SOAL PILIHAN GANDA
Materi: Menganalisis Ruang Lingkup Digital Branding
Mata Pelajaran: Pemasaran
Kelas: XI Bisnis Digital
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (A, B, C, D, E)
Jumlah Soal: 15
Tingkat Kognitif: C2–C3
A. Digital Branding dan Strateginya
1. (C2 – Memahami)
Sebuah usaha makanan ringan bernama SnackKita mulai memasarkan produknya melalui Instagram dan TikTok. Pemilik usaha menggunakan warna, gaya bahasa, desain, dan pesan promosi yang sama pada setiap platform. Tujuannya agar konsumen mudah mengenali dan mengingat merek tersebut.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, tujuan utama penerapan digital branding adalah ....
A. Meningkatkan jumlah produk yang dijual tanpa memperhatikan identitas merek.
B. Membuat harga produk lebih murah dibandingkan kompetitor.
C. Membangun identitas dan citra merek agar mudah dikenali oleh konsumen secara digital.
D. Mengurangi biaya produksi dengan memanfaatkan media sosial.
E. Menghindari interaksi langsung dengan konsumen.
2. (C3 – Menerapkan)
Sebuah toko pakaian lokal mengalami penurunan interaksi di media sosial. Setelah dievaluasi, konten yang dipublikasikan hanya berisi foto produk dan harga tanpa informasi menarik. Pemilik toko ingin memperkuat digital branding agar konsumen lebih tertarik.
Strategi yang paling tepat dilakukan adalah ....
A. Mengunggah foto produk sebanyak mungkin setiap hari.
B. Menghapus seluruh akun media sosial toko.
C. Mengurangi informasi produk agar konsumen penasaran.
D. Membuat konten edukasi, testimoni pelanggan, dan cerita di balik merek secara konsisten.
E. Mengikuti semua tren tanpa mempertimbangkan karakteristik merek.
3. (C2 – Memahami)
Dalam membangun merek secara digital, perusahaan perlu memperhatikan target audiens, keunikan produk, konsistensi identitas visual, serta komunikasi dengan konsumen. Seluruh aspek tersebut saling mendukung dalam menciptakan citra merek yang kuat.
Komponen yang paling berkaitan dengan penentuan kelompok konsumen yang menjadi sasaran digital branding adalah ....
A. Target audiens.
B. Desain kemasan.
C. Harga pokok produksi.
D. Jumlah karyawan.
E. Lokasi gudang.
B. Personal Branding
4. (C2 – Memahami)
Rina merupakan murid SMK yang memiliki kemampuan membuat desain promosi digital. Ia sering membagikan hasil karyanya melalui Instagram dan TikTok, memberikan tips desain, serta menampilkan portofolio untuk menunjukkan keahliannya.
Aktivitas Rina tersebut merupakan contoh ....
A. Corporate branding.
B. Product branding.
C. Retail branding.
D. Destination branding.
E. Personal branding.
5. (C3 – Menerapkan)
Seorang murid jurusan Bisnis Digital ingin dikenal sebagai calon digital marketer profesional. Ia memiliki kemampuan membuat konten, mengelola media sosial, dan menganalisis tren pemasaran. Namun, akun media sosialnya selama ini hanya berisi unggahan pribadi yang tidak berkaitan dengan keahliannya.
Langkah paling tepat untuk membangun personal branding adalah ....
A. Menghapus seluruh akun media sosial agar terlihat profesional.
B. Membuat akun profesional, menampilkan portofolio, dan membagikan konten sesuai keahliannya.
C. Mengunggah konten orang lain tanpa mencantumkan sumber.
D. Mengikuti semua akun populer agar jumlah pengikut meningkat.
E. Membagikan informasi pribadi sebanyak mungkin.
C. Konsep dan Pembuatan Logo
6. (C2 – Memahami)
Logo merupakan salah satu identitas visual yang digunakan untuk membedakan suatu merek dari merek lainnya. Sebuah usaha minuman menggunakan gambar buah, warna hijau, dan tulisan nama merek sebagai identitas produknya.
Fungsi utama logo dalam kegiatan branding adalah ....
A. Menentukan jumlah keuntungan perusahaan.
B. Menggantikan seluruh kegiatan promosi.
C. Menentukan harga jual produk.
D. Menjadi identitas visual yang membantu konsumen mengenali dan mengingat merek.
E. Menjamin produk selalu terjual habis.
7. (C3 – Menerapkan)
Kelompok murid mendapatkan tugas membuat logo untuk usaha minuman sehat bernama FreshDay. Logo harus menarik, mudah dikenali, sesuai karakter produk, dan dapat digunakan pada media sosial maupun kemasan.
Prinsip desain logo yang paling tepat diterapkan adalah ....
A. Menggunakan sebanyak mungkin warna dan jenis huruf.
B. Menambahkan berbagai gambar agar logo terlihat ramai.
C. Membuat desain sederhana, mudah diingat, relevan dengan produk, dan mudah diaplikasikan.
D. Meniru logo merek terkenal agar cepat dikenal.
E. Menggunakan tulisan yang sangat kecil agar terlihat unik.
8. (C3 – Menerapkan)
Dalam praktik pembelajaran, murid diminta membuat logo secara online tanpa harus menguasai aplikasi desain profesional. Mereka membutuhkan aplikasi yang menyediakan template, ikon, elemen grafis, dan fitur pengeditan yang mudah digunakan.
Tools online yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan tersebut adalah ....
A. Canva.
B. Microsoft Excel.
C. Google Spreadsheet.
D. Google Forms.
E. Microsoft Access.
D. Konten Digital dan Produksi Konten
9. (C2 – Memahami)
Sebuah toko kosmetik membuat berbagai materi promosi berupa foto produk, video tutorial penggunaan, infografis manfaat produk, dan testimoni pelanggan. Materi tersebut diunggah melalui media sosial untuk memberikan informasi sekaligus menarik perhatian calon konsumen.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, yang dimaksud dengan konten digital adalah ....
A. Barang fisik yang dijual melalui toko online.
B. Seluruh aktivitas transaksi pembayaran secara elektronik.
C. Perangkat keras yang digunakan untuk mengakses internet.
D. Sistem penyimpanan barang dalam gudang digital.
E. Informasi atau materi dalam bentuk digital yang dibuat dan dibagikan melalui platform digital.
10. (C3 – Menerapkan)
Seorang murid mendapatkan tugas memproduksi foto produk berupa sepatu sekolah. Foto tersebut akan digunakan sebagai materi promosi di marketplace. Agar hasil foto terlihat menarik dan mampu memberikan informasi produk dengan baik, murid perlu memperhatikan beberapa aspek fotografi.
Teknik yang paling tepat dilakukan adalah ....
A. Memotret produk di tempat gelap agar terlihat dramatis.
B. Menggunakan pencahayaan yang cukup, latar belakang sesuai, sudut pengambilan gambar tepat, dan memastikan produk terlihat jelas.
C. Menggunakan filter berlebihan sehingga warna produk berubah.
D. Memotret produk dari jarak sangat jauh tanpa memperhatikan detail.
E. Menggunakan latar belakang yang lebih menarik perhatian daripada produk.
11. (C3 – Menerapkan)
Sebuah usaha kerajinan tangan ingin membuat video promosi berdurasi 30 detik untuk diunggah ke TikTok dan Instagram Reels. Video tersebut harus mampu menarik perhatian calon konsumen dan menjelaskan keunggulan produk secara singkat.
Urutan produksi video yang paling tepat adalah ....
A. Mengunggah video, menentukan produk, lalu membuat konsep.
B. Mengedit video, mengunggah video, kemudian menentukan tujuan promosi.
C. Mengambil video secara acak tanpa perencanaan agar terlihat alami.
D. Menentukan konsep dan pesan, menyiapkan produk serta alat, melakukan pengambilan gambar, mengedit, lalu mengevaluasi video.
E. Membuat video sepanjang mungkin agar semua informasi dapat dimasukkan.
E. Publikasi dan Manajemen Konten Digital
12. (C2 – Memahami)
Sebuah perusahaan telah membuat konten promosi berupa foto dan video produk. Agar dapat dilihat oleh masyarakat luas, konten tersebut perlu diunggah melalui media digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan marketplace.
Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah ....
A. Produksi barang.
B. Distribusi fisik.
C. Publikasi konten digital.
D. Pengendalian persediaan.
E. Pengemasan produk.
13. (C3 – Menerapkan)
Sebuah bisnis kuliner memiliki target konsumen berusia 17–25 tahun. Pemilik usaha ingin memublikasikan video promosi makanan yang menarik dan sesuai dengan kebiasaan target audiensnya. Ia mempertimbangkan penggunaan TikTok dan Instagram Reels.
Keputusan publikasi yang paling tepat adalah ....
A. Memilih platform yang sesuai dengan target audiens serta menggunakan format video pendek yang menarik dan relevan.
B. Mengunggah video yang sama tanpa memperhatikan karakteristik setiap platform.
C. Mengunggah konten hanya pada tengah malam tanpa melihat aktivitas audiens.
D. Menghindari penggunaan caption dan tagar.
E. Membatasi publikasi hanya kepada pemilik usaha.
14. (C3 – Menerapkan)
Tim pemasaran sebuah usaha memiliki 12 konten promosi yang harus dipublikasikan selama satu bulan. Agar publikasi berjalan teratur dan tidak dilakukan secara mendadak, tim membuat kalender konten yang berisi tanggal unggah, jenis konten, platform, dan penanggung jawab.
Kegiatan tersebut merupakan penerapan ....
A. Analisis harga produk.
B. Pengelolaan stok barang.
C. Segmentasi pasar.
D. Pengembangan produk.
E. Manajemen publikasi konten secara online.
15. (C3 – Menerapkan)
Sebuah toko online telah mengunggah video promosi produk selama dua minggu. Berdasarkan hasil evaluasi, video mendapatkan banyak penonton, tetapi jumlah komentar, klik tautan, dan pembelian masih rendah. Tim pemasaran ingin mengetahui efektivitas konten yang telah dipublikasikan.
Tindakan evaluasi yang paling tepat dilakukan adalah ....
A. Menghapus seluruh konten yang sudah dipublikasikan.
B. Menganalisis jangkauan, interaksi, klik, dan konversi, kemudian memperbaiki strategi konten berdasarkan hasil evaluasi.
C. Menghentikan seluruh kegiatan pemasaran digital.
D. Mengunggah video yang sama berulang kali tanpa perubahan.
E. Mengabaikan data karena jumlah penonton sudah tinggi.









