Tuesday, August 19, 2014

Langkah demi Langkah... ^^


 hehe.... matur nuwun Pak Muhsin.. ^^ 
di ACC juga judulnyaaaa....... semangat ^^)9


 hehe... walaupun akhirnya beda judul skripsinya.. tetep kereen ^^


jilid proposal ^^


daftar sidang.. (dengan berdarah-darah)


hehehe... ngumpet ngumpet... ^^


berkas sidang... surat cinta buat penguji ^^


seusai sidang skripsi yang so sweeeettt ^^

siDANG yang mengesankan ^^



Alhamdulillah…. Telah terlaksana sebuah sidang dengan penuh drama dan retorika yang membahana … ehehehe…. Sidang skripsi gur yang awesome .. wonderful dan very very powerfull…. ^^
Tanggal 7 Agustus 2014 jam 13.00 menjadi salah satu gerbang hidup yang cukup di tunggu, apalagi para pejuang skripsi yang tenagh bergundah gulana (halah… ^^)
Dengan penguji 1 Bapak Muhsin dan Penguji 2 Bu Ismiyati dan penguji 3 Bu Palupiningdyah… SEMUA … begituu AWESOME … ^^
Di temani suami dan ibu magelang yang tiba-tiba datang tanpa di undang.. hehehhehe… matur nuwun ibu… ^^
Segalanya menjadi semuan momentum yang so sweet…. ^^

Tapi ini belum berakhir… ^^
Masih ada revisi… dan kuduu tetep semangaaaatttt ^^

Now…
Siap untuk melangkah?
Siap untuk tantanggan selanjutnya.. ^^
Setidaknya kini taka da sendirian..
Ada suami yang selalu ada di sampingku dan dedek kecil yang ada di perut…. Kitaa berjuang bertiga…
Semoga Allah memberi karunia, berkah dan takdir terbaik untuk kami..
Aamiin…


To be MORE and MORE…. ^^

Elegi Akhir Ramadhan..



Sekali lagi ada yang menggenang di sudut mata. 

Tepat di mata yang selama ini nampak berbinar dan bercahaya. Namun kali ini padam. Tumpah ruah berurai sendu. Yang nampaknya tak akan kunjung padam dalam sebentar. Karena ini tentang rasa.

Rasa sedih di tinggal bulan ini. 

Mungkin terasa berbeda. Sangat malah. Tepat di bulan ini ku mulai dan ku akhiri dengan perbedaan besar dengan tahun-tahun yang lalu. 

Berbagai cerita tertuang dalam sudutnya. Tak terpikir bahkan terbias seperti biasa. Namun fakta berkata lain, bingkai cerita berkisah lain. 

Tahun ini adalah tahun pertamaku menjadi seorang istri. Ramadhan pertama ketika mempersiapkan diri kehadiran si kecil. Entah bidadari atau pangeran yang kelak mendampingku di kala menuju usia senja. Namun itu tak jadi soal, aku telah jatuh cinta padanya bahkan sebelum ia dilahirkan. 

Tahun yang serba- pertama untukku ini 

bagaikan lembaran demi lembaran ilmu yang tak mampu ku uraikan sesaat. Pasti berpuluh paragraph dan beribu kosa kata bahkan berjuta makna yang akan ku sampaikan. Namun ku pastikan tak akan seluas samudra syukur yang ku haturkan pada Allah atas karuniaNYA yang tiada henti untuk kami. Hamba yang ingin kian mendekat walau senantiasa khilaf dan lupa. 
 
Di akhir ramadhan ini, aku menangis lagi. Bukan oleh apa dan mengapa. Bukan karena siapa dan dimana, bukan karena alasan atau praduga. 

Namun…

Karena..

Tuesday, July 15, 2014

Ramadhan, MUA dan Cinta



Ada yang terjerembab di mataku ketika kembali di tempat ini. Terlintas banyak hal yang membuat terpulau walau tanpa merona. Ada yang terselip dalam angan namun tak tersurat dalam keadaan. Ada yang terkisah walau tanpa serta kerinduan. Hanya sebuah kenangan. Masjid Ulul Albab.
Masjid kampus ini pernah membuatku begitu jatuh hati ketika mendatanginya. Bahkan ketika pertama kali menginjakkan kaki ditanah perantauan ini. Yang kini tertera adalah tempat ini menjadi saksi bisu banyak cinta terjadi di sudutnya. Sudut cinta tentang ukhwah dan islam. tentang ramadhan.
Ramadhan memang jadi awal perkenalanku dengan tempat ini. Karena awal berada di pertemuan ini memang ramadhan, hingga ketika kini menginjak ramadhan yang mengesankan selanjutnya jadi sebuah rute hidup yang enggan ku biarkan berlalu begitu saja.
Namun ada yang berbeda memang. Dulu aku berjalan sendirian. Entah dari kampus, kos maupun dari PKMU, ber-arah ke tempat ini. Menunjukkan diri mana yang seharusnya ku ingini. Mana ketenangan yang ku yakini. Mana cinta yang ku inginkan. Mana sujud yang ku tuju. Dan makna yang ku rengkuh di dalamnya. Ku temukan di tempat ini.
Dan kini aku tak lagi sendiri. Berdua, bertiga.. kami bertautan hanya satu. Mengharap ridhoNYA pada setiap langkah kami. Hanya menginginkan cintaNYA dalam setiap keputusan kami. Dan hanya DIA satu satunya tempat kami kembali.
Dan kini ketika rintik hujanpun turun. Menghadirkan kesejukan yang tak berubah dari pertama kali aku kenikmatinya 4 tahun yang lalu.
Tak terasa segalanya berlalu dengan indah. Dan ku yakini Allah selalu punya rencana terindah untuk hambanya. Yang terindah dari yang indah. Yang kita tak tahu harus mulai berkisah dari mana. Namun selalu terdapat syukur di dalamnya.
Kini, esok maupun suatu saat nanti. Ketika kita .. baik aku maupun kalian yang sempat membaca tulisan ini. Yang tahu kisahku, maupun yang hanya sekedar menengok hidupku kembali ke tempat ini. Ingin rasanya aku mengenangnya dengan indah. Dan mengenangnya dengan kenangan manis penuh kesan dan keistimewaan.
Semoga Allah menghadirkan berkah dan ridhoNya dalam setiap langkah kita..
See you…

*bersama rintik hujan*
*sabtu, 5 juli 2014*

Ibu Ibu Healingg ^_^

perjalanan pagii dari sekolah >,< ternyata sabtu pagi bisa semenyenangkan itu..  tiba di tempat tujuan pertama.... ayoo kecipak kecipu...