Showing posts with label indahnya agamaku. Show all posts
Showing posts with label indahnya agamaku. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

hanya Allah..

beberapa orang genap untuk berikrar tentang kesungguhan. hal itu pula yang di landaskan sebuah bongkahan ketaqwaan yang akan menghidupkan jiwa. terka hanya hal yang akan mengabadikan ketidak jelasan tentang sebuah makna. tak akan ada yang tahu. selama itu tak ada yang tahu. hanya Allah.. hanya Allah.. Mereka mau memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka dan Allah tetap akan menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang kafir itu tidak suka. (QS al-Shaf : 8)~

Wednesday, January 26, 2011

Canda RAsulullah saw bersama Sahabat ,.

Urung Membunuh Karena Disapa

Setelah Fathul Mekah, ada seorang bernama Fadhalah bin Umair hendak membunuh Rasulullah saat beliau sedang thawaf di kakbah. Ketika ia telah mendekat kepada Rasulullah, tanpa terduga beliau menyapanya “Apakah kamu yang bernama Fadhalah?”
Kontan sapaan itu membuat Fadhalah terperanjat. “Benar, ya Rasulullah” Jawabnya gagap karena kaget
“Apa yang terbersit di hatimu saat ini, ya Fadhalah?”
“Tidak...tidak..tidak ada ya Rasul” kata Fadhalah yang masih gugup “Aku hanya sedang berzikir kepada Allah”
Maka Rasulullahpun tersenyum karena beliau sudah mengetahui niat jahat Fadhalah.
“Istighfarlah kepada Allah, ya Fadhalah?”
Kemudian beliau meletakkan tangannya di dada Fadhalah dan berdoa sehingga membuat hati Fadhalah menjadi tenang.
“Demi Allah, setelah Rasulullah mengangkat tangannya dari dadaku, maka tidak satupun makhluk Allah yang aku cintai melebihi beliau” Cerita Fadhalah usai kejadian itu berlalu.


___________________

Izinkan Aku Berzina

Abu Umamah bercerita, ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah dengan mengajukan sebuah permintaan yang tidak lazim bagi orang Islam.
“Ya Rasulullah, izinkanlah aku berzina!” Kata Pemuda itu.
Para sahabat yang mendengar permintaan itu langsung tersentak dan berniat mengusir si pemuda karena dianggap telah bertindak tidak sopan. Namun Rasulullah bukannya marah tetapi malah tersenyum dan balik bertanya kepada si pemuda.
“Apakah kamu suka jika ibumu dizinai orang?”
“Tidak!”
“Begitu pula orang lain. Tentu tidak suka bila ibunya dizinai orang” Jelas Rasulullah
“Lalu apakah kamu suka jika putrimu dizinai orang?”
“Tidak!”
“Begitu pula orang lain. Tentu tidak suka bila putrinya dizinai orang” Jelas Rasulullah lagi
“Apakah kamu suka jika saudara perempuanmu dizinai orang?”
“Tidak!”
“Begitu pula orang lain. Tentu tidak suka bila saudara perempuannya dizinai orang” Jelas Rasulullah lebih lanjut
Mendapat serentetan pertanyaan interogatif dari Rasulullah seperti itu, akhirnya pemuda itu langsung tercenung dan menyadari kekeliruannya. Maka Rasulullah kemudian meletakkan tangan beliau di dada si pemuda dan mendoakannya.
“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya” (HR. Thabrani)

_____________________

Tinggalkan Bohong

Suatu hari datanglah seorang pemuda berandal kepada Rasulullah saw.
“Ya Rasulullah, izinkanlah aku masuk Islam!”
Maka Rasulullah segera menuntun pemuda itu membaca syahadat. Dan setelah itu, si pemuda kembali mengajukan sebuah permohonan izin.
“Ya Rasulullah, kini aku telah masuk Islam” Katanya. “Tapi sekarang izinkanlah aku untuk melakukan kemaksiatan yang aku sukai”
Mendengar permintaan itu beliau hanya tersenyum simpul.
“Tidak apa-apa” Kata beliau “Tapi apakah kamu mau berjanji kepadaku?”
“Janji apa itu ya, Rasulullah?”
“Janji bahwa mulai saat ini kamu akan meninggalkan bohong!” Pinta Rasulullah
“Hanya itu ya Rasul? Kalau hanya itu, aku sanggup!” Katanya meyakinkan
Maka berjanjilah pemuda itu kepada Rasulullah bahwa ia akan meninggalkan bohong. Kemudian ia minta izin pulang dengan perasaan senang karena ia tidak diperintah untuk meninggalkan maksiat tetapi hanya diminta untuk tidak bohong saja.
“Enteng...” Pikirnya
Sampai suatu ketika, di satu jalan ia bertemu seorang wanita tuna susila yang sangat cantik sehingga membuat syahwatnya naik. Maka diajaknya wanita itu untuk berzina di sebuah rumah. Namun ketika hampir terjadi perbuatan zina, tiba-tiba pemuda itu ingat janjinya kepada Rasulullah.
“Oh iya, aku sudah janji kepada Rasulullah untuk tidak bohong” Katanya dalam hati. “Jika nanti aku bertemu beliau kemudian ditanya “Apakah kamu berzina?”, bagaimana aku menjawabnya? Kalau aku bilang “ya” sudah tentu terkena hukuman, jika aku bilang “tidak” artinya aku bohong dan itu melanggar janji kepada Rasulullah”
Maka terjadilah perang batin antara ingin terus melakukan zina dan ingin menepati janjinya kepada Rasulullah di dalam dirinya. Peranglah bisikan syetan melawan bisikan malaikat dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak berzina.
Begitulah, setiap kali ingin berbuat maksiat ia selalu teringat janjinya kepada Rasulullah dan berfikir-fikir seperti kejadian zina di atas. Sampai ketika ia merasa sudah tidak berkutik, ia kembali menghadap Rasulullah dengan penuh kekaguman.
“Anda benar, ya Rasulullah! Anda hanya memerintahkan aku untuk meninggalkan bohong namun satu hal itu membuat aku tidak bisa berbuat apa-apa” Katanya kepada Rasulullah
Pemuda itupun kemudian berjanji tidak akan bermaksiat lagi dan Rasulullahpun tertawa mendengar pengakuan dan janji pemuda itu

Canda Rasulullah saw bersama Sahabat

Tiga Kali Jatuh Dari Atas Keledai

Suatu ketika Rasulullah melakukan perjalanan dengan menunggang keledai. Di tengah perjalanan beliau berpapasan dengan Muadz bin Jabal yang berjalan kaki.
“Naiklah bersamaku, ya Muadz!” Ajak beliau
“Terimakasih, ya Rasulullah, silakan Anda berjalan” Jawab Muadz rikuh
“Tidak apa-apa, ayo naiklah!” Paksa Rasulullah
Akhirnya Muadz pun naik dan membonceng di belakang Rasulullah. Namun baru beberapa langkah, keledai itu langsung ambruk karena kelebihan muatan sampai Rasulullah dan Muadz jatuh tersungkur bergulingan ke tanah.
Rasulullah bangun sambil tertawa riang sementara Muadz sedih karena merasa dialah yang menyebabkan Rasulullah jatuh. Namun Rasulullah kembali mengajak Muadz untuk naik bersama lagi untuk kedua kalinya dan untuk ketiga kalinya namun keledai itu tetap ambruk lagi dan ambruk lagi. (HR. Ahmad)

__________________________

Naik Anak Unta

Anas bin Malik bercerita bahwa suatu hari ada seseorang meminta sebuah kendaraan kepada Rasulullah.
“Ya Rasulullah, berikanlah aku seekor unta untuk kunaiki” Pintanya
Lalu dengan nada bergurau, Rasulpun menjawab permintaan itu, “Aku tidak punya unta, tapi aku punya anak unta untuk kamu tunggangi” Kata beliau
Mendengar Rasulullah hanya memiliki anak unta, orang itu serta merta menolak.
“Apa yang bisa ku lakukan dengan anak unta ya Rasul? Ia tidak mungkin kuat membawaku dan akupun tak mau naik anak unta” Katanya
Rasulullahpun tersenyum kemudian menjelaskan maksud perkataan beliau
“Bukankah yang dilahirkan oleh Unta itu namanya juga anak Unta?” Tanya Rasul
Orang itupun kemudian mangguk-mangguk seolah baru sadar kalau unta besar juga dilahirkan oleh Unta. (HR. Bukhari)

_____________________________

Mahal Di Sisi Allah

Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah memiliki seorang sahabat dari suku Badui bernama Zahir. Meski Zahir termasuk termasuk orang yang buruk rupa namun Rasulullah sangat menyayanginya.
Pada suatu hari, Rasulullah melihat Zahir sedang menjual barang dagangannya di pasar. Bermaksud bercanda, Rasulullah pun memeluknya dari belakang hingga membuat Zahir kaget dan memberontak.
“Hai siapa ini!? Lepaskan aku!” Teriaknya
Ketika menoleh ia tahu rupanya Rasulullah lah yang tengah menggodanya.
“Hayo, siapa yang mau membeli budak?” Kata Rasulullah dengan bergurau
“Lihatlah ya Rasulullah” Katanya memelas. “Anda jual sebagai budak saja aku tidak laku karena wajahku ini sangat buruk”
Rasulullahpun tersenyum mendengar keputusasaan Zahir dan beliau berkata, “Tetapi di sisi Allah, kamu adalah orang yang sangat mahal, ya Zahir” (HR. Ahmad)

Tuesday, January 18, 2011

8 Pengertian Cinta Menurut Qur'an

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu
mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an
katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
(man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta
sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai
dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang
dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti
kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi
orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka
berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka
bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti
perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
"nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Salam Cinta,

Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil


Rasulullah SAW sangat mencintai anak kecil. Beliau sangat lembut dan memahami perilaku mereka. Berikut adalah contoh sikap Rasulullah SAW pada anak kecil yang patut kita teladani.

  1. Rasulullah SAW senang bermain-main (menghibur) anak-anak dan kadang-kadang memangku mereka. Contoh: Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
  2. Rasulullah SAW sangat lembut dan berempati ketika anak-anak mengalami penderitaan. Contoh: Ketika Ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah Ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak Ja’far. Ketika mereka datang, beliau menciuminya.”
  3. Rasulullah SAW tidak menyukai orang yang tidak memiliki kasih sayang pada anak kecil. Contoh: Al-Aqraa bin harits melihat Rasulullah SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”
  4. Rasulullah SAW sangat memahami ketidaktahuan anak. Contoh: Seorang anak kecil dibawa kepada Rasulullah SAW untuk didoakan dimohonkan berkah dan diberi nama. Anak tersebut dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing di pangkuan beliau, orang-orang yang melihatnya kaget dan berteriak. Beliau berkata, “Jangan di putuskan anak yang sedang kencing, buarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama anak itu. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.
  5. Rasulullah SAW sangat memahami perilaku anak yang senang bermain. Contoh: Ummu Kholid binti Kholid bin Sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Rasulullah SAW, ayahku membentakku, tapi Rasulullah berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “Bermainlah sepuas hatimu, Nak!
  6. Rasulullah SAW sering menyapa anak kecil dengan hangat. Contoh: Dari Anas, mengatakan “Rasulullah SAW selalu bergaul kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, ‘Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).’”
  7. Rasulullah SAW tidak terganggu sholatnya walau sambil menggendong anak. Contoh: suatu Rasulullah SAW melakukan shalat, sedangkan Umamah binti Zainab diletakkan di leher beliau. Ketika beliau sujud, Umamah diletakkannya di lantai, dan ketika berdiri, Umamah diletakkan lagi di leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam.
  8. Rasulullah SAW sangat lembut pada anak yang mengganggu sholatnya. Contoh: Rasulullah pernah lama sekali sujud dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Rasulullah SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma
  9. Rasulullah SAW sangat berempati pada anak kecil yang menangis. Contoh: Ketika Nabi Muhammad SAW melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah Fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.”
  10. Rasulullah SAW sangat mencintai anak yatim

Rasulullah SAW sangat mencintai dan lembut pada istri-istrinya. Berikut adalah contoh sikap luar biasa beliau yang harus diteladani oleh setiap suami:

  1. Rasulullah SAW tidak pernah menyusahkan istrinya. Jika pakaiannya koyak, Rasulullah SAW menampalnya sendiri tanpa menyuruh isterinya.
  2. Rasulullah SAW selalu bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarganya. Contoh: Rasulullah SAW memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
  3. Rasulullah SAW tidak segan membantu istrinya di dapur. Contoh: Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap dimasak untuk dimakan, sambil tersenyum Rasulullah SAW menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
  4. Rasulullah SAW sering memanggil istrinya dengan panggilan mesra. Contoh: Aisyah r.a. dipanggil dengan panggilan Khumaira (yang kemerah-merahan) oleh beliau.
  5. Rasulullah SAW tidak pernah mendesak istrinya menyediakan makanan. Contoh: suatu ketika, Rasulullah SAW pulang pada waktu pagi. Beliau pasti sangat lapar saat itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apapun untuk sarapan, bahkan yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka beliau bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW lantas berkata, “Jika begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit pun tergambar raut kesal di muka beliau.
  6. Rasulullah SAW sangat marah ketika melihat seorang suami sedang memukul istrinya. Contoh: suatu saat beliau melihat seseorang memukul istrinya. Beliau menegur, “Mengapa engkau memukul istrimu?” Orang itu menjawab, “Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap bandel juga, jadi aku pukul dia.” Rasulullah SAW berkata lagi, “Aku tidak menanyakan alasanmu, aku bertanya mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak-anakmu?”
  7. Rasulullah SAW tetap lembut dan santun kepada istri. Rasulullah selalu memperlakukan istrinya sangat istimewa sekalipun beliau adalah pemimpin umat Islam tertinggi, bahkan saat itu adalah pemimpin terbesar di dunia.

Rasulullah saw yang jujur 2

Pengakuan Abu Jahal

Akhnas bin Syariq bertemu dengan Abu Jahal dalam perang Badar, kemudian ia bertanya kepada Abu Jahal, “Hai Abu Hakam, di sini hanya kita berdua dan tidak ada orang lain, maka ceritakanlah tentang diri Muhammad! Apakah benar ia seorang pendusta?”. Mendengar hal itu, maka Abu Jahal langsung menjawab,”Demi Tuhan! Sesungguhnya Muhammad itu ialah orang yang benar dan tidak pernah dusta”

____________________________

Pengakuan Abu Jahal 2

Bukan cerita asing lagi bagaimana kejujuran Rasulullah sebelum diangkat menjadi Rasul. Seluruh orang Quraisy bahkan Abu Jahal, pembesar suku Quraisy yang sangat menentang Islam sekalipun sangat mengakui kejujuran Rasulullah dengan sebuah pernyataan, "Inna la nukadzdzibuka wa lakin nukadzdzibu alladzi ji 'ta bihi, Sesungguhnya kami tidak mendustaimu, hanya saja kami mendustai ajaran yang kamu bawa", demikian komentar Abu Jahal akan kejujuran Muhammad bin Abdullah di hadapan suku Quraisy.


___________________________

Khadijah Menghibur Rasulullah

Jika dirunut lebih jauh dan mendalam. Khadijah, isteri Rasulullah Saw. yang selalu bersamanya, sungguh, sangat mengagumi kejujuran Rasulullah. Sehingga kata-kata kekagumannya itu pun muncul bak air mengalir ketika Rasulullah menerima wahyu pertama kali, "Absyir, pa waallahi la yukhjikaallahu abadan.fa waallahi innaka latashilurrahma wa tusyaddiqol haditsa" (Bergembiralah, Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Demi Allah, seseungguhnya kamu adalah orang yang senantiasa menjalin hubungan silaturrahmi dan selalu berkata benar)", ujar Khadijah sambil menenangkan Rasulullah yang begitu ketakutan setelah bertemu Malaikat Jibril di gua Hira.

Rasulullah saw yang Jujur

Kejujuran Rasulullah dalam Bisnis

Kesuksesan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam sudah banyak dibahas dan diulas oleh para ahli sejarah Islam maupun Barat. Namun ada salah satu sisi Muhammad SAW ternyata jarang dibahas dan kurang mendapat perhatian oleh para ahli sejarah maupun agama yaitu sisinya sebagai seorang pebisnis ulung.

Kejujuran itulah telah diakui oleh penduduk Makkah sehingga beliau digelari Al Amin. Selain itu, Muhammad SAW juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan itu. Beliau SAW selalu menepati janji dan melaksanakanya dengan baik.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abil Hamsa, ia berkata, ”Aku menjual sesuatu kepada Nabi SAW sebelum beliau diutus sebagai Nabi; Maka aku bejanji kepadanya untuk membawakan barang itu di tempat beliau. Namun aku terlupa, kemudian aku teringat setelah tiga jam. Saat aku datang, ternyata beliau tetap berada ditempatnya. Maka beliau berkata, ”Hai anak muda, engkau telah memberatkan aku. Aku menunggumu di sini selama tiga jam.”

____________________________

Mendapat gelar AL-AMIN (dapat dipercaya)

Pada waktu usia beliau 35 tahun. kaum Quraisy sepakat memugar bangunan Kakbah yang sudah lapuk karena termakan usia. Karena kedudukan Kakbah yang Sangat agung di mata mereka, maka mereka sepakat memugar Kakbah secara gotong royong. Para penduduk Makkah membantu pekerjaan itu dengan sukarela.

Tetapi pada saat terakhir, ketika pekerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan hajar aswad di tempatnya semula, timbul perselisihan. Setiap suku merasa berhak melakukan tugas terakhir dan terhormat itu. Perselisihan semakin memuncak, hingga nyaris terjadi pertumpahan darah di masjidil Haram.

Namun akhimya para pemimpin Quraisy sepakat atas usulan yang disampaikan oleh Abu Umayyah bin Mughirah Al-Makhzumi bahwa orang yang pertama masuk ke Ka’bah melalui pintu Bani Syaibah, akan dijadikan hakim untuk memutuskan perkara ini.

Atas kehendak Allah, Ternyata orang yang pertama masuk itu adalah beliau. Segera mereka berseru, " Itu al-Amin, kami rela dia yang memutuskan, dia adalah Muhammad ". Lantas Muhammad membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh kepala suku memegang tepi kain itu dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah sampai di dekat asal batu itu, beliau kemudian meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian, perselisihan dapat diselesaikan dengan bijaksana, dan semua kepala suku merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu.

Rasulullah saw yang ahli Ibadah

Memanjangkan shalat

“Shalat yang paling baik adalah yang terpanjang berdiri” (HR. Muslim) Abu Abdillah, yaitu Hudzaifah bin al-Yaman al-Anshari yang terkenal sebagai penyimpan rahasia Rasullah saw, radhiallahu 'anhuma, berkata, "Aku ber shalat beserta Nabi saw pada suatu malam maka beliau membuka - dalam rakaat pertama - dengan surat al-Baqarah. Aku berkata, "Beliau ruku' pada ayat keseratus, kemudian berlalulah." Aku berkata, "Beliau ber shalat dengan bacaan tadi itu dalam satu rakaat, kemudian berlalu." Selanjutnya aku berkata, "Beliau ruku' dengan bacaan di atas itu, kemudian membuka - dalam rakaat kedua - dengan surat an-Nisa' lalu membacanya,kemudian membuka lagi - sebagai lanjutan-nya - surat ali Imran, kemudian membacanya. Beliau saw membacanya itu dengan rapi sekali -tidak tergesa-gesa - jikalau melalui ayat yang di dalamnya mengandung pentasbihan - memahasucikan –beliaupun mengucapkan tasbih,jikalau melalui ayat yang mengandung suatu permohonan, beliaupun memohon, jikalau melalui ayat yang menyatakan berta'awwudz -mohon perlindungan kepada Allah dari sesuatu yang tidak baik, beliaupun berta'awwudz - mohon perlindungan. Kemudian beliau saw ruku' dan di situ beliau mengucapkan, Subhana rabbtal 'azhim. Ruku'nya adalah seumpama saja dengan berdirinya - yakni perihal lamanya hampir persamaan belaka -selanjutnya beliau mengucapkan, Sami'allahu iiman hamidah. Rabbana lakal hamd," lalu berdiri dengan berdiri yang lama mendekati ruku'nya tadi. Seterusnya beliau bersujud lalu mengucapkan, Subhana rabbial a'la, maka sujudnya itu mendekati pula akan berdirinya - tentang lama waktunya." (HR. Muslim)

____________________________

Tahajud hingga kaki bengkak

Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk Rasulullah, beliau masih saja berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah beliau terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Hingga ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah: “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

___________________________________

Berbaring pada sisi kanan tubuh sambil menunggu shubuh

Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw melaksanakan shalat malam sebelas rakaat termasuk satu rakaat witir. Setelah selesai beliau berbaring pada sisi kanan tubuhnya. Saat muadzin datang beliau melaksanakan dua rakaat yang ringan” (HR. Muslim)

___________________________________

Mengqadha shalat malam

Aisyah radhiallahu 'anha, berkata, "Rasulullah saw itu apabila terlambat melakukan shalat malam karena sakit atau Iain-Iain, maka beliau saw bershalat duabelas rakaat di waktu siang harinya." (HR. Muslim)

Rewang

Diantara kesibukan yang sok sibuk ini, ternyata ada banyak kesempatan untuk mlipir barang sejenak. Keluarga PM ternyata punya rule untuk kal...