Dulu sebelum jauh mengerti tentang dunia aku sering mengibaratkan ketimpangan sosial ini menjadi sebuah ‘tumbal peradaban’. Orang dinyatakan kaya karena ada orang miskin dan sebaliknya. Atau ketimpangan sosial hanya sebuah kamuflase kebodohan dan kemalasan seseorang pada ke pesimisan kehidupannya?
Menjelajah pada yang terjadi dahulu tentang sejarah dunia bukankah selalu ada pergolakan. Bahkan itu masih terjadi di era saat ini termasuk pada saat mubarok turun tahta dan tengah menanti imbal impas atas apa yang di lakukannya.
Namun aku terlalu tak banyak tahu . Jadi penjelmaan dan penerjemahaman tentang suatu peristiwapun belum bisa sepenuhnya bulat utuh. Melihat rumah di pinggir sungai itu, meniti langkah di tengah pengemis yang berjajar itu atau suara kecrekan pengamen kecil yang wajahnya mengiris hati namun faktanya sering menipu lewat bisnis yang dilandasi dengan kata ‘kemiskinan’.
Semarang, 9 agustus 2011
22:09 pm
Menjadi yang terbaik adalah sebuah kebanggaan, Namun menjadi bermanfaat adalah kebahagiaan yang hakiki.. (armaarmi)
Wednesday, August 10, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menjalani dan Menikmati Hidup
ada banyak hal yang tidak bisa kita pilih dan tentukan banyak kejadian terjadi dan tidak bisa kita hindari banyak kesempatan kita lewati dan...
-
Soal 1 Toko “FreshMart” yang berada di sekitar sekolah kamu sedang berusaha meningkatkan penjualannya. Mereka melakukan promosi di media sos...
-
Senja selalu punya cara lembut untuk menyapa jiwa yang lelah. Di tanah rantau yang asing dan penuh teka-teki, kehadiran senja seperti peluk...
-
Aku hanya seorang perempuan, yang kini lebih paham bahwa hidup ini adalah anugerah. Setiap luka dan air mata yang jatuh, adalah bagian dar...
No comments:
Post a Comment