Tuesday, March 15, 2011

Ampuni aku..

Ku biarkan gerimis pagi menyapaku

Ku bagi hariku dengan keluguan sendu

Bukankah malam telah terlebur dalan cahaya?

Bukannya petah telah ku bungkam lewat pagi buta?

Namun mengapa masih saja ada hampa

Allah,

Enggan aku berandai,

Ketika rasanya tak ada yang adil jika aku terbebas dari gelisahku

Jalan dan langkah yang ku tempuh seakan jadi bukti akan kepiluanku

Allah,

Jaga hati dan niatku

Hanya padaMu

Menjalankan segala kesadaran diri hanya untukMu

Mennjadikan perbaikan ini berarti

Menjadikan syukur ini bermakna

Menjadikan diri ini semakin dewasa

Memiliki berbagai sikap dan keinginan untuk melanjutkannya

Allah,

Jaga aku..

Bimbing aku

Karena hanya dengan segala kehendakMu

Aku berniat dalam hati

Aku berikhtiar dalm laku

Aku berserah dalam takdir

Jadikan keinginan dan pemahaman ini hal yang benar untuk dibenarkan

Jadikan hal yang ada diniatkan itu berlaku jika kau ridhoi

Dan jadikan segala nya hanya tertuju padaMu

Maka jadikan segalanya indah pada

waktuNya..

waktu yang kau miliki

ya Rabb..

Ampuni aku..

Arma setyo nugrahani,~

Pejuang Jannah

Sekilas malam mengisahkan sejuta pengertian . bertabur mimpi yang membuat setiap orang enggan melewatkan waktu lelapnya. Beranjak dari segala aktivitas dan melepas penat dengan kesenjangan. Seakan mengapdikan diri dengan kelelahan ,berpasrah dengan kebiasan diri dan kemudian terlelap diantara tidurnya yang menantikan ketenangan.

Namun tak semua seperti itu. Ternyata sosoknya berbeda. Tak ada tidur lelap. Tak ada hari tenang. Tak ada takluk pada kelelahan. Wajahnya tang teduh itu disibukan dengan bacaan dan pemikiran tentang umat. Apa yang dibutuhkan umat? Apa yang salah? Bagaimana yang benar? Apa yang umat akan lakukan kedepan. Dia terdiam dibalik bilik kecilnya dan bersenda gurau dengan kelincahan pikirannya sendiri.

Sesekali aku hanya terdiam, saat ia terbungkam dengan doanya. Aku melihat keiklasan luar biasa tentang apa dan bagaimana menjalani hidup. Bagaimana ia bisa membagi dirinya menjadi bagian kecil untuk memikirkan hal lain yang luar biasa. Dalam keadaan letihpun seakan ada satu nama yang membingkai segalanya. Allah.

Coba kau singgah di bilik kecilnya. Ada sedikit yang berbeda dari kamar lainnya. Dari pertama melihatnya. Kau takkan percaya, bahwa pandangan pertama saat melihat pintu kamarnya saja itu berbeda. Ada banyak catatan kecil yang tertempel disana. Sengaja , ia menaruh pulpen dan cataan kecil yang ia beri perekat.

‘akh, 3 kali saya kesini namun tak pernah ketemu,bisa ngisi pelatihan hari minggu, mohon hubungi saya di 08-- - . saya tunggu, sukron. Ridwan’

‘akh, ada yang minta bantuan ngisi kajian, bisa bantu nggak? Rio’

Yah seperti itu pesan yang tertempel disana yang lainpun tak jauh berbeda, seputar kegiatanlain. Namun akhirnya senyummu benar” akan ikut terukir saat melihat satu pesan.

‘akh, kemaren yang masak nasi ditinggal ya? Haduh.. bilang” akh..gosong. keburu kemana sih hehehe”

Kau boleh sesekali mencoba mengetuk kamarnya, walau terkadang harus menelan kecewa . karena penghuninya lebih sering menghabiskan waktu di luar dengan kegiatan yang beragam dan kesempatan hidup yang enggan ia siakan. Namun jangan enggan tetap menunggu. Karena beberapa kawannya siap menyambutmu dan mempersilahkan mu masuk kesana. Yah.. kamar itu memang sengaja tidak dikunci. Kuncinya telah terpasung diatas pintu . kebiasaannya sejak semester awal disini. Bahwa itu memang bukan sepenuhnya kamarnya. Siapapun boleh masuk asal bisa bermanfaat.

Hanya saja tetaplah tinggal untuk sekedar berbincang karena nantinya kau akan melihat takjup kamar rapi dengan ornamen aktivis disana. Banyak hal yang bisa kau cerna. Ada berbagai poster, namun tebak siapa yang menjadi arah hidup nya. 2 poster tulisan yang terpasang tepat di tembol di depan tempat tidurnya.tebaak siapa? Band ? bukan. Artis ? bukan, kawan. Pahlawan? Ya. Pahlawan hidup yang jadi kagumannya hingga ke sujud malamnya.

Tertulis ALLAH DAN MUHAMMAD dengan tulisan arap disana.tepat didepan tempat tidur. Hingga dalam bangun dan menjelang tidur, kau dapat mengetahui apa yang berawal dan berakhir pikirnya.

Ya setiap pengunjung pun tersenyum seperti itu. Seperti yang kini kau lakukan kawan. Kamar ini tak begitu lapang, namun juga tak sempit. Kau tak akan melihat hal yang berlebihan , namun juga tak kekurangan. Satu almari. 1 tempat tidur , dan satu tivi hinggan 3 rak buku. Semuanya tertata dengan sempurna dan elegan. Tak lupa karpet coklat yang selalu digunakannya untuk menerima tamu hingga diskusi.

Ada kedekatan tersendiri, ketika kau melihat kamar itu ada beberapa poster kegiatan dari yang telah berlalu hingga yang akan datang. Ada namanya terselip di beberapa poster hingga ada beberapa plakat hingga penghargaan. Namun susunan buku yang ada disana yang akan membuatmu tersingkap malu. Bagaimana bisa ditengah kesibukannnya ia masih bisa membaca dan mengumpulkan buku demi buku. Mungkin temannya yang tadi menemanimu akan bercerita banyak tentangnya. Tentang kamar ini yang memang diperkenankan untuk disinggahi , untuk baca buku untuk nonton tivi yang bermanfaat , dan untuk berdiskusi.

Dan senyummu tak akan berhenti sampai disana saat melihat satu sajadah agak kusam di sudut ruangan. Tergelar sajadah coklat yang memang agak tua disana. Kawan, sajadah itu adalah sajadah dari ayahnya. Itu bagai sebagai bekal untuk selalu mengingat Allah dan keluarganya di perantauan. Dan saat kau menoleh kekanan kau akan melihat 4 foto disana. Yang pertama adalah foto satu keluarga, foto ibu, foto ibu dan ayahnya, dan fotonya bersama saudaranya.

Ada hal yang tak akan dilupakannya. Bahwa ia tak tinggal sendiri di dunia. Ia masih punya keluarga dan masih memiliki adik untuk dibimbing.

Dan ketika itu , kamar adalah wujud sang pemiliknya. Kau akan mengenalnya lebih jauh. Tumpukan buku itu akan bercerita banyak tentang pengetahuan luasnya. Sajadah yang kusam itu seakan mengutarakan dirinya yang enggan meninggalkan malam untuk terlelap panjang.

Dan senja akan mengantarkanmu untuk menemukannya di musola dekat kos-kosan . ia tengah melepas lelah ditengah teduh hari dengan Al-Quran ditanganya. Coba lihat wajah itu. Coba dengan suara nan menyentuh itu. Coba perhatikan lafal itu. Kau akan mengenalnya tanpa berkenalan.

Kawan, tak perlu mengenalnya . tak perlu berbincang banyak dengannya. Hanya sapa ramah sekenanya yang membuatku tau tentangnya. Namun banyak yang kau pelajari tentangnya. Karena laku dan akhlaknya telah banyak mengajari sesuatu yang membuat banyak cerita tertoreh dibanyak tempat. Jejak yang ditinggalkannya. Dan kebajikannya yang tak terlupa.

Dan saat ada keengganan untuk menggangu waktunya ada selembar kertas tulisannya yang akan kau lihat di mading musola yang akan membuatmu bertambah kagum akan sosoknya.

“dakwah yang sesungguhnya berawal dari diri sendiri

Perbaikan diri dan pembelajaran hidup

Saat melangkah dengan Allah dan iklas akan takdirNya

Tak akan ada kecewa ketika gagal

Tak akan ada sombong dan angkuh ketika menang

Tak ada gelisah ketika berada di kebimbangan

Allah pengatur dan pembentuk segalanya yang paling indah

Maka azzamkan segalanya dijalanNya

Maka kau akan temukan jalanmu..

Menuju jannah”

Arma setyo nugrahani,~

12 maret 2011

01.38 am

Thursday, March 10, 2011

kebiasan

sungguh

menangis

diam

awan

sepi

limbung

keluh

niat

ilham

sakit

malam

sunyi

hingga





putih


arma setyo nugrahani,~

Anggrek

Aku menamaimu Anggrek

Seseorang yang meniti hidup dan kemewahan rasa

Aku menilaimu anggun

Yang mencabik gelisah nan mengurai gundah

Aku memulai dengan kata

Kau beri kisah dan laksana keiklasan jiwa

Aku mengenalmu dalam diriku

Membimbing dan mengutamakan hati dan keinginanku

Seakan memperbolehkan kau ikut larut pada ragaku

Dan aku yang tak lagi sendu

Dan aku yang memiliki hati untuk kembali padaNya..

Aku dan diri yang mengagungkan kebesaranNya..

Dan kau anggrek

Silahkan tinggal

Asal tak mengusik diri dan mengguncang iklasku pada takdirNya..

Arma Setyo Nugrahani,~

:D

Anggrek



Aku menamaimu Anggrek
Seseorang yang meniti hidup dan kemewahan rasa
Aku menilaimu anggun
Yang mencabik gelisah nan mengurai gundah
Aku memulai dengan kata
Kau beri kisah dan laksana keiklasan jiwa
Aku mengenalmu dalam diriku
Membimbing dan mengutamakan hati dan keinginanku
Seakan memperbolehkan kau ikut larut pada ragaku
Dan aku yang tak lagi sendu
Dan aku yang memiliki hati untuk kembali padaNya..
Aku dan diri yang mengagungkan kebesaranNya..
Dan kau anggrek
Silahkan tinggal
Asal tak mengusik diri dan mengguncang iklasku pada takdirNya..


armaarmi,~

MENGENALI KU



aku terdiam..
tak bergurau dan bercanda
hanya seutas rasa melingkar di dada
membuatku merasa berbeda
aku merasa
tak satu orangpun membawa
kata jingga yang meredam
sungguh dunia diantara mereka
anak jalanan yang enggan binasa
terunduk dan menantikan
hilangnya abaian
dan kemungkinan di terima
namun aku terdiam
dan memimpikan kasih dan sayang
dari
keluarga yang sempurna..



arma setyo nugrahani,~

Wednesday, March 9, 2011

Pembelajaran Hidup

“Pembelajaran hidup bukan dimulai dari ketika kita mendapat masalah dan menyelesaikannya, namun lebih jauh. Hidup adalah pilihan. Bahkan ketika kita belajar menerima senyuman dan mengabadikannya lewat penjagaan hari dan memaknainya.”

Entah dari mana.. aku pernah beranggapan bahwa hidup ini hanya sekedar rangkaian kejadian. Berawal dan berakhir dengan semestinya. Hanya sebuah cerita yang telah tertulis dalam takdir. Dan tak seharusnya menjadi pemikiran. Tinggal kita saja yang melaksanakannya. Jalani saja. Ya seperti itu hari berganti.
dan kita?
Ya, saat itu menurutku kita hanya seorang aktor dan aktris kehidupan. Yang telah tersiapkan di dalam akal bahwa kita harus bertindak dan berarah sesuai dengan skenario Yang Kuasa. Dan dulu, entah dari mana asalnya aku selalu mempunyai keluh itu. Bukan hal yang menyenangkan lho saat harus mengeluh tentang kehidupan kita sendiri. Nampak tak bersyukur dan tak bisa mengabadikan apa yang akan ada dengan lebih baik.
Karena dulu aku tak seperti sekarang , kawan..
Karena dulu aku bukan arma yang memandang segalanya lewat kacamata keoptimisan dengan sejuta impian dan cita seperti saat ini. Karena arma dulu bukan orang yang bebas berpikir dan berkarya seperti saat ini. Karena arma yang dulu bukan seorang yang idealis dan memikili prinsip dan pandangan Islam dengan sesungguhnya seperti saat ini.
Ya.. semuanya adalah proses . dan proses itu rasanya menyeluruh hingga meninggalkan berbagai angan dan berjuta coretan pena kenangan yang mengalun pelan seperti simfoni alam di pagi hari.
Dan entah kapan aku memiliki dan mendapatkan jati diri seperti ini. Sehingga berbagai kata dapat terangkai dengan sendirinya. Sehingga angan mengadakan berbagai perbincangan dan diskusi tentang masa depan. Sehingga cita dan impian terangkayi dalam bait bait puisi yang ku lantunkan di sepertiga malam terakhirku.
Seringkali menjadikanku lebih mengerti akan hal yang tertulis dan terangkai dalam siklus alam yang bernama belajar. Ya belajar tentang hidup. Mengajari diri tentang menerima dan memaknai hati tentang sebuah keputusan.
Ternyata hidup yang serumit ketika kita mengajukan pertanyaan matematika pada anak FBS atau hidup yang seperti kita mendiskusikan filsafat dengan anak Tehnik. Karena hidup punya cara sendiri dalam mengajari kita tentang makna hidup. Aku pun begitu , tak dalam sekejap aku bisa menemukan rangkaian kejadian dan maknanya.
Namun kini bahkan dalam sendiri aku bisa berdebat dengan nurani, memperbincangkan tentang tantangan hidup dan keinginan hati, seperti itulah sebenarnya atau seperti ini seharusnya.
Dan dalam malam aku menemukan diriku, dalam petang aku menyanggupi keputusannku. Ada kesan tersendiri ketika bisa membiaskan tulisan lewat nada dan alunan cerita itu sendiri.
Aku memimpikan hal yang tak terpikirkan dari mula tentang diriku, keluarga, masadepam, hingga dunia.
Entah kenapa dulu sering aku merasa bentrok dengan anganku sendiri. Siapa sih aku sehingga bisa bisanya memikirkan dunia? Siapa sih seorang arma yang ingin memberikan sedikit alasan dan jalan penengah untuk pemerintah? Dan siapa sih arma sehingga berani mengkritik dunia?
Namun ada banyak kedewasaan yang dulu aku ancam untuk bungkam namun kini ku syukuri. Memang sejujurnya sikap dan pemikiran kritis ini terkadang menjadikanku berbeda, bukan.. aku memang berbeda.
Sedari dulu terlalu banyak pemikiranku yang tidak terakomodasi mungkin. Atau karena aku lahir di keluarga yang membinaku dengan banyak masalah dan membuatku kewasa sebelum waktunya?
Aku iyakan saat sebagian besar berkata masalah mendewasakan. Aku telah belajar jujur dengan diri dan hidupku sejak awal hidup. Aku terbiasa mendengar nyata dunia yang berbanding terbalik dengan cerita cinderella. Aku terlalu banyak mendengar kisah masa lalu dengan perjuangan dibanding terbalik dari cerita ber ending bahagia selamanya di jemput pangeran.
Banyak sebab yang membuat ku menjadi seperti sekarang. Mungkin karena itu juga aku belajar agama dengan caraku. Aku mengerti dan memaknai Islam dengan caraku. Aku menemukan Allah dan kehidupan yang layak dengan ketergantungan diri pada doa dan ikhtiar juga dengan caraku sendiri.
Aku mendapatkan sejuk dan redam memerah pipi hingga tetes air mata dalam sholat juga dalam pemikiranku. Aku mengabadikan jilbab dalam tubuhku bukan karena pemikiran satu dua jam. Abu berbeda. Itu yang aku tau . itu yang ku rasa dan itu yang membuatku terkadang berpikir jauh dari apa yang diprkirkan teman sebayaku.
Maka dari itu aku dekat dengan sosok ibu dan bapak. Hingga keseluruhan baik dan buruk mereka. Dan begitu pula denganku. Sering kali aku tertegun dan merasa begitu berbeda ketika sebagian dari banyak temanku mengabadikan masa remaja dengan berpacaran dan bermain dengan teman . sedangkan aku?
Ya.. aku mengabadikan masa ku lewat buku, diskusi dengan bapak dan ibu, mengunjungi banyak tempat dan pengetahuan. Mengunjungi perpustakaan setiap minggu dan mengenali banyak hal termasuk cerita cinta lewat itu.
Ya.. menggelikan memang, namun itulah hidup. Aku bahkan tahu bahwa aku bukan seorang pemenang . karena teori logika pintar adalah seseorang yang mendapatkan nilai 10 di matematika? Sedangkan aku tak ahli dibidang itu namun bahasa, namun aplikasi namun berkawan dengan diskusi disanalah aku berkembang sebagai remaja tangguh dan tak terkontaminasi dengan hal yang tak berguna semacam patah hati walau tahu tentang hal –hal itu.
Dan hidup menurutku ya seperti saat ini. Hidup adalah pilihan. Karena kita semua adalah dalam proses pendewasaan diri. Menerima dan memaknai setiap kejadian dengan cara kita sendiri. Menentukan langkah dengan pemikiran kita dan mengabadikannya dengan keputusan kita.
Beberapa orang sering beranggapan sepertiku dulu. Mengapa kita berbeda , mengapa kita ‘terlihat’ gagal , mengapa, mengapa oh mengapa..
Namun tidak, kawan..
Ini bukan karena takdir. Ini karena pilihan. Bagaimana Allah atau Tuhan sudah sangat adil. Kita semua memiliki 24 jam yang sama dalam sehari dan memiliki 7 hari dalam seminggu, sama memiliki 7 hari seminggu dan memiliki 12 bulan dalam setahun. Hanya saja yang membedakan itu semua adalah bagaimana kita mengabadikan semua itu. Bagaimana kita memperlakukan semua itu bagaimana bisa menghasilkan kenangan dan karya lewat hidup yang kita miliki itu.
Tak semudah hidup lewat dirimu yang dulu. Tak seperti menerima hal yang sama dengan angan yang sama. Karena hidup adalah sebuah pilihan , bagaimana Allah bisa menolong kita bila kita tidak bergerakk dan berikhtiar. Bagaimana kita ingin dibantu kalao kita tidak meraih tangan yang akan membantu kita untuk berdiri. Saat ini adalah space hidup yang ingin mengabadikan karyamu.
Dunia menantimu kawan,
tak ada yang tak mungkin.
Setiap dari kita adalah pembaharu di lingkungannya.

cara melakukan transaksi menggunakan edc - Arma Setyo Nugrahani

  1.Pilih Menu Transaksi: Pastikan mesin menyala dan terhubung ke jaringan. Nyalakan mesin EDC, lalu pilih menu transaksi yang sesuai pada l...