Sunday, December 16, 2018

Sepotong Pudding


yang sepotong
kadang lebih nikmat
dari pada yang banyak

jika kita
tak mampu mensyukuri 
yang sepotong
bagaimana Allah 
bisa memberikan yang banyak

jadi
kini
sekarang

nikmati dulu yang sepotong
ilustrasikan begitu indah

-Arma Setyo Nugrahani-
armaarmi

Menerka Arah Langit


siapapun bisa jadi apapun
kata pada motivator
namun
tak selalu begitu
karena arah hidup 
kadang tak semudah itu , ferguso

kadang kita di hadapkan pada pilihan
yang keduanya bukan pilihan
namun
tak ada yang tahu
kemana dan bagaimana caranya
hati berkata
melangkah saja
hati berkata
jalani dulu
dan Allah meyakinkan

bahwa kita tak akan mendapatkan ujian
melebihi kemampuan kita

jika tidak saat ini..
mungkin nanti

kita terka arah langit
kapan hujan menjadi pelengkap
senyum ini

-Arma Setyo Nugrahani-
armaarmi

Friday, December 14, 2018

Hai..

hai...
jika entah kapan kau baca tulisan ini
kau harus tahu bahwa kau adalah anugrah terindah
yang aku miliki dan perjuangkan..
tak sekedar menunggu..
namun kau sudah membuatku jaruh hati
bahkan sedari aku mendoakan 
kehadiranmu dalam rahimku
Hai..
jika entah kau baca tulisan ini..
tak ada satupun kata yang mampu ku utarakan
bagaimana bahagianya aku memelukmu
walau kadang habis waktuku
untuk memperjuangkan sebentuk cinta dalam hidup ini
namun hadirmu adalah pengobat setiap letih yang teraba oleh diriku

hai..
terima kasih sudah memilihku
yang begitu tak sempurna
untuk menjadi ibumu
untuk menjadi seseorang yang mengagumi kedipan matamu
untuk menjadi fans terberat mu
untuk menjadi aku

untuk
talita zahra karimah

MUNGKIN JODOH


entah apa yang kau sebut dengan jodoh

maupun definisinya..

namun segala hal yang sifatnya ajaib dan kebetulan luar biasa kembalinya hal yang lama hilang

kemudian bisa di miliki lagi.. itu juga jodoh (kayaknya)

termasuk blog ini..

vakum-nya blog ini bertepatan dengan lahirnya anak saya yang pertama..

dengan kejadian itu pula saya sama sekali kehilangan jejak email dan passwordnya dari pikiran saya..

entah mengapa..

hingga akhirnya hari ini ditemukan lagi..

hahha....

menurutku.. ilmu juga jodoh..

dia bisa di cari, dibeli , bahkan di pelajari hingga ke ujung negeri,.

namun tak semuanya bisa nyangkut di otak.. tak semuanya jadi daging.. maksudnya bisa buat nyari duit

segalanya bertumpu pada jodoh itu sendiri,,

segalanya Allah yang menentukan..

apapun ikhtiar kita jika belum saatnya,.. maka tak akan pernah terjadi...

jodohpun begitu?

entahlah.. saya rasa.. saya berjodoh dengan blogspot ini... ^_^

Wednesday, December 10, 2014

Surat dari tanah rantau..



Jika berandai dengan melodi yang hadir pagi ini. Sebuah harapan nampaknya adalah pelita yang hadir untukku. Bahkan mungkin untuk semua anak seusiaku. Karena sebagai salah satu anak dari orang tua yang merantau. Surat adalah satu-satunya bentuk perhatian yang di dambakan. 

Untuk di jaman yang katanya era digital ini. Nampaknya surat menjadi hal yang sudah tak lagi wajar untuk di selipkan dalam kata. Mungkin kita lebih familiar dengan kata sms, email hingga fax itupun rasanya sudah terlampau ketinggalan jaman. Namun tidak denganku, keterbatasan biaya membuatku harus rela untuk berkeluh kesah dengan orang tua lewat sepenggal kertas yang mampu ku genggam hingga ku peluk sebagai pelepas rindu. 

Selain surat yang ku tunggu. Ada rutinitas yang memang mengiringinya yang tak pernah jemu aku tunggu. Kedatangan tukang pos. 

Berbeda dengan kebanyakan pemikian bahwa tukang pos adalah bapak-bapak yang sudah mulai berumur dengan jaket orange kekuningan yang mulai luntur di makan usia. Beserta sepeda yang mulai berkarat di kanan kirinya hingga tak di ketahui oleh semua orang bagian bawah sepeda yang biasa di sebut rem itu masih berfungsi atau tidak. No . berbeda. 

Tukang posku adalah seorang pemuda paruh baya yang dengan setelan necis dan rapi. Walaupun tak serapi orang kantoran dengan setelan jas berdasi, namun baju yang selalu di setrika itu nampak di lipatan celana hingga jaketnya yang masih berwarna orange cerah. Serta tak lain adalah lipatan kemeja yang walaupun tak nampak mahal dengan merk branded namun cukup layak untuk ku sebut dengan keren.

Rumahku berada dikawasan pinggian yang malah bisa di sebut dengan desa karena jalanan yang mulai berrlombang setelah lima tahun lalu hanya separuh jalan di bangun karena penyandang dana gagal untuk jadi DPR. Dengan kesederhanaan rumah-rumah yang ada di kawasan ini heran rasanya ada tukang pos yang keren begitu di tugaskan di tempat ini. 

Dan pagi ini seperti biasanya tepat pada tanggal 4 setiap bulan ada suara gemerincing dari pintu pagar kayu rumahku. Gemerincing itu di ikuti dengan sapaan khas yang sudah di kenali seisi rumah. 

“permisi… ada surat” teriak tukang pos itu.
Dan tak lama selepasnya, Ratna, anak bungsu rumah ini sekaligus adikku satu-satunya akan berlari ke pagar dan menerima surat itu. Dan aku?
Jangan di tanya, aku akan langsung membuka jendela dapur dan mulai memandangi tukang pos itu sebari tersenyum melihat kucir Ratna yang mulai terlepas dari tempat yang seharusnya.

^^^^^^^^^_^^^^^^^^^^
Bagaimana menurut kalian keahlianku dalam mengolah kata. Masih seperti dahulu, atau lebih elok lagi. Nampaknya lebih tepat ku curahkan keahlianku menulis untuk fiksi seperti ini ya daripada kritik pada pemerintah? Hihihi....

Waktu ke Waktu ~



Melantunkan segenap nada dunia lewat tulisan untuk kesekian kali memang tak mudah. Apalagi tak lagi bergelut dalam bidang ini selama beberapa waktu. Namun tak ingin rasanya mati rasa hanya karena tak mampu berberilia seperti dulu. Semua yang ada dalam hidupku tetap tertoreh walaupun kini berbatas ruang dan waktu. 

Sengaja kini ku sisihkan sepenggal waktu untuk kembali berselancar di dunia maya. Setidaknya ini untuk kesekian kalinya jika itu di analisis dengan segala macam perangkan elektronik yang ada di kawasan jangkauan indera. Namun tidak dengan ku yang mulai satu per satu meniti lintasan diri untuk mulai mengelola hati tak ingin terlalu terperangkap dengan apapun terka dunia.
Dengan kehidupan yang kini ku miliki tak banyak yang bisa ku ceritakan dengan berbagai aura masa lalu. Gejolak masa muda itu tetap ada walau kini di bingkai dengan kemelut dan perhatian yang berbeda. Rasanya adalah nuansa yang mulai harus di bangun. Apalagi tak lama akan hadir ke dunia si kecil untuk mewarnai hidupku. 

Ada alasan untuk tak kembali seperti dulu. Sepihan-sepihan cerita masa yang lalu seharusnya memang telah tertata lagih elok untuk menyambut kehadirannya. 

Nampak begitu mengesankan bukan. 

Dan sekilas kembali ke realita yang ada. Hanya ingin sedikit berbagi saja. Semoga kehidupan makin memberikan makna di setiap kesempatan. ^^
Bye .. ^^

Milikku.. ^^



Sepi Tanpa Cekam
Merangkum hidupku
Sekilas namun tak bersedu
Menginjakkan batinku

Pada melodi yang berseru merdu
Rangkaian nama
Berceloteh bersama terka
Namun yang tergambar
Hanya jejak bersama fakta
Hari ini dan seterusnya

Hanya ku miliki bersama takdirku
Tak akan tertera lagi dalam terka kalian
Tak akan tergolek lagi dengan adu
Karena
Hidupku kini
Milikku..


cara melakukan transaksi menggunakan edc - Arma Setyo Nugrahani

  1.Pilih Menu Transaksi: Pastikan mesin menyala dan terhubung ke jaringan. Nyalakan mesin EDC, lalu pilih menu transaksi yang sesuai pada l...