Showing posts with label FIKSI-TULISANKU. Show all posts
Showing posts with label FIKSI-TULISANKU. Show all posts

Wednesday, August 26, 2020

SIA-SIA

Segala hal yang menarik perhatianmu 

akan membuatmu senantiasa memikirkannya. 

Entah hanya dalam sekejab 

atau terus memikirkannya. 

Pemikiran tentang itu 

akan membuatmu kian terpaku 

dan enggan beranjak. 

Sepersekian masa kau tak merasa, 

bahwa hidupmu tlah berubah. 

Sebagian di antarannya terpasung 

pada hal yang tak semestinya. 

Ya, 

pikiran itu tak mereda 

walaupun beberapa alasan mencoba mengobatinya.

Hingga kelak kau sadari 

semua hanya SIA-SIA

Thursday, August 13, 2020

Hai langit

Hai langit. 
mendung nampak seperti biasanya. 
bergelayut menggodaku kembali mengingatmu. 
walau serangkaian alasan untuk mengutuk langkah itu. 
namun kau tak mampu enyah dalam pikiranku.
seutuhnya hanya bait ini mampu aku tuliskan
tak sabar aku membungkam kenangan
yang tak kuasa aku kesampingkan 
setiap kau tiba di ujung jalan
dan aku berbalik memilih lain ruang

hai langit.
mendung nampak seperti biasanya.
ketika kau mulai cercanda
langit membaca hatiku
seperti ketika membiarkanmu pergi
dengan berjuta maksud hati
dan aku yang terdiam sendiri
menata hatiku yang tak utuh lagi

hai langit.
mendung nampak seperti biasanya. 
sepertiku yang tak mampu menampung
laku yang bersambut ruang untukmu
yang tak mampu ku gantikan
walau kau telah tiada 
di dekapan Sang Ada

Tersandera

 entah dari mana awalanya

dikala senja kini ada nama 

kusanjung dalam doa

walau tak mampu ku berkata

aku cukup tahu

tak mampu ku merindu

tak sanggup ku tanggung pilu

pada sekian keluhku

dari sekian detik

senja paling menarik

membuat setiap waktuku terusik

walau meninggalkan pelik

kau tahu aku masih disini

ditelan genangan mimpi

berselimut cerita bergerigi

dan kau yang tak mau menepi

sekejab aku tersadar

ku tak mampu bersandar

tak punya nyali cintaku mengakar

walau tlah aku tersandera cinta belukar

Monday, April 29, 2019

Semut dan Pertemuan



siapa sangka bahwa kita mampu mengambil pelajaran 
dari salah satu binatang kecil yang kerap kali kita remehkan
kedatangannya yang tak di undang
kadang membuat jengkel dan mengganggu
namun jika di telisik lebih jauh 
ada hal yang mampu membuat bergidik
karena ilmu yang dapat di ambil mampu membuat kita belajar
hal yang kadang kita lupakan

senyum, sapa, salam
tiga hal yang sering di sebar luaskan ini justru telah dilakukan
oleh binatang kecil ini
nampak seperti berjabat tangan ketika bertemu ada beberapa hal yang kita lihat..

bahwa dengan berdekatan dengan semut lain, 
maka terdapat tali persaudaraan
atau lebih familiar dengan kata
satu koloni dalam anggota semut

hingga ada maksud lain juga
yaitu adanya sikap kebersamaan dalam mencari makanan 

selain itu juga terdapat arahan jika terdapat bahaya..

maka dari itu semut selalu punya rute yang membuat mereka satu jalur jika sedang melaksanakan suatu infasi dalam suatu daerah
karena satu rute tersebut digunakan oleh kawan-kawan yang lainnya.

dengan budaya yang dimiliki negara kita, dengan keramahan negara ini yang tersebar di penjuru negeri.
mengapa kita tak belajar 
untuk menjadi pribadi yang lebih baik di setiap harinya.
kita kerap kali kehilangan sikap yang senyum, sapa dan salam
karena berbagai hal
perdebatan pemilu hingga angka di jari ketika berfoto
namun ada yang lebih penting


persaudaraan kita sebagai satu NKRI .. 
Persatuan Indonesia

tak akan lekang oleh waktu.

Debur Ombak




Laksana gulungan ombak 
yang selalu dan selalu datang
tak lelah mengingatkan
walau tak tertafsirkan

laksana debur ombak
kembali dan kembali
tak terucapkan
namun selalu nampak
dan menyejukkan

Laksana gelombang ombang
ingatan itu ku kenang
dengan berjuta keindahan
karena segala hal
hanya mampu terkenang

antara tepian samudra
dan gulungan ombak
walau tak bersama
namun satu gambar bersisihan
setara..

-armaarmi-

Friday, January 18, 2019

Memikirkanmu


kadang aku berandai
langit terang ketika mendung
kadang aku membayangkan
gerimis ketika terik
kadang aku mengharapkan 
kabut ketika merona
namun siluet
tak pernah salah tempat
ia membahana dalam dada 
merasa dan mereda
kebanyakan dari kita
terlibat pada situasi
namun tak berambisi

-armaarmi-

Nasi Pincuk'an


kalo atu nggak nyukup
kalo dua kebanyakan
kayak harta ya..
kalo apa yang kita miliki kadang nggak pernah cukup
namun
kalo dipilih kebutuhan
mungkin akan lebih mudah menjawabnya ya.. 

Monday, January 14, 2019

keinginan ATAU kebutuhan


tidak setiap keinginan kita adalah kebutuhan
tidak setiap kebutuhan kita adalah keinginan

keduanya
punya jumlah huruf yang sama
namun memiliki makna yang berbeda
salah satunya tak selalu menjadi sama..

namun kebutuhan adalah hal yang harus ada
sedangkan keinginan adalah hal yang kita adakan

segalanya butuh perjuangan
keduanya butuh tekad yang kuat..

namun tak selamanya
keduanya selaras dan sejalan
bahkan terkadang tak saling berkaitan

namun faktanya
kita tetap hidup 
untuk memperjuangkan keduanya
bertemu tanpa berseteru
bersua tanpa mengiba
menyapa dengan senyum walau terbata

kebutuhan dan keinginan
keduanya butuh keiklasan
agar ayem tentrem 
terpelihara dalam kehidupan

-armaarmi- 

BELAJAR STALKING (Part 3)



BELAJAR STALKING (Part 3)
By : Arma Setyo Nugrahani
Kenapa harus ikut pemilu ?
karena kamu harus tahu sensasi selfie sambil jari kelingking masih kena tinta basah setelah memilih di TPS.
hehe
Kerena akan ada banyak alasan ketika kamu akan mendebat aku bila ku jawab pertanyaan itu.
nggak ada gunanya bu. nggak ngaruh tetep kudu ujian sekolah juga. lagi mikir UNBK. lagu nungguin dosen buat bimbingan. lagi ngurus ujian skripsi.lagi sibuk ngurus kerjaan. lagi mikirin ujian hidup. lagi beli maklor (halaaah )
pemilu serentak 17 april 2019 , pasti menjadi hari libur.. supaya para pemilih pemula bisa ikut.
pahamm banget.. gimana gemesnya kalian pada pemberitaan di facebook, instagram sampai twitter..
tapi jangan sampai pemberitaan itu jadi polemik dalam dirimu sampai berpikiran untuk golput ya..
kalo orang-orang baik enggan untuk ikut serta dalam pemilu..maka gemesnya kamu nggak tersalurkan..
stalking pilihanmu cari yang baik.. rekam jejak dan visi-misinya..
tentukan pilihanmu..
jangan lupa doa dari rumah... semoga siapapun pilihanmu di bilik suara nanti, mampu bertindak baik, adil dan menjadi pemimpin yang amanah 5 tahun kedepan,,
kritik boleh, tapi mendoakan pemimpin itu wajibb loh.. 
sooo ganks....
silahkan stalking ya.. 
kalo mau tanya-tanya bisa WA ya.. 089 5358 5358 18 (arma)


Thursday, December 27, 2018

doa



jika kehidupan ini bagaikan mengendarai sepeda
maka doa adalah kayuh
yang membuatmu bergerak adalah ikhtiar..

agar seimbang
semua harus selaras dan sejalan

Arma Setyo Nugrahani

Sunday, December 16, 2018

Menerka Arah Langit


siapapun bisa jadi apapun
kata pada motivator
namun
tak selalu begitu
karena arah hidup 
kadang tak semudah itu , ferguso

kadang kita di hadapkan pada pilihan
yang keduanya bukan pilihan
namun
tak ada yang tahu
kemana dan bagaimana caranya
hati berkata
melangkah saja
hati berkata
jalani dulu
dan Allah meyakinkan

bahwa kita tak akan mendapatkan ujian
melebihi kemampuan kita

jika tidak saat ini..
mungkin nanti

kita terka arah langit
kapan hujan menjadi pelengkap
senyum ini

-Arma Setyo Nugrahani-
armaarmi

Friday, December 14, 2018

MUNGKIN JODOH


entah apa yang kau sebut dengan jodoh

maupun definisinya..

namun segala hal yang sifatnya ajaib dan kebetulan luar biasa kembalinya hal yang lama hilang

kemudian bisa di miliki lagi.. itu juga jodoh (kayaknya)

termasuk blog ini..

vakum-nya blog ini bertepatan dengan lahirnya anak saya yang pertama..

dengan kejadian itu pula saya sama sekali kehilangan jejak email dan passwordnya dari pikiran saya..

entah mengapa..

hingga akhirnya hari ini ditemukan lagi..

hahha....

menurutku.. ilmu juga jodoh..

dia bisa di cari, dibeli , bahkan di pelajari hingga ke ujung negeri,.

namun tak semuanya bisa nyangkut di otak.. tak semuanya jadi daging.. maksudnya bisa buat nyari duit

segalanya bertumpu pada jodoh itu sendiri,,

segalanya Allah yang menentukan..

apapun ikhtiar kita jika belum saatnya,.. maka tak akan pernah terjadi...

jodohpun begitu?

entahlah.. saya rasa.. saya berjodoh dengan blogspot ini... ^_^

Wednesday, December 10, 2014

Surat dari tanah rantau..



Jika berandai dengan melodi yang hadir pagi ini. Sebuah harapan nampaknya adalah pelita yang hadir untukku. Bahkan mungkin untuk semua anak seusiaku. Karena sebagai salah satu anak dari orang tua yang merantau. Surat adalah satu-satunya bentuk perhatian yang di dambakan. 

Untuk di jaman yang katanya era digital ini. Nampaknya surat menjadi hal yang sudah tak lagi wajar untuk di selipkan dalam kata. Mungkin kita lebih familiar dengan kata sms, email hingga fax itupun rasanya sudah terlampau ketinggalan jaman. Namun tidak denganku, keterbatasan biaya membuatku harus rela untuk berkeluh kesah dengan orang tua lewat sepenggal kertas yang mampu ku genggam hingga ku peluk sebagai pelepas rindu. 

Selain surat yang ku tunggu. Ada rutinitas yang memang mengiringinya yang tak pernah jemu aku tunggu. Kedatangan tukang pos. 

Berbeda dengan kebanyakan pemikian bahwa tukang pos adalah bapak-bapak yang sudah mulai berumur dengan jaket orange kekuningan yang mulai luntur di makan usia. Beserta sepeda yang mulai berkarat di kanan kirinya hingga tak di ketahui oleh semua orang bagian bawah sepeda yang biasa di sebut rem itu masih berfungsi atau tidak. No . berbeda. 

Tukang posku adalah seorang pemuda paruh baya yang dengan setelan necis dan rapi. Walaupun tak serapi orang kantoran dengan setelan jas berdasi, namun baju yang selalu di setrika itu nampak di lipatan celana hingga jaketnya yang masih berwarna orange cerah. Serta tak lain adalah lipatan kemeja yang walaupun tak nampak mahal dengan merk branded namun cukup layak untuk ku sebut dengan keren.

Rumahku berada dikawasan pinggian yang malah bisa di sebut dengan desa karena jalanan yang mulai berrlombang setelah lima tahun lalu hanya separuh jalan di bangun karena penyandang dana gagal untuk jadi DPR. Dengan kesederhanaan rumah-rumah yang ada di kawasan ini heran rasanya ada tukang pos yang keren begitu di tugaskan di tempat ini. 

Dan pagi ini seperti biasanya tepat pada tanggal 4 setiap bulan ada suara gemerincing dari pintu pagar kayu rumahku. Gemerincing itu di ikuti dengan sapaan khas yang sudah di kenali seisi rumah. 

“permisi… ada surat” teriak tukang pos itu.
Dan tak lama selepasnya, Ratna, anak bungsu rumah ini sekaligus adikku satu-satunya akan berlari ke pagar dan menerima surat itu. Dan aku?
Jangan di tanya, aku akan langsung membuka jendela dapur dan mulai memandangi tukang pos itu sebari tersenyum melihat kucir Ratna yang mulai terlepas dari tempat yang seharusnya.

^^^^^^^^^_^^^^^^^^^^
Bagaimana menurut kalian keahlianku dalam mengolah kata. Masih seperti dahulu, atau lebih elok lagi. Nampaknya lebih tepat ku curahkan keahlianku menulis untuk fiksi seperti ini ya daripada kritik pada pemerintah? Hihihi....

Waktu ke Waktu ~



Melantunkan segenap nada dunia lewat tulisan untuk kesekian kali memang tak mudah. Apalagi tak lagi bergelut dalam bidang ini selama beberapa waktu. Namun tak ingin rasanya mati rasa hanya karena tak mampu berberilia seperti dulu. Semua yang ada dalam hidupku tetap tertoreh walaupun kini berbatas ruang dan waktu. 

Sengaja kini ku sisihkan sepenggal waktu untuk kembali berselancar di dunia maya. Setidaknya ini untuk kesekian kalinya jika itu di analisis dengan segala macam perangkan elektronik yang ada di kawasan jangkauan indera. Namun tidak dengan ku yang mulai satu per satu meniti lintasan diri untuk mulai mengelola hati tak ingin terlalu terperangkap dengan apapun terka dunia.
Dengan kehidupan yang kini ku miliki tak banyak yang bisa ku ceritakan dengan berbagai aura masa lalu. Gejolak masa muda itu tetap ada walau kini di bingkai dengan kemelut dan perhatian yang berbeda. Rasanya adalah nuansa yang mulai harus di bangun. Apalagi tak lama akan hadir ke dunia si kecil untuk mewarnai hidupku. 

Ada alasan untuk tak kembali seperti dulu. Sepihan-sepihan cerita masa yang lalu seharusnya memang telah tertata lagih elok untuk menyambut kehadirannya. 

Nampak begitu mengesankan bukan. 

Dan sekilas kembali ke realita yang ada. Hanya ingin sedikit berbagi saja. Semoga kehidupan makin memberikan makna di setiap kesempatan. ^^
Bye .. ^^

Milikku.. ^^



Sepi Tanpa Cekam
Merangkum hidupku
Sekilas namun tak bersedu
Menginjakkan batinku

Pada melodi yang berseru merdu
Rangkaian nama
Berceloteh bersama terka
Namun yang tergambar
Hanya jejak bersama fakta
Hari ini dan seterusnya

Hanya ku miliki bersama takdirku
Tak akan tertera lagi dalam terka kalian
Tak akan tergolek lagi dengan adu
Karena
Hidupku kini
Milikku..


Rewang

Diantara kesibukan yang sok sibuk ini, ternyata ada banyak kesempatan untuk mlipir barang sejenak. Keluarga PM ternyata punya rule untuk kal...