Thursday, January 26, 2012

Tetap selalu di hati.


Ada banyak hal yang membuat saya bertahan untuk berada di suatu tempat maupun organisasi, namun salah satunya adalah Cinta. Dan pada awalnya hingga saat ini, Sekolah Kader Bangsa (SKB) memiliki cara untuk membuat seorang arma untuk jatuh cinta. Berada dalam sebuah organisasi kemahasiswaan yang kemudian merupakan organisasi yang bersifat semi otonom memiliki banyak ‘kegalauan’ dan ‘ kelebihan’ yang nantinya dapat terjadi di SKB kedepan.

3 periode telah ditempuh SKB dengan segala bentuk perjuangan. Dari mulai angkatan 1 yang memperjuangkan bentuk pengakuan hingga angkatan 3 yang memiliki kapasitas untuk lebih membentuk pribadi anggotanya sebagai kader yang kemudian dapat berkontribusi di setiap lembaga dan lini kampus. Hal tersebut tercermin pada salah satu goal setting yang ada adalah menwujudkan lembaga kemahasiswaan menjadikan kadernya adalah basis gerakan untuk organisasi intra maupun ekstra kampus.

Disini SKB merupakan organisasi pertama yang mempertemukan seorang arma untuk melihat dunia secara lebih nyata. Melengkapi rasa penasaran yang selama ini belum terjawab dan mengukirkan sejarah luar biasa yang nantinya dapat menjadi sejarah bukan hanya cerita yang mudah di dilupakan. Kemudian menlanjutkan angkatan 3 merupakan sebuah PR besar untuk kami sebagai kader bangsa. Bahwa keberadaan SKB bukan hanya sekedar training saja namun sebentuk organisasi real dan kongkret yang mencetak kadernya lebih dari sekedar biasa.

Berada di tempat yang strategis dalam lini fakultas maupun universitas menempatkan SKB dalam sebuah posisi yang nantinya dapat berkontribusi lebih untuk UNNES dan Indonesia pada umumnya. Disinilah makna cinta itu tersirat dengan lebih bijak dan terkonstruksi lebih spesifik. Bahwa SKB pernah dan akan selalu memiliki peran di kampus.

Dengan adanya SKB yang lebih solid dan terkondisikan kedepan SKB memiliki peluang untuk mencetak kader yang bukan hanys siap menjadi staff di kampus namun juga kader yang terkualifikasi untuk menjadi ketua lembaga di UNNES. Banyak hal yang perlu SKB benahi , oleh karena itu kami berharap banyaknya saran dan kritik yang membangun untuk kemajuan SKB kedepan. Terlebih ketika memang adanya hal yang di rasa dapat menjadikan kader SKB untuk bisa menambah kapasitas intelektual dan kepekaan sosial dalam atau luar kampus UNNES pada umumnya. (arma- unnes)

PENDIDIKAN MURAH sebagai salah satu SOLUSI PERMASALAHAN BANGSA.


Pernahkan kita sadari sedikit tentang mereka yang ada di jalanan. Pernahkan kita tergerak menatap mereka yang mengemis di trotoar. Mungkinkan kita mau sedikit menengok pada mereka yang melilit lapar di kolong jembatan. Akankah kalian mendengar jerit tangis para pejuang sesuap nasi di tengah peluh kepanasan. Tak kah kalian mengenali sapa tanpa kata dari mereka yang berjejer lesu di sudut kota atau mereka yang terdiam di sudut desa tanpa aksara.

Indonesia adalah negara yang kaya raya. Tambang emasnya yang melimpah. Lautnya yang tak ternilai keindahanya. Hasil buminya yang melimpah walau tanpa di tanam dan tinggal memetik dari tempatnya.

Namun pernahkan kita membaca yang tertera di permukaan mata. Rayat yang sengara tanpa mantra sesyukuran dalam dada. Korupsi yang membahana tanpa cela. Hingga penganggurannya yang bergerak geriliya tiada henti bergantian di stasiun berita kriminal . atau mereka yang terpasung pada kebencian kepalsuan dunia yang memilih apatis dan hanya berpihak pada perut dan kehidupannya tanpa memandang nasip bangsa yang membuatnya nyaman menyuap lauk berdana ratusan juta.sedit menyelidik tentang masa depan bangsa kita tak akan lepas dari pendidikan di Indonesia.

Pada dasarnya Indonesia tak pernah kehilangan kepeduliannya terhadap nasip anak bangsa yang terlahir di wilayah bangsa ini. dari mulai bos hingga bidik misi, usaha pemerintah cukup memberikan ruang yang membuat sedikit harapan. Namun coba kita tengok kembali bagaimana gedung-gedung sekolah yang ada di berbagai daerah bahkan di pinggiran jakarta di ibu kota.

Tatap kosong yang mereka pancarkan menyiratkan banyak hal yang mencerminkan bagaimana Indonesia kedepan. Keinginan yang tertambat untuk menjadi lebih baik dan dapat menjadi aset bangsa untuk berbaikan itu terlibas oleh keangkuhan dunia. Pendidikan adalah hal yang harus mereka dapatkan. Bukanlah jelas diamana mereka berhak memiliki pendidikan yang layak dan lingkungan yang mendukung. Bukan malah di menjadi aset kelola kepentinga kalangan yang tidak bertanggung jawab.

Pendidikan yang baik dan dengan biaya yang murah dan terjangkau merupakan hal yang dapat menyelamatkan Indonesia. Dengan anak bangsa mereka memiliki kepastian akan adanya sebuah kejelasan akan hal yang mereka impikan. Sekolah dan pendidikan bukan merupakan hal harus di jadikan monopoli oleh pihak yang bertanggung jawab. Disinilah peran yang trategis , dimana para anak bangsa yang terdidik mampu lebih kreatif dalam menyelesaikan permasalahan bangsa yang ada.

Hal itu bukan hanya sekedar berbincangan di muka. Diharapkan pemerintah mampu lebih apresiatif dalam adanya peningkatan adanya bantuan pendidikan hingga perbaikan fasilitas sekolah yang lebih progresif dan terpantau.

Bukan hanya sekedar memberi bantuan semata namun dapat meninjau hingga memberikan perhatiannya untuk generasi yang nantinya menjadi cikal PEMIMPIN Indonesia yang tidak akan kehilangan ‘N’ nya dan hanya menjadi seorang PEMIMPI. (arma- unnes)

"Transformasi Muslim Negarawan menuju Kepemimpinan Nasional"


Menjadi catatan besar bagai KAMMI Komsat UNNES untuk menyelenggakan runtutan acara yang berlangsung sebagai penutup periode Komsat yang berakhir di Musyawarah Komisariat. Hingga pada tanggal 22 Januati 2012 terselenggara Talkshow Pergerakan dengan tema “"Transformasi Muslim Negarawan menuju Kepemimpinan Nasional"”. Agenda besar KAMMI yang bertekad untuk melahirkan pemimpin pemimpin muda yang siap berkompetisi untuk menjadi pribadi pemimpin yang siap memperbaiki Indonesia.

KAMMI sebagai lembaga yang independen mampu menentukan sikap dimana berada. Begitu pula kadernya,yang berarti harus mampu dan siap dalam menerima kepemimpinan wilayah maupun negara pada prosesnya. Pada hal yang lebih khusus KAMMI telah membentuk kadernya dengan berbagai bekal ilmu maupun kapasitas untuk menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

KAMMI Komsat UNNES telah menyumbangkan banyak kadernya di berbagai lembaga kemahasiswaan khususnya di UNNES. Telah banyak kader yang kemudian membawa bekalnya untuk menduduki tempat strategis yang kemudian menjadikan mereka dapat lebih jeli dan mampu membuat kebijakan untuk berbaikan mahasiswa di kampus secara khususnya. Sehingga pada kedudukan itu kader KAMMI dapat menjadi poros perbaikan yang kongret di kampus.

Tidak hanya dalam lingkungan kampus, perbaikan dan penataran yang di lakukan oleh kader KAMMI dipersiapkan pula untuk tingkat kepemimpinan yang lebih luas dari yaitu negara. Ust Ilyas menyebutkan ada beberapa kriteria pembelajaran yang seharusnya lebih intensif di pelajari oleh kader KAMMI yaitu sejarah, geografi, bahasa atau sastra maupun ekonomi yang merupakan salah satu faktor yang harus di perbaiki saat ini.

Untuk melengkapi semua itu ada satu aspek yang tidak boleh di sepelekan adalah olahraga atau fisik kader. Karena secara garis besar seorang pemimpin merupakan kader yang siap dan sigap dalam segala suasana dan kondisi. Dengan itu di butuhkan kader yang sehat fisiknya untuk bergerak dan mampu berpikir secara jernih dan terstruktur dan tidak gegabah.

Di jelaskan pula bagaimana kita sebagai seorang kader yang nantinya menggantikan pada petinggi negara yang tengah bertahta saat ini seharusnya dapat mengenali dan merencanakan masa depan. Perencanaan itu juga sebentuk keseriusan dan target yang terstruktur bukan hanya harapan semata namun adalah keinginan yang terstruktur dan terencana walau pada akhirnya Allah lah dimana kita meletakkan kepastian.

Banyak ilmu dan transfer pengalaman yang kemudian menjadikan kader Kammi di komsat UNNES dapat lebih cerah memandang masa depan. Gaya pembawaan yang mudah berkomunikasi serta komunikatif dengan peserta dan mampu membawa suasana cair mambuat para peserta mudah menangkap apa yang di utarakan oleh pembicara.

Secara garis besar acara ini lebih dari sekedar perbincangan yang hanya selesai ketika acara ini berlangsung. Namun secara berkelanjutan, baik pihak panitia maupun peserta mampu mengambil makna dan kemudian mengaplikasikannya di kehidupan keseharian. Dengan demikian kader KAMMI dapat lebih tangguh menatap masa depan dan pantang menyerah dalam menanggapi masalah yang hadir dalam hidupnya ( arma – unnes )

Wednesday, January 25, 2012

Dari KAMMI untuk Bangsa


Begitu pentingnya arti seorang guru dalam kehidupan kita. Yang mengajarkan kita banyak hal tentang akhlak, ilmu hingga bagaimana kita menyikapi suatu permasalahan. Hal tersebut yang membuat KAMMI Komisariat UNNES memilih buku berjudul GURU HARAPAN BANGSA sebagai buku yang diuraikan dalam Bedah Buku KAMMI Komsat UNNES.

Agenda ini berlangsung pada tanggal 23 Januari 2012 di Gedung Serba Guna FIP UNNES. Dengan peserta yang hadir dari berbagai fakultas bedah buku kali ini banyak membahas tentang peran guru dalam kehidupan sehari hari. Seorang guru bukanlah hanya sebagai sarana transfer ilmu saja namun lebih dari itu guru adalah tauladan dan panutan langsung bagai para peserta didik.

Saat ini banyak hal yang mulai tidak berada pada tempatnya sekaligus pendidikan seorang guru yang kemudian lebih di khususnya sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa sebagai cikal bakal keguruan di Indonesia dimanapun berada memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki dan melakukan pengelolaan diri yang maksimal dimanapun berada. Seorang mahasiswa nyang memiliki tujuan atau daslam prodi-nya nanti memiliki tujuan untuk menjadi seorang guru seharusnya memiliki kefahaman lebih tentang peran seorang guru.

Guru sebagai seorang tauladan seharusnya mampu menyelesaikan dirinya sendiri. Dalam sisi ini guru harus nmempu menjadi pemimpin bagai dirinya. Seorang yang mampu memilih dan memberikan keputusan terhadap suatu masalah. Seseorang yang mampu menjadi tauladan bagai secara sudut pandang ilmu maupun dalam sudut pandang keakhlak-an.

Selepas selelai dalam pengelolaan untuk dalam lingkungan dirinya. Guru memiliki sisi dimana dia harus memiliki penyelesaian dalam memiliki jaringan. Sebagai seorang pendidik haruslah peka terhadap berbagai masalah dan dapat membaca keadaan siswa. Seseorang yang mampu menjawa ritme atau kesemangatan muridnya. Dapat terus inovatif terhadap bahan ajar hingga memiliki banyak cara untuk tetap dapat menarik peserta didik.

Selanjutnya pendidik merupakan seorang konseptor. Konsep disini ndapat berarti luas bahwa dalam kepemimpinannya di dalam maupun di luar kelas beliau harus mempu menjadi penyusun tatanan perkembangan maupun ilmu yang harus diperoleh untuk peserta didiknya.

Yang terahir dan yang peling tenting adalah guru harus memiliki sikap istiqomah dan ketaqwaan yang tak bertepi hanya pada Allah. Karena dengan perjalanan yang panjang untuk melaksanakan peran tersebut bukan berarti dapat di lewati dengan lapang dan tanpa masalah.dengan banyak nya masalah akan membuat guru menjadi sosok yang tanggung dalam pengajaran dan berpengalaman profesionalitas merupakan hal yang patut untuk terus di perjuangkan.

Sedikit cuplikan di atas tidak mampu mengungkapkan ilmu yang di berikan oleh Maukuf sebagai penulis dari buku yang di bedah pada periode ini. banyak hal yang di berikan mulai dari tips hingga berbagai pengalaman beliau yang mengesankan. Dengan pembawaan yang menyenangkan dapat menarik minat peserta untuk mengikuti acara tersebut hingga akhir. Demikian panitia berharap banyak adanya perbaikan kualitan hingga kuantitas sebagai seorang guru karena sesuai dengan tema bahwa guru merupan faktor besar untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia yang akan membuat perbaikan di Indonesia. (arma-unnes)

Wednesday, January 18, 2012

Diskusi masih berlangsung


Pada kondisi kekinian, banyak diantara kita yang mulai jenuh terhadap keadaan. Ingin mencari dan membuat segala hal baru yang membu membuat mata kita kembali bersinar dan berpikir lagi. Ingin lebih jeli menatap masa yang akan datang dan kemudian membungkam keadaan. Ingin lebih jauh berpikir dan memetakan masalah bukan hanya sekedar pembuatan suatu acara.

Itu yang terpikirkan padaku. Entah karena lingkungan atau buku yang ada di sekitar yang selalu menjadi bacaan walau sesekali atau hanya sekedar sampai pada pemikira yang lewat dan terlintas di pikiran aku tak lagi sejalan dengan apa yang ada di lembaga kemahasiswaan yang saat ini berjalan.

Bukan hanya sekedar sikap mereka yang hanya sebatas menyelenggarakan acara namun jauh selepas itu bagaimana mereka hanya menginginkan nama mereka ingin nama mereka terletak di jejeran nama yang ada di kelas ‘excekutif’ itu.

Bukan pejuang namanya jika kita yang kiranya tidak sepaham dengan pemikiran dan bagaimana arah gerak dan perjuangan sebuah lembaga kemudian meninggalkan atau malah bersembunyi pada sikap diam dan berlindung dengan atas nama ‘apatis’.
Untuk itu bagaimana kita berusaha dekat dengan mahasiswa dan melaksanakan tugas kita sebagai lembaga kemahasiswaan yang sesungguhnya. Bagaimana mahasiswa sebagai agen yang bukan hanya berbicara lewat kacamata global namun lebih spesific dan mengerucut yaitu masalah kekinian dan masalah yang dekat dengan kita.

Mahasiswa hendaknya mampu memetakan masalah yang ada di sekitarnya dan kemudian mencari solusi. Itu yang kini mulai di tinggalkan dan kemudian mundur teratur dari jagad kamahasiswaan. Turunnya daya kritis mahasiswa bisa jadi karena prospek pikir hanya sebatas apa yang mereka inginkan yaitu nilai yang baik dan lulus dengan sempurna.

Yang ada saat ini adalah apa yang ada dalam diri setiap mahasiswa perlunya di pupuk kembali kesadaran dan kekuatan tekat dengan apa yang di perjuangkan walau itu berbeda dengan apa yang ada di sekitar . karena hal terbesar yang kemudian mempengaruhi kita adalah lingkungan. Bagaimana mengkondisikan diri dengan sempurna. Entah itu dengan lingkungan maupun tempat atau wilayah pencerdasan lain yang mampu menjaga tempo kesemangatan dan motivasi yang ada dalam diri kita.

Mahasiswa maupun lembaganya yang kini dianggap ‘matisuri’ sebenarnya tidak sepenuhnya di sebanrkan. Diskusi masih berlangsung walau dalam skala kecil, solusi terpikir walau dalam ide yang belum berkembang, keinginan atas perubahan ada walau dalam sebatas sekitar dan itu adalah modal besar pada pergerakan kemahasiswaan kedepan.

Kedepan diarapkan banyak adanya pencerdasan yang dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan maupun mahasiswa itu sendiri dalam kesehariannya. Karena pencerdasan itu berasal dari diri sendiri. Pencerdasan itu dapat berjalan walau tanpa guru . namun pencerdasan itu pun dapat tersesat walau dengan peta. Jadi berhati-hatilah dalam memberi maupun menerima pencerdasan. Karena saya yakin di setiap diri kita memiliki waltu untuk menjadi berbangga dan luar biasa dengan pencerdasan maupun kesadaran yang kita miliki. (arma- unnes)

Wednesday, January 11, 2012

KAMMI dan NEGARA ~

Landasan negara yang maju atau tidak itu dimulai dari masyarakat. Masyarakat yang maju memiliki kesadaran tentang peran pentingnya pendidikan, kesehatan dan pemerintahan yang baik dalam suatu negara.Hingga bukan wacana yang tabu bahwa pendidikan merupakan cikal bakal dari bagaimana berkembangnya suatu negara.
Jika berbicara tentang negara maka perbincangan itu akan lekat pada KAMMI. Seluruh aspek dari pergerakan ini adalah menuju perbaikan masyarakat yang nantinya akan berdampak pada perbaikan negara pula. Dengan pergerakan khususnya yang dilakukan KAMMI dalam tataran kemahasiswaan adalah sebuah implementasi besar pada bentuk nasionalisme kekinian yang merupakan sumbangsih untuk Indonesia.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) memberikan peluang besar untuk berkontribusi dengan pemikiran yang merdeka yang keutuhan dalam pemahaman. Disinilah letak perbedaan KAMMI dengan gerakan mahasiswa biasanya. Bukan hanya tujuan organisasi yang KAMMI usung namun juga cita dan cinta besar untuk ISLAM yang kami yakini akan mengusung kemenangannya dengan tegaknya Din Allah di muka bumi ini.
Berbicara tentang pendidikan di Indonesia adalah hal yang selalu menarik untuk di perbincangkan. Lebih jauh peran pendidik sebagai hal yang berperan penting dalam hal ini. pendidik yang nantinya mengantarkan putra dan putri bangsa ke tataran pemikiran yang lebih tinggi. Hingga dapat mengantarkan penerus bangsa ini menuju pekerjaan maupun mengambil tongkat kepemimpinan Indonesia kedepan.
Hingga KAMMI adalah gerakan yang mengedepankan pemecahan masalah bukan hanya sekedar pandai beretorika dalam ucapan , namun memberikan sebentuk kontribusi. Dalam pendidikan , KAMMI membuat Rumah Belajar di desa binaan yang bukan hanya memberikan pelajaran tentang pendidikan formal namun juga tentang pendidikan agama yang akan memberikan landasan untuk karakter dan pengertian sejak dini tentang Islam yang sesungguhnya serta toleransinya dengan agama lain hingga menciptakan harmonisasi berbedaan tanpa melupakan soal aqidah.
KAMMI yang mendedikasikan diri menjadi sahabat dan sekaligus ‘rival’ pemerintah atau birokrasi. Sahabat disini memiliki banyak arti saat pemerintah membutuhkan dukungan dari kami dengan esensi hal yang baik dan memiliki tujuan tentang kesejahteraan rakyat mengapa tidak. Namun ‘rival’ disini bukan hanya sekedar musuh. Namun juga musuh yang efektif. Musuh yang akan memberikan banyak motivasi untuk berbuat dan memberikan hal yang lebih baik untuk rakyat.
Hingga KAMMI memiliki jalan dan sejarah sendiri tentang pergerakannya. Dari pertama di bentuk dalam pergolakan negeri yang di uji dari awal pembentukannya. KAMMI menjadi tangguh dalam langkah dan mantap dalam mengambil tindakan. Bukan hanya sekedar retorika namun juga kajian hingga memberikan solusi terhadap masalah rakyat sekitar maupun negara.
Jika pemuda adalah aset bangsa, dan mahasiswa adalah agen pencipta perubahan maka KAMMI menjadi sejarah Indonesia. Sejarah yang akan mengawal dan ikut membawa Indonesia ke tataran yang lebih baik di masa yang kan datang. (Arma – UNNES)

Saturday, January 7, 2012

“Kejujuran seringkali menyakitkan Tapi kebohongan lebih menyakitkan saat diketahui”

“Proses ini mengajari banyak hal, namun tetap jaga diri,jaga hati, dan jaga pikiran .. karena tak ada yang bisa merubah dirimu selain dirimu sendiri”
Proses ini patut di nikmati. Dan itu yang ku lakukan kini. Menikmati setiap detiknya dengan segala macam keajaiban keajaiban fakta yang mengantarkanku sejarah baru. Menapaki jejak demi jejak langkah yang membuatku siap sedia.



Kenyataannya memang semua orang tak suka di bohongi. Hal itu yang menjadikan kita kadang atau selalu geram dengan segala bentuk kebohongan. Walau kebohongan itu kadang memiliki niatan yang baik. Namun yang namanya kebohongan nampaknya selalu menyakitkan.
Dan kutipan diatas saya ambil dari blog yang saya baca. hal yang nampak nya cukup familiar di telinga

Ibu Ibu Healingg ^_^

perjalanan pagii dari sekolah >,< ternyata sabtu pagi bisa semenyenangkan itu..  tiba di tempat tujuan pertama.... ayoo kecipak kecipu...