbincangan hari itu.

Dan kami berpisah. Hmm.. sebenarnya.. raga kami yang berpisah.. tidak dengan doa dan persaudaraan kami. Hari itu ada satu waktu ketika kehidupan mengajariku tentang banyak hal. walau pun bukan lewat hidupku. Namun itu begitu berarti dan indah. 

Akhir Pekan (Series 1)


Berbincang dengan seseorang membuatmya kita belajar banyak hal. dan kali ini,perjalanan menemukan hal yang baru mengantarkanku bertemu salah seorang kawan lama. Seorang ibu muda yang tengah menggendong anak kecilnya yang begitu menggemaskan. 

Dan senyumnya serta jabat tangannya masih sama semangatnya seperti beberapa waktu yang lampau kami bersama.

Bahasan kami tak ubahnya seperti kawan lama yang sedang saling mengungkapkan diri masing-masing. Tak henti dia mulai membanggakan hidupnya yang begitu sempurna  jika menjadi seorang perempuan. Dan di bawanya aku kembali berpikir menjadi perempuan.

Berbeda dengan pertemuan terakhir kami yang membicarakan dengan kepentingan, pemerintahan dan negara. Dia masih saja tak henti untuk menyerutup segelas teh hangat teman berbincang kami sebari sesekali di ganggu buah hatinya yang mulai rewel.

Dan ketika si kecil sudah tertidur. Kami memulai berbicara sebagai seorang perempuan.

Senyumnya tak berubah. Itu membuatku tahu ia bahagia. Tata buku dan letak ruang di rumahnya pun tak mengesankan ia berbeda. Masih cerdas dengan buku-buku ideologi dan kamus bahasa asing kesukaannya. 

Dan novel islami yang tak henti ditawarkanya walau saat itu juga terkadang ku tolak. ‘sedang tak minat untuk melow’ jawabku pada pintanya.

bersambung..

Rewang

Diantara kesibukan yang sok sibuk ini, ternyata ada banyak kesempatan untuk mlipir barang sejenak. Keluarga PM ternyata punya rule untuk kal...