Sunday, February 13, 2011

Who am i ??


kadang aku begitu menyukai saat-saat duduk didalam bis, bahkan terkadang pula merindukannya. Banyak hal yang terpikir disitu. Apa benar kita masih berada pada satu kategori tertentu yang menyebabkan kita seperti halnya orang yang ada didalam bis. Ya.. duduk diam pada suatu kendaraan yang akan mengantarkan kita pada suatu tempat. Dan berbeda hal nya dengan yang lain yang memilih memiliki kendaraan sendiri tanpa disupiri orang lain. Hal ini sesungguhnya nampak mengesankan ,seakan hidup bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang terjadi di antara kita. Hal yang sepele dan dianggap tidak bermakna. Sesungguhnya memiliki proses yang jelas, dimana hal yang positif itu dipenuhi sengan kebaikan dan negatif itu jahat. Seperti itu pula dunia,iya bukan?.

Hal yang lebih lanjut dianalisa dengan berada di bis adalah pemandangan yang ada diluar jendela. Aku lebih siap untuk menikmatinya sendirian. Saat melihat hamparan sawah dan rerumputan. Serta berbagai lukisan alam yang membuatku terpesona hingga berbisik “Subhanallah..” . sungguh luar biasa ciptaan Ilahi.

Karena di bis, aku belajar banyak hal. Melihat karakter orang dengan berbagai sudut pandang. Seperti itu pula cerita yang sering aku lihat dan dengar, perbincangan dengan banyak orang yang berbeda membuatku belajar menganalisis masalah dengan lebih bijak. Wejangan ibu dan bapak serta nasehat kongkret dari eyang dan keluarga lainnya , sesunguhnya membuah aku sadar bahwa aku berbeda. Seandainya bisa dilukiskan aku adalah seorang anak yang begitu dinanti 2 keluarga. Bukan hal yang buruk namun juga tidak sepenuhnya membahagiakan. Ada tanggung jawab tersendiri ketika harus menjadi yang Ter- saat dijadikan contoh serta hasus rela sedikit bergurat tak nyaman saat dibandingkan dengan yang lain.

Ada banyak hal yang membuat aku percaya bahwa suatu hari akan ada hal yang indah di cerita hidupku. Paling tidak hal itu yang membuatku bisa bertahan hingga kini. Masih teringat jelas saat dulu aku begitu dimusuhi oleh teman-temanku. Entah mengapa, aku sedikit di kucilkan. Mungkin karena aku jarang bermain dengan mereka. Atau mereka menyadari bahwa aku berbeda?

Dari kecil hingga Sekolah Dasar (SD) aku tinggal dengan eyang dan bulek” ku. Hal itu yang membuatku sedikit berbeda pula. Aku yang sepulang sekolah harus sendirian dengan eyang kakung. Pulang dari sekolah dengan jalan kaki dan harus disebrangkan oleh tukang becak saat melewati jalan raya. Serta ikut eyang kakung mancing sambil bermain air hingga pulang dengan baju terkena tanah. Segalanya masih tergambar jelas, bahkan ketika aku harus berada di tepi jendela dengan segelas susu coklat dan baju hangat di pinggir jendela sedangkan mataku tak lepas dari gelak tawa beberapa teman sebaya yang asik bermain hujan-hujanan. Mana boleh aku ikut bergegas bersama mereka ditengah badan rapuh dan gampang sakit ini.

Secara tak langsung hidupku seperti memiliki batas jendela dengan kehidupan diluar. Makanya aku begitu menikmati rintik hujan di kala sedang berada di pinggir jendela. Apalagi ketika berada di rumah sakit. Saat aku ditinggal oleh keluarga karena harus bekerja dan yang lainnya harus melanjutkan hidup dengan waktunya. Aku hanya sendirian bermain hujan dipinggir jendela dengan infus di kaki gara” aku meronta tak mau kembali berada di rumah sakit. Seakan seperti narapidana. Kakiku diberi sanggahan utntuk tidak berberak bebas karena ada infus di sana.

Disana aku menikmati kesendirian. Disana aku mulai berfikir tentang banyak hal. Tentang mengapa ayah dan ibu tidak membawaku bersama mereka? Mengapa aku tinggal bersama eyang? Mengapa aku setiap bulan harus berada di rumah sakit karena berbagai alasan? Dan sejak itu aku berteman dengan hujan, serta memutuskan biarkan waktu yang menyelesaikan semua permasalahan. Dan aku kembali terbaring karena pengaruh obat.

Dan banyak hal yang bisa aku bagi disini. Kehidupanku adalah siluet hidup yang memiliki berjuta cerita yang terukir indah dalam kenangan dan kisah yang menyenangkan, sedih, gundah dan tak menentu. Begitu pula tentang banyak cerita yang tak sadar telah ikut mewarnai hidupku. Tentang kehidupan orang-orang disekitarku yang memiliki banyak makna. Sungguh syukurku tak pernah habis metika memiliki banyak orang yang menyayangiku.

Dan hidup memiliki masa, Sekolah Menengah Pertama adalah titik tolak dimana aku belajar banyak hal yang berbeda. Ketika aku kembali ke pelukan kedua orang tuaku. Ketika aku kembali tinggal bersama ayah , ibu dan adik kecilku , Bima Ardianza.

Dan sebenarnya hidup memiliki banyak cara membuat kita belajar sesuatu . karena aku menikmati alam dan kesendirian. Entah kapan singgahlah ke Magelang, lebih tepatnya coba singgah di kota tercintaku ini. Hidup aroma kesejukan dipagi hari dan coba rasakan sentuhan embun saat matahari masih malu-malu berada dibalik cakrawala.nikmati segelas teh hangat menyambut padi yang mulai menguning, kehidupan dimulai saat ayam mulai berkokok dan memberi tanpa agar segera bergegas ke mushola dan masjid setempat.

Namun di sudut kota ini aku memiliki sebuah cerita yang tak akan tergantikan. Coba tinggal sejenak di rumahku. Akan ku bawa dirimu berkeliling, melintasi rimbunan pinus dan bersanding dengan kebun tebu yang selalu siap menjadi tempat keisengan anak” saat jalan-jalan pagi. Akan ku bawa dirimu melintasi jalan panjang yang dihiasi dengan dedaunan kering yang sesekali disapu angin dengan lembut dan mengantarkan buah-buah kering cemara dan bunga kekuningannya bertaburan.

Dan coba rasakan hujan yang turun disana. Dengar gemericik suaranya yang terkadang ditelan hembusan angin dingin yang mengantarkan senyuman untuk kembali dan tak henti bersyukur pada Allah.

Dan faktanya itulah yang aku nik mati selama 6 tahun di SMP dan SMA.. bersekolah si kawasan akmil. Membuatku betah jalan kaki dari sekolah hingga ke rumah. Dan saat itu hidup memperkenalkanku lebih jauh pada buku. Sebagai pelengkap kesendirian yang menemaniku melewati tikungan demi tikungan jalan yang bertujuan untuk mencari sepercik ilmu disana.

Dan di jalan itu pula aku mengenal banyak teman yang silih berganti datang dan pergi di kehidupan. Mengenal banyak hati yang jatuh hati hingga berurai air mata karena putus cinta, sedangkan aku hanya menjadi penasehat ahli, sebagai penonton dan sebagai penikmat sandiwara kehidupan realita remaja yang terkadang membingungkan. Seakan alam ingin mengantarkanku hanya untuk yang terakhir nanti.

Namun hidup bukan hanya kesendirian, tawa dan canda datang jua padaku. Saat kami saling beradu cerita di kamar teman dan tertawa terbahak menonton film komedi di rumah teman sampai berkeliling kota mencari kaset senam karena esok hari ada ujian senam.

Yang tak kalah penting , mulai dari Sd aku memang tidak pernah lepas dari kesibukan dibangku sekolah. SD aku sudah terlibat aktif sebagai salah satu staff ahli di karawitan, kadang jadi sinden atau jadi pemain gameran serta juga tim cekikikan di sudut ruangan mengomentari guru dan permainan teman-teman.selain karawitan aku juga sudah mengenal komputer dan ikut andil di beberapa pembantu lap komputer, tak lupa aku adalah seorang yang menggemari pramuka. Walau akhirnya harus kandas di bangku kelas 2 SMA.

SMP sejujurnya juga titik tolakku mengenal dunia lebih luas, kehidupanku bukan hanya soal buku, sekolah dan rumah namun lebih jauh aku mengenal teman dan sedikit kebebasan. Menjadi seorang pemain Blira inti di Drum Band sekolah adalah caraku menjadi seseorang yang lebih dari yang dulu.mengenal seni lebih jauh dan alunan suara serta harmonisasi gerakan. Selain itu ada 2 kegiatan yang juga menguras waktuku, pramuka dan basket. Keduanya sama pentingnya sehingga aku harus rela menolak tawaran menjadi OSIS. dan tak jauh dari segalanya aku lebih memperdalam buku, lebih sering begadang dan bermain keyboard dan pergi ke perpustakaan.

SMA adalah saat yang indah menurutku. Hal yang mendebarkan dan sekaligus penyambung bakat yang tak akan aku lupakan. Saat aku diterima menjadi salah satu anggota Teater Kurusetra. Dimana diajarkan banyak hal tentang akting dan pendalaman karakter. Hal yang lebih berbeda dan menengangkan dari sekedar bermusik dan yang lain. Rasanya lengkap saat memilih menjadi salah satu anggota PMR di sekolah . hal itu persis menjadi salah satu alasan mengapa aku tak melanjutkan pramuka. Banyak hal namun basket tetap jalan walau aku tak ikut serta di kegiatannya.

Menarik saat SMA ya teater.. tak akan pernah ada yang tahu debar hati saat harus berada diatas panggung, lampu yang menyorot dan make up panggung yang serba tak jelas.musik yang mengalum membangkitkan suasana dan perasaan yang ingin dibangun. Dan teater pula yang membuatku menginjakkan kaki ke Institut Seni Indonesia di Yokyakarta. Sebagai seorang pemain dan sutradara.

Ada banyak hal yang tak bisa diungkapkan saat kita berhasil memerankan sebuah peran diatas panggung namun lebih menyenangkan saat menjadi orang yang secara tidak langsung menjadi tim suksesnya yang memiliki peran pula di sana. Dan seorang sutradara faktanya bukan hanya pengatur gerakan. Namun juga harus bisa memperdalam emosi bahakan bukan hanya satu karakter sebagai pemain tapi semua peran dan itu begitu mengesankan.

Rasanya belum lama melihat luas panggung disana dan meraskan debar tak menentu. Rasanya belum bisa terbayangkan menjadi sutradara dari penampilan teater terbaik ke 2 se jateng- diy. Dan belum lama kami semua harus begadang untuk mendapatkan setting yang sempurna dan rela langsung tampil hanya berselang sehari setelah study banding ke Bali.

SMA pula yang mengantarkan banyak tawa padaku, teman dan sahabat ke hariku sebagai melebur gundah saat ujian sekolah didepan mata.dan hujan menjadi pengambil peran saat kami sekelas di sidang di ruang BK karena hujan” nan selepas try out terakhir dan kami masih terbahak di luar kelas ketika satu persatu dari kami saling menerka masa depan dan guyonan khas ABG tentang ejekan dan saling suka dan komentar ringan tentang kakak kelas yang sedikit lebih lumayan dari yang lainnya.

Wednesday, January 26, 2011

cerita kecil dari sudut akmil..


Tawa kami berempat membahana di sudut akmil yang paling sering kami kunjungi saat SMA duu. Yang kini mulai sepi karena ditinggal penikmat jus sambil ngobrol itu. Namun dalam sekejab suasana jadi aneh saat terlontar pertanyaan yang tawa kami mengembang satu per satu. Udah berapa kali pacaran ? satu persatu menjawab dengan jawaban idelal 3 sampai 5, dan akhirnya giliran gue yang terakhir menjawab.
“gue blom pernah pacaran,;” ucapku mantap.
Seketika tawa kami mengembang, sehubungan dengan jawabanku.
“kocak banget jawaban lo,” gumam si tomboy sambil menepuk pundakku, sama seperti kebiasaannya di sma dulu.
“iya, jawab beneran deh” ucap si ndut yang melemparkan snak yang dibawanya kemana-mana.
“gue serius, guys” ucapku
Dan suara tawa perlahan melambat dan lenyap.
“gue nggak becanda..” ucapku mengahiri pandangan aneh mereka dan kami membahas topik lain.
Apa menurut kalian semua itu adalah hal yang aneh, iya.. bukan maksud gue mengisyaratkan gue nggak normal.. hehe
Ya elahh,.. gue masih naksir cowok lagi..
Cuma entah kenapa klo untuk pacaran itu bukan prioritas. Makanya jujur. Gue blom pernah pacaran. Dan hal itu nggak berpengaruh. Teman gue banyak, pengetahuan gue lumayan,. Nilai gue yahh.. not bad .. dan gue masih biasa aja dan normal. Apa salahnya dengan keputusan untuk nggak pacaran samapai sekarang.
Gue Cuma berpikir sebagai seorang cewek semua itu hanya ilusi. Cinta yang di gelorakan dalam pacaran itu Cuma emosi yang akan membuat kita hilang kendali.
Kadang nggak makan, nggak minum.. untung aja si lagu itu nggak bilang lupa nafas.. mati gimana ntar anak orangg??
Heheh
Simple but nice... cinta itu adalah hal yang istimewa yang nggak sepantasnya diumbar samapai 3 , 4 sampai lebih dari 5 kali.. oke.. iya.. itu bentuk ke-normal-an .. may be.. karena tren , klo blom pacaran itu blom keren??
MasaK??
Buktinya temen cowok gue banyak. Dan tetep punya temen cewek gue seabreg..
Malah yang aneh.. gue sering dimintai pendapat dan solusi dengan para pemeran pacaran itu sendiri. Anehh ya.. orang blom pernah pacaran juga..tapi yahh.. ending sebagai mak comblag dan pengpac (pengacara pacaran) yang dikasih honor ice cream ini cukup sukses.. hehe
Mungkin lebih ribet.. gue bisa bilang..
Gue ingin punya satu pegangan hidup. Ya cinta itu sendiri. Dan gue nggak mau ngumbar itu. Gue pengen nemuin yang terakhir. Dan itu hal yang mungkin buat gue. Itu hal yang ngebuat gue standing disini dengan cinta full dari Ortu, keluarga, dan sobat” gue.. plus cinta hakiki, pemilik semesta,Allah swt.
Dan yang terakhir itu akan datang nanti. Seperti angin yang datang dengan hembusannya yang menyejukan. Seperti debur ombak di pantai dan hamparan pasir di pinggirnya. Selayaknya hujan yang menemaniku dengan rintiknya yang membuatku semakin mengerti hal yang tak ku ketahui.
Tak perlu pacaran untuk mengerti dan tahu cinta. Tak perlu sentuhan dan yang lainnya untuk mengungkapnya. Karena hakiki cinta itu seperti ketenengan malam ketika kita bersimpuh dan menitikan air mata.
Cinta itulah ketika bunda tersenyum melihatku yang terlelap. Cintalah yang membuatku bisa menangis ketika ditinggal eyang kakung 4 tahun yang lalu. Cintalah yang membuatku selalu tersenyum ceria saat perjalanan pulang ke magelang. Cinta juga yang membuatku selalu berdoa agar yang terbaik dapat terjadi di kemudian hari untuk kedua orang tua dan keluarga.
Dan aku pun yakin. Cinta juga yang akan mempertemukan aku dengan seseorang yang terakhir itu. Yang akan memberiku senyuman saat pertama kali membuka mata dan menemaniku sekedar berbicara menunggu lelap . yang menemaniku melewati hari dengan alunan suaranya melantunkan surat cinta ilahi, Al-Qu’an di dampingku. Yang akan mendampingiku kelak di dunia dan akhirat. Yang seketika nanti menuntunku menjadi bidadarinya di dunia dan akhirat.
Insya Allah.. aku hanya menunggu keputusanNya..
Biarkan Allah yang memilihkan jalan untukku.
Dan biarkan cinta itu datang..
Biarkan penantian ini menjadi pupuk yang akan berbunga indah di kemudian hari.
Amin..amin.. amin..

Canda RAsulullah saw bersama Sahabat ,.

Urung Membunuh Karena Disapa

Setelah Fathul Mekah, ada seorang bernama Fadhalah bin Umair hendak membunuh Rasulullah saat beliau sedang thawaf di kakbah. Ketika ia telah mendekat kepada Rasulullah, tanpa terduga beliau menyapanya “Apakah kamu yang bernama Fadhalah?”
Kontan sapaan itu membuat Fadhalah terperanjat. “Benar, ya Rasulullah” Jawabnya gagap karena kaget
“Apa yang terbersit di hatimu saat ini, ya Fadhalah?”
“Tidak...tidak..tidak ada ya Rasul” kata Fadhalah yang masih gugup “Aku hanya sedang berzikir kepada Allah”
Maka Rasulullahpun tersenyum karena beliau sudah mengetahui niat jahat Fadhalah.
“Istighfarlah kepada Allah, ya Fadhalah?”
Kemudian beliau meletakkan tangannya di dada Fadhalah dan berdoa sehingga membuat hati Fadhalah menjadi tenang.
“Demi Allah, setelah Rasulullah mengangkat tangannya dari dadaku, maka tidak satupun makhluk Allah yang aku cintai melebihi beliau” Cerita Fadhalah usai kejadian itu berlalu.


___________________

Izinkan Aku Berzina

Abu Umamah bercerita, ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah dengan mengajukan sebuah permintaan yang tidak lazim bagi orang Islam.
“Ya Rasulullah, izinkanlah aku berzina!” Kata Pemuda itu.
Para sahabat yang mendengar permintaan itu langsung tersentak dan berniat mengusir si pemuda karena dianggap telah bertindak tidak sopan. Namun Rasulullah bukannya marah tetapi malah tersenyum dan balik bertanya kepada si pemuda.
“Apakah kamu suka jika ibumu dizinai orang?”
“Tidak!”
“Begitu pula orang lain. Tentu tidak suka bila ibunya dizinai orang” Jelas Rasulullah
“Lalu apakah kamu suka jika putrimu dizinai orang?”
“Tidak!”
“Begitu pula orang lain. Tentu tidak suka bila putrinya dizinai orang” Jelas Rasulullah lagi
“Apakah kamu suka jika saudara perempuanmu dizinai orang?”
“Tidak!”
“Begitu pula orang lain. Tentu tidak suka bila saudara perempuannya dizinai orang” Jelas Rasulullah lebih lanjut
Mendapat serentetan pertanyaan interogatif dari Rasulullah seperti itu, akhirnya pemuda itu langsung tercenung dan menyadari kekeliruannya. Maka Rasulullah kemudian meletakkan tangan beliau di dada si pemuda dan mendoakannya.
“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya” (HR. Thabrani)

_____________________

Tinggalkan Bohong

Suatu hari datanglah seorang pemuda berandal kepada Rasulullah saw.
“Ya Rasulullah, izinkanlah aku masuk Islam!”
Maka Rasulullah segera menuntun pemuda itu membaca syahadat. Dan setelah itu, si pemuda kembali mengajukan sebuah permohonan izin.
“Ya Rasulullah, kini aku telah masuk Islam” Katanya. “Tapi sekarang izinkanlah aku untuk melakukan kemaksiatan yang aku sukai”
Mendengar permintaan itu beliau hanya tersenyum simpul.
“Tidak apa-apa” Kata beliau “Tapi apakah kamu mau berjanji kepadaku?”
“Janji apa itu ya, Rasulullah?”
“Janji bahwa mulai saat ini kamu akan meninggalkan bohong!” Pinta Rasulullah
“Hanya itu ya Rasul? Kalau hanya itu, aku sanggup!” Katanya meyakinkan
Maka berjanjilah pemuda itu kepada Rasulullah bahwa ia akan meninggalkan bohong. Kemudian ia minta izin pulang dengan perasaan senang karena ia tidak diperintah untuk meninggalkan maksiat tetapi hanya diminta untuk tidak bohong saja.
“Enteng...” Pikirnya
Sampai suatu ketika, di satu jalan ia bertemu seorang wanita tuna susila yang sangat cantik sehingga membuat syahwatnya naik. Maka diajaknya wanita itu untuk berzina di sebuah rumah. Namun ketika hampir terjadi perbuatan zina, tiba-tiba pemuda itu ingat janjinya kepada Rasulullah.
“Oh iya, aku sudah janji kepada Rasulullah untuk tidak bohong” Katanya dalam hati. “Jika nanti aku bertemu beliau kemudian ditanya “Apakah kamu berzina?”, bagaimana aku menjawabnya? Kalau aku bilang “ya” sudah tentu terkena hukuman, jika aku bilang “tidak” artinya aku bohong dan itu melanggar janji kepada Rasulullah”
Maka terjadilah perang batin antara ingin terus melakukan zina dan ingin menepati janjinya kepada Rasulullah di dalam dirinya. Peranglah bisikan syetan melawan bisikan malaikat dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak berzina.
Begitulah, setiap kali ingin berbuat maksiat ia selalu teringat janjinya kepada Rasulullah dan berfikir-fikir seperti kejadian zina di atas. Sampai ketika ia merasa sudah tidak berkutik, ia kembali menghadap Rasulullah dengan penuh kekaguman.
“Anda benar, ya Rasulullah! Anda hanya memerintahkan aku untuk meninggalkan bohong namun satu hal itu membuat aku tidak bisa berbuat apa-apa” Katanya kepada Rasulullah
Pemuda itupun kemudian berjanji tidak akan bermaksiat lagi dan Rasulullahpun tertawa mendengar pengakuan dan janji pemuda itu

Canda Rasulullah saw bersama Sahabat

Tiga Kali Jatuh Dari Atas Keledai

Suatu ketika Rasulullah melakukan perjalanan dengan menunggang keledai. Di tengah perjalanan beliau berpapasan dengan Muadz bin Jabal yang berjalan kaki.
“Naiklah bersamaku, ya Muadz!” Ajak beliau
“Terimakasih, ya Rasulullah, silakan Anda berjalan” Jawab Muadz rikuh
“Tidak apa-apa, ayo naiklah!” Paksa Rasulullah
Akhirnya Muadz pun naik dan membonceng di belakang Rasulullah. Namun baru beberapa langkah, keledai itu langsung ambruk karena kelebihan muatan sampai Rasulullah dan Muadz jatuh tersungkur bergulingan ke tanah.
Rasulullah bangun sambil tertawa riang sementara Muadz sedih karena merasa dialah yang menyebabkan Rasulullah jatuh. Namun Rasulullah kembali mengajak Muadz untuk naik bersama lagi untuk kedua kalinya dan untuk ketiga kalinya namun keledai itu tetap ambruk lagi dan ambruk lagi. (HR. Ahmad)

__________________________

Naik Anak Unta

Anas bin Malik bercerita bahwa suatu hari ada seseorang meminta sebuah kendaraan kepada Rasulullah.
“Ya Rasulullah, berikanlah aku seekor unta untuk kunaiki” Pintanya
Lalu dengan nada bergurau, Rasulpun menjawab permintaan itu, “Aku tidak punya unta, tapi aku punya anak unta untuk kamu tunggangi” Kata beliau
Mendengar Rasulullah hanya memiliki anak unta, orang itu serta merta menolak.
“Apa yang bisa ku lakukan dengan anak unta ya Rasul? Ia tidak mungkin kuat membawaku dan akupun tak mau naik anak unta” Katanya
Rasulullahpun tersenyum kemudian menjelaskan maksud perkataan beliau
“Bukankah yang dilahirkan oleh Unta itu namanya juga anak Unta?” Tanya Rasul
Orang itupun kemudian mangguk-mangguk seolah baru sadar kalau unta besar juga dilahirkan oleh Unta. (HR. Bukhari)

_____________________________

Mahal Di Sisi Allah

Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah memiliki seorang sahabat dari suku Badui bernama Zahir. Meski Zahir termasuk termasuk orang yang buruk rupa namun Rasulullah sangat menyayanginya.
Pada suatu hari, Rasulullah melihat Zahir sedang menjual barang dagangannya di pasar. Bermaksud bercanda, Rasulullah pun memeluknya dari belakang hingga membuat Zahir kaget dan memberontak.
“Hai siapa ini!? Lepaskan aku!” Teriaknya
Ketika menoleh ia tahu rupanya Rasulullah lah yang tengah menggodanya.
“Hayo, siapa yang mau membeli budak?” Kata Rasulullah dengan bergurau
“Lihatlah ya Rasulullah” Katanya memelas. “Anda jual sebagai budak saja aku tidak laku karena wajahku ini sangat buruk”
Rasulullahpun tersenyum mendengar keputusasaan Zahir dan beliau berkata, “Tetapi di sisi Allah, kamu adalah orang yang sangat mahal, ya Zahir” (HR. Ahmad)

Saturday, January 22, 2011

gurat tak bersyarat..


Jadilah musim ini milikku dan anganku , jangan lagi tentang aku dan menanyakan apa arti senyumku. Semua yang ku beri , jangan jadikan beban yang akan lama menenggelamkanmu. Maafkan segala kekuranganku dan lebihku. Semua kadang jadi senduketika beringsut dalam imanku. Aku cuma ingin jadi orang yang memilihmu. Dan menjadi seorang yang ada disampingmu kelak. Namun bila tidakpun ada harilain tuntuk menjawab dengan jawaban yang lain pula.
Ini bukan ungkapan sepele yang patut kau hiraukan.ini bukan Cuma sebuang rasa yang akan membuatmu melambung karena ku cintai. Namun inipun bukan ancaman yang akan membuatku lekas pergi dan bersiap untuk meninggalkanku. Aku sakit bila kau pergi. Karena terlalu sudah aku melabuhkan hati. Tak ada ice cream yg mencair jika suhunya tetap dingin. Tak ada hujan jika terik mentari masih terjaga di waktu.
Dan aku memimpikan saat kau berada disampingku. Kapanpun itu, aku akan disini. Hingga mentari tak bisa lagi berbias dengan pagi. Hingga hujan jadi sesuatu yang menenggelamkan semua angan dan khayalku. Ketika waktu bukan lagi hakku. Karena satu.takdir Tuhanku.

lalallalal...

......Waktu berlalu. Bahkan saat rasanya mustahil, waktu tetap terus berjalan. Bahkan disaat setiap detik pergerakan jarum jam terasa menyakitkan, bagaikan denyut nadi dibalik luka memar. Waktu seakan berlalu di jalan yang tidak sama rata, bergejolak dan diseret-seret, namun terus berjalan. Bahkan bagiku......

kata2na bella waktu di ditinggal edward di new moon....
sumpaahh...
guueeeeee bangeeeuuuddd...^^

cuplikan cerpen yang terpilih..


“lukisannya bagus,” ucapku sambil memotret dengan beberapa sudut.
Nino hanya melihatku dengan pandangan cueknya.
“bagus Cuma kurang nyeni” ucapnya sebari kembali meletakkan tangannya di saku.
Aku berbalik menatap cowok cuek itu dengan pandangan sadis.
“look at the picture, Mr. Complain.. lukisan sebagus itu kurang nyeni dimananya, haloo” ucapku sebal.
Namun tak ada tanggapan cowok super duper tidak menyenangkan itu malah beringsut pergi dan memilih menyusuri patung sendirian.
“liburan kali ini, gue guide orang gila” ucapku sebari berkaca pinggang dan mengikuti nino dari belakang.
***:***
Hai nama gue Dina Mahendra Kapela Antariksa, yup .. aneh ditelinga bukan? Tapi nggak penting . temen-temen manggil gue Dina. Itu lebih terdengar manusiawi dari pada kata lain di nama gue.
Jngan protes karena gue sendiri nggak bisa protes. Nyokap dan bokap adalah 2 orang pengusaha yang sedikit melenceng dari kebiasaan yang sewajarnya. Mereka juga menyukai hal-hal yang bersifai keilmuan, contoh paling kongrit adalah nama 2 orang anaknya yang terlanjur terkesan aneh. Oke mungkin gue yang aneh. Kakak laki-laki gue bernama Rizal Trus Eza Antariksa. Itupun bisa menjadi keren saat ia memakainya menjadi salah satu rencana nama band. Nama seaneh apapun bakalan terkesan keren untuk cowok dan cewek siap tergila-gila .
Nah gue? Gue adalah cewek pertama yang selalu dan selalu berhubungan dengan tata usaha untuk meralat jenis kelamin gue yang seharusnya perempuan (you know i means) nama gue yang selalu dikira cowok..(arrgghh...) .menyebalkan..
Nb : bukan curhat..hehe

cara melakukan transaksi menggunakan edc - Arma Setyo Nugrahani

  1.Pilih Menu Transaksi: Pastikan mesin menyala dan terhubung ke jaringan. Nyalakan mesin EDC, lalu pilih menu transaksi yang sesuai pada l...