Tuesday, September 1, 2026

Cerita Tentang Macha Latte

Sore ini aku menulis lagi, setelah sekian lama berjeda dengan dunia yang dulu ku dalami. Kucoba sekali lagi menulis dengan benar, walau berkali-kali ku akui kehilangan konsentrasi karena segerombolan remaja di sampingku. Mengapa? mungkin karena rasa iriku pada masa muda itu yang sudah berlalu, atau karena kesibukanku kadang membuatku harus bergelut dengan berbagai realita yang tak sanggup ku tertawakan seperti seharusnya. Dunia orang dewasa sebegitunya ya. 

Kupilih jeda sendiri hari ini, ku pilih untuk mendengarkan serangkaian lagu di awali dengan Ke Entah Berantah-Nya Banda Neira. Ku harap masih punya jeda untuk pergi sendirian lagi. I wish. Entah kapan itu, walau nampaknya sulis, agenda setiap minggu ke minggu yang serba padat ini membuatku kadang tak punya jeda untuk diriku sendiri. Bahkan untuk hidup itu sendiri. 

Menulisku kali ini karena tak berpikir untuk cerita apa. Sebentar, jika boleh ku beritahu hidupku di 2026 cukup menyenangkan, eh .. memang menyenangkan. Hidup yang membuatku sepersekian detik untuk bergerak dan bertindak seperti apa yang seharusnya. Bukankah hidup memang seharusnya begitu ya? biar ku tawarkanmu cerita yang mungkin belum ku tuliskan juga disini. 


Foto ini diambil tepat setelah mengumuman kejuaraan LKS tingkat Kabupaten Tegal.. Aya kami memanggilnya Cahaya namanya.. kelas XI BD kala itu memenangkan Juara 2. kecewa iya, namun kami lebih happy karena eforia dan kebersamaan kami kala itu berbuah indah. Entah baginya, tapi bagiku pengalaman baru setiap waktu belajar tentang hal yang sebelumnya belum kami pahami adalah sebuah kesempatan yang selalu menyenangkan. Hai aya.. jika tulisan ini sampai padamu kapan itu, terima kasih sudah berjuang. kamu pernah jadi harapan kami dan kami mendampingimu sungguh sungguh kala itu. saat inipun kami masih mendoakan yang terbaik untuk mu.. ^_^


Ku akui bukan barisan peringatan hari kasih sayang, namun rasanya hari itu kami ikut eforia itu. Walau bukan dengan 'someone spesial' tapi tentunya orang orang yang menemani kala itu spesial semua. tentunya pakai karet dua. hehe. pedes dong. eh gimana? >,< maksudnya semuanya spesial untukku. Yang pertama memang jadi yang paling menyenangkan ya.. dan entah bagaimana bisa sampai disana jika bukan karena mengambil keputusan yang di restui semesta. Untuk kenangan indah kala itu. ayok kita lukis cerita lagi.


ku nikmati waktu wira wiri di tol kala itu termasuk terjebak di macet H+3 dengan bensin yang kedip kedip. jika bukan karena kesabaranku yang setipis tisu dibagi 7 ini, pasti aku sudah lompa untuk keluar dari mobil. Tapi beruntungnya, jiwa enggan membuat masalah ini punya pawang yang punya sabar seluas samudra dengan muka datarnya bilang 'bentar lagi sampai' padahal jelas jelas kami tak bergerak. tapi jika kini hal itu terulang, sudah ku pastikan aku akan cari jalan lain dan mending nginep di hotel terdekat. Maaf tidak untuk kedua kalinya. 

Jangan di tanya mengapa, karena jika di tanya apakah aku akan tetap membelinya jika itu terjadi saat ini, jawabannya tetap sama 'BELI' walaupun itu mengurangi slot tabungan buku yang seharusnya sudah hampir mencapai target sebelumnya. teman lari-lari dari kenyataan ini jadi salah satu hal yang ku syukuri dengan warna pink yang menemaniku setiap selasa, kamis dan jumat ini.. bergantian dengan si putih. ah.. aku rindu lari lari walau kini sedang lari darimu. 


Apalagi yang harus ku ceritakan tentang bulan Mei selain jalan jalan ke semarang lagi. jalan itu lagi. kota lama lagi. dan segala sesuatu tentang waktu yang lalu teringat lagi. 


Juni.. bukankah selalu ada gebrakan baru yang membuatku tak jemu menantikanmu setiap tahun ke tahun? 

Kutulis dan menceritakan ini sambil memilih sendiri untuk sementara waktu sebelum kembali ke peranku sebagai seorang arma, ibu dan istri dalam waktu 2 menit lagi dan ketika itu terjadi mungkin waktu dan pikiranku bukan milikku lagi. Abis ini ngapain, masak apa, sudah ada apa di rumah, besok ngapain, agenda OSIS apa, kapan pendidikan karakter, gimana persiapan pelantikan hingga kapan jalan jalan? ah.. apa itu jalan jalan. Ku coba memesan macha latte, sampai di akhir penulisan ini masih segitu segitu saja. hingga ku sadari kapanpun aku tak akan suka macha latte. tapi, coba nanti apakah jawabanku berbeda, jika ku nikmati bersamamu? 







Cerita Tentang Macha Latte

Sore ini aku menulis lagi, setelah sekian lama berjeda dengan dunia yang dulu ku dalami. Kucoba sekali lagi menulis dengan benar, walau berk...