Menjadi yang terbaik adalah sebuah kebanggaan, Namun menjadi bermanfaat adalah kebahagiaan yang hakiki.. (armaarmi)
Wednesday, April 4, 2012
senja ~
aku tahu...
terik ini tak akan membuatmu tenggelam..
hujan ini tak kan membuatmu larut..
seperti keadaan yang akan selalu membuatmu belajar..
namun..
senyuman dan keiklasan untuk belajar..
dimulai dari memberi dan menerima..
maka iklaskan dirimu untuk itu..
jangan dulu menilai jika yang benar itu benar atau yang salah itu salah.
ketika menemukan sebuah pilihan.. maka bijaklah..
atau bila itu masih sulit..
merendahlah... Dia akan menolongmu..
dimanapun kau berada :')
*semangat saudaraku... jika raga tak bersamamu.. doa untukmu tak akan lepas dari pintaku :')
Monday, April 2, 2012
Deru Degup Debu Debat Dagelan
Selamat malam Indonesia,
Masihkah terasa Deru kereta Rabu malam kemarin? Masihkah terasa senyuman ibu kota lewat kerlip lampu ibu kota bukan hanya pada gelapnya yang gulita. Namun apakah masih ingat Degup jantung ketika suara peluru itu nampak begitu berbeda jika di dengar sendiri bukan lewat film action apalagi korea yang jam 4 sore.
Namun Indonesia , kami masih cinta. Cinta yang begitu membuat kami rela melakukan apa saja untuk melakukan apa saja untuk orang yang kita sayangi. Cinta yang akan melakukan apa saja untuk membahagiakan orang yang kita cintai. Cinta itu yang terlampir untukmu Rakyat Indonesia.
Debu yang masih terasa hingga di dada bukan jadi soal jika sudah cinta. Teriakan itu tak mengapa jika sudah cinta. Hingga panas terpanggang pun juga tak apa jika itu yang namanya cinta.
Namun kami yang kini tak ingin berlalu masih ingin tau lebih banyak. Apa yang ada di pikiran kita adalah hal yang akan kita lakukan. Itulah mengapa kita kadang berkata apa yang seharusnya kita katakan walau sesungguhnya kita tak ingin mengatakannya. Namanya juga cinta.
Indonesia, semalam ini aku masih tau bahwa wakil kami tengah berDebat bahkan cenderung menggelikan.
Mereka yang sebenarnya ingin membela rakyatnya tak bisa bicara apapun karena telah terkondisikan keadaan, partai hingga koalisi mungkin. Mereka yang sudah di pilih rakyat hanya bisar bernyanyi nyanyian setuju disana. namun sejujurnya hanya Tuhan yang tau.
Namun dalam gulita aku masih berharap Indonesia..
Hari depan ada hal yang lebih indah dari hari ini yang siap kita lakukan untuk mencoba dan mencoba menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan berpikir lebih baik dari ini, karena aku tak sebanding dengan apa yang aku harapkan. Proses itu masih panjang. Proses itu masih harus terus berjalan.
Selamat Pagi Indonesia.. semoga Tuhan memaafkan Dagelan mereka yang ada di gedung yang di bangun milyaran, kursi yang dibelikan rakyat, mic yang di belikan rakyat. Snak yang dibalikan rakyat, pulpen yang dibelikan rakyat, raga yang dipilih rakyat, baju yang di belikan rakyat dengan tetes keringat dan darah perjuangan dahulu.
“dini hari bis malam , menuju kota perantauan”
Cintaku untuk Indonesia.
31 maret 2012
02.02 pagi
Siluet Pagi Ibu Kota

Selamat pagi Indonesia..
Selamat padi Ibu Kota..
Tak lagi kau lihat suram ku semalam bukan? Karena yang ku tau hari ini adalah bagaimana kita tersenyum dan menuangkan tekad dan konsisten sebuah gerakan pada aksi nyata. Pada setiap kajian yang kita lakukan atau pada setiap kata yang kita teriakkan. Atau juga doa yang kita lampirkan dalam setiap simpuh kita.
Indonesia, perkenankan kami untuk sejenak menjadi berbeda dengan pilihan kami. Dalam sekejap mereka akan memandang kami dengan pandangan yang kagun atau malah sinis. Atau sebari tersenyum hangat dan menjabat tangan kami dan berkata terima kasih. Hingga memberikan doanya dalam diam.
Bersabarlah Indonesia,
Masih ada kami disini.. masih ada kami yang masih merindu Indonesia yang benar benar MERDEKA ..
‘sudut kecil di Tebet, Jakarta Selatan’
09.18 pagi
Pertanyaan pada Kegelapan
Deru suara kereta terdengar lebih nyaring dari biasanya atau aku saja yang merasakannya berbeda. Degup jantung ini pun begitu hingga harus bersimpuh lebih lama ketika harus melewati dhuhur yang lebih indah di berikan senyuman senyuman penghargaan pada pilihan yang sudah di tetapkan atau hanya aku saja yang masih berpikir ini benar atau ini memang langkahku.
Namun kemudian aku tersadar melihat semburat cahaya di ujung jendela kereta itu ketika kereka perlahan meninggalkan stasiun dan berada di jalannya. Karena kita memang begitu jalan kita meninggalkan tempat yang terang dan nyaman kemudian memilih untuk melewati jalan yang gelap bukan semata mata ketakutan kita pada hal negatif yang akan ada namun fokuslah pada tempat terang yang akan kita temukan dan pengalaman hidup yang luar biasa.
Senyumanku pada gelap yang ada di luar jendela itu mungkin berarti agak aneh untuk mereka yang berada disamping ku namun ini adalah sebuah hal yang selalu ku lakukan. Ibu pernah bilang tersenyum saja dulu katakan pada dunia kalau langkahmu dan tujuanmu itu benar dengan niat yang benar dan jalan yang benar bukan hanya sekedar baik.
Dan senyuman itu yang membuatku berani untuk berkata aku siap untuk apapun yang terjadi dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan menolong siapapun yang berjuang di jalanNya. Sebuah pengingat yang menjadikan sejuta keraguan itu menguap. Sebuah kalimat yang membuat semburat kegelisan itu lenyap seketika sebari memberikan sebuah kalimat lagi pada bayanganku di jendela kereta.
“kau masih Arma Setyo Nugrahani kan?”
Dalam perjalanan menuju Ibukota ~ mungkin jalan ini tak memberi perubahan drastis.. namun jalan ini memberikan kami pelajaran bahwa ternyata masih banyak yang mencintai Indonesia dan peduli dengan Indonesia serta membaca realita dengan cara kami juga.
Namun kemudian aku tersadar melihat semburat cahaya di ujung jendela kereta itu ketika kereka perlahan meninggalkan stasiun dan berada di jalannya. Karena kita memang begitu jalan kita meninggalkan tempat yang terang dan nyaman kemudian memilih untuk melewati jalan yang gelap bukan semata mata ketakutan kita pada hal negatif yang akan ada namun fokuslah pada tempat terang yang akan kita temukan dan pengalaman hidup yang luar biasa.
Senyumanku pada gelap yang ada di luar jendela itu mungkin berarti agak aneh untuk mereka yang berada disamping ku namun ini adalah sebuah hal yang selalu ku lakukan. Ibu pernah bilang tersenyum saja dulu katakan pada dunia kalau langkahmu dan tujuanmu itu benar dengan niat yang benar dan jalan yang benar bukan hanya sekedar baik.
Dan senyuman itu yang membuatku berani untuk berkata aku siap untuk apapun yang terjadi dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan menolong siapapun yang berjuang di jalanNya. Sebuah pengingat yang menjadikan sejuta keraguan itu menguap. Sebuah kalimat yang membuat semburat kegelisan itu lenyap seketika sebari memberikan sebuah kalimat lagi pada bayanganku di jendela kereta.
“kau masih Arma Setyo Nugrahani kan?”
Dalam perjalanan menuju Ibukota ~ mungkin jalan ini tak memberi perubahan drastis.. namun jalan ini memberikan kami pelajaran bahwa ternyata masih banyak yang mencintai Indonesia dan peduli dengan Indonesia serta membaca realita dengan cara kami juga.
Pertanyaan pada Kegelapan
Deru suara kereta terdengar lebih nyaring dari biasanya atau aku saja yang merasakannya berbeda. Degup jantung ini pun begitu hingga harus bersimpuh lebih lama ketika harus melewati dhuhur yang lebih indah di berikan senyuman senyuman penghargaan pada pilihan yang sudah di tetapkan atau hanya aku saja yang masih berpikir ini benar atau ini memang langkahku.
Namun kemudian aku tersadar melihat semburat cahaya di ujung jendela kereta itu ketika kereka perlahan meninggalkan stasiun dan berada di jalannya. Karena kita memang begitu jalan kita meninggalkan tempat yang terang dan nyaman kemudian memilih untuk melewati jalan yang gelap bukan semata mata ketakutan kita pada hal negatif yang akan ada namun fokuslah pada tempat terang yang akan kita temukan dan pengalaman hidup yang luar biasa.
Senyumanku pada gelap yang ada di luar jendela itu mungkin berarti agak aneh untuk mereka yang berada disamping ku namun ini adalah sebuah hal yang selalu ku lakukan. Ibu pernah bilang tersenyum saja dulu katakan pada dunia kalau langkahmu dan tujuanmu itu benar dengan niat yang benar dan jalan yang benar bukan hanya sekedar baik.
Dan senyuman itu yang membuatku berani untuk berkata aku siap untuk apapun yang terjadi dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan menolong siapapun yang berjuang di jalanNya. Sebuah pengingat yang menjadikan sejuta keraguan itu menguap. Sebuah kalimat yang membuat semburat kegelisan itu lenyap seketika sebari memberikan sebuah kalimat lagi pada bayanganku di jendela kereta.
“kau masih Arma Setyo Nugrahani kan?”
Dalam perjalanan menuju Ibukota ~ mungkin jalan ini tak memberi perubahan drastis.. namun jalan ini memberikan kami pelajaran bahwa ternyata masih banyak yang mencintai Indonesia dan peduli dengan Indonesia serta membaca realita dengan cara kami juga.
Namun kemudian aku tersadar melihat semburat cahaya di ujung jendela kereta itu ketika kereka perlahan meninggalkan stasiun dan berada di jalannya. Karena kita memang begitu jalan kita meninggalkan tempat yang terang dan nyaman kemudian memilih untuk melewati jalan yang gelap bukan semata mata ketakutan kita pada hal negatif yang akan ada namun fokuslah pada tempat terang yang akan kita temukan dan pengalaman hidup yang luar biasa.
Senyumanku pada gelap yang ada di luar jendela itu mungkin berarti agak aneh untuk mereka yang berada disamping ku namun ini adalah sebuah hal yang selalu ku lakukan. Ibu pernah bilang tersenyum saja dulu katakan pada dunia kalau langkahmu dan tujuanmu itu benar dengan niat yang benar dan jalan yang benar bukan hanya sekedar baik.
Dan senyuman itu yang membuatku berani untuk berkata aku siap untuk apapun yang terjadi dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan menolong siapapun yang berjuang di jalanNya. Sebuah pengingat yang menjadikan sejuta keraguan itu menguap. Sebuah kalimat yang membuat semburat kegelisan itu lenyap seketika sebari memberikan sebuah kalimat lagi pada bayanganku di jendela kereta.
“kau masih Arma Setyo Nugrahani kan?”
Dalam perjalanan menuju Ibukota ~ mungkin jalan ini tak memberi perubahan drastis.. namun jalan ini memberikan kami pelajaran bahwa ternyata masih banyak yang mencintai Indonesia dan peduli dengan Indonesia serta membaca realita dengan cara kami juga.
Terima kasih atas segalanya, tapi ini PILIHAN kami..
“Tidak ada pemimpin yang hebat, selain seorang rakyat dan pembelajar dan mampu mengetahui keadaan yang lebih baik dari yang di lakukan pemimpinnya”
#inspiring jendela kereta api ~
Setiap orang memiliki pilihan dalam hidupnya. Bahkan hiduppun adalah pilihan. Bagaimana kita menjalani hari hari kita dengan senyuman dan menerima kekurangan dan mengabadikan kesungguhkan dengan ikhtiar juga merupakan pilihan. Bahkan pilihan untuk mencintai. Bagaimana arti dari pilihan itu pula lah, aksi merupakan sebentuk pilihan bagaimana kami mengungkapkan rasa cinta kami pada Indonesia.
Entah itu adalah sebuah kasih sayang mereka atau karena mereka begitu khawatir padaku dan bagaimanapiun pendapat mereka. Cara mereka yang berbicara langsung di depan kami atau melalui teman hingga sampai sindiran yang entah dipercaya atau tidak kami terima dengan sesekali kami saut dengan celetukan guyon. Kami bukan tak membela diri hanya saja masih banyak hal yang kami tanggapi dari pada harus beradu opini dengan seseorang yang sudah memandang atau memberikan kami penilaian dulu tentang langkah kami dalam menganbil aksi sebagai pilihan.
Banyak yang turun kejalan sana karena bayaran akan kami jawab ADA. Banyak yang turun kejalan sana dan merusak fasilitas umum akan kami jawab ADA. Banyak di jalan sana yang turun dengan kepala kosong tanpa kajian akan kami jawab ADA, banyak yang di luar sana dengan sikap tak sesuai dengan apa pilihan mereka maka akan kami jawab ADA. Namun apakah saya atau kami berada bada barisan itu kami akan JAWAB DENGAN LANTANG dengan jawaban TIDAK..
Karena kami yakin akan ada yang turun ke jalan dengan biaya sendiri dan pilihan pribadi seperti kami. Masih ada yang turun ke jalan dengan kepala isi dengan kajian yang bukan hanya mencari masalah namun juga solusinya. Dan juga masih ada gerakan satu jiwa dengan kami yaitu gerakan yang sesuai dengan hati nurani raktat yang benar benar membutuhkan teriakan kami untuk di dengarkan di menara gading bernama wakil rakyat.
Kami bukan bersombong akan hal ini kami bukan merasa hebat atas hal ini. namun kami enggan tertunduk apalagi takluk bila hal ini hanya menjadi sebuah dagelan semata yang akan membuat sebagian dari kami yang merasa ragu jadi gelisah. Entah bagaimana pemikiran kalian inilah langkah kami untuk mengungkapkan cinta kami pada Indonesia yang kami yakini masih berkedaulatan atas nama rakyat.
Tak akan kami biarkan bapak nelayan yang sudah lelah melaut namun hasilnya hanya di hargai murah karena banyak nya ikan yang import yang merajai pasar di Indonesia. Atau bapak petani yang sudah berlumur lumpur selepas bergelut dengan kerbaunya namun berasnya dihargai dengan murah karena banyak beras import juga. Dan pedagang yang sudah bekerja seharian namun kini kalah dengan market market yang bersih dan menjamur tanpa pandang kanan kiri pasar tradisional. Kami sebagai putra dan putri Indonesia tak akan membiarkan jika mereka harus turun ke jalan. Mengapa harus mereka ketika kita atau kami masih kuat untuk berteriak agar menara gading itu bisa sedikit menoleh oleh berisik kami atau oleh asap ban yang dibakar.
Rakyat masih memikili kami yang memang memiliki kecintaan yang sama pada Indonesia yang kami yakin tak akan pernah salah oleh apapun selain oleh keseluruhan. Jika yang salah pemerintah kan kita juga yang memilih mereka. Jika yang salah rakyat kan mereka juga mencoba percaya dengan tampang necis dan janji kampamnye. Atau jika media yang salah karena ikut berkampanye, media juga punya rakyat yang bekerja juga disana untuk mencari nafkah. Kalo mahasiswa yang salah karena merobohkan gerbang ketika aksi biarkan saya jawab lebih baik daripada di korupsi.
Kami tak akan bertindak tanpa kajian dan kami bertindak atas dasar keiklasan. Kami tak meminta ucapan terima kasih. Kami hanya ingin sedikit senyuman dan menghargai sedikir tentang pilihan kami atas langkah ini. seperti kami menghargai kalian yang ada di belakang meja dan mengubah keadaan negara dengan karya dan pemikiran kalian itu begitu kami hargai juga kami berikan semangat. Dapatkan sepucuk doa untuk kami yang tengah mengingatkan bapak dan ibu ‘kedua’ yang sedang berada duduk hingga tidur di dalam gedung bermilyar milyar di bangun diatas rakyat yang masih sulit memberi makan anaknya hingga tak tau harus bagaimana di hari berikutnya.
Biarkan kami yang turun ke jalan ini tau bahwa ini tak akan mengubah secara drastis keadaan namun kami tengah mengawal kebijakan pemerintah atas nama rakyat itu. Dan hingga rakyat merasa di rugikan oleh kemacetan atau rubuhnya gerbang itu tak dapatkan mereka melihat tetes peluh kami atau luka lebab kami hingga akhirnya harus meringis menggoreskan pasta gigi di bawah mata karena semburan gas air mata.
Hingga kami kembali ke medan juang di langkah lain melalui kuliah semoga cinta kami pada Indonesia tak akan berkurang. Dan doa kita semua atas cinta dan keadaan Indonesia yang lebih baik di hari depan bukan hanya doa semata namun juga sebuah ikhtiar nyata hingga bukan hanya sebuah keputusan dan penyerahan diri pada nasip semata.
“karena orang hebat bukan mereka yang bisa menyesuaikan diri pada kekurangan dan keadaan yang salah namun mereka yang mempu menerima kekurangan itu dan terus berjuang menuju perubahan yang lebih sempurna”
ARMA SETYO NUGRAHANI ~
#inspiring jendela kereta api ~
Setiap orang memiliki pilihan dalam hidupnya. Bahkan hiduppun adalah pilihan. Bagaimana kita menjalani hari hari kita dengan senyuman dan menerima kekurangan dan mengabadikan kesungguhkan dengan ikhtiar juga merupakan pilihan. Bahkan pilihan untuk mencintai. Bagaimana arti dari pilihan itu pula lah, aksi merupakan sebentuk pilihan bagaimana kami mengungkapkan rasa cinta kami pada Indonesia.
Entah itu adalah sebuah kasih sayang mereka atau karena mereka begitu khawatir padaku dan bagaimanapiun pendapat mereka. Cara mereka yang berbicara langsung di depan kami atau melalui teman hingga sampai sindiran yang entah dipercaya atau tidak kami terima dengan sesekali kami saut dengan celetukan guyon. Kami bukan tak membela diri hanya saja masih banyak hal yang kami tanggapi dari pada harus beradu opini dengan seseorang yang sudah memandang atau memberikan kami penilaian dulu tentang langkah kami dalam menganbil aksi sebagai pilihan.
Banyak yang turun kejalan sana karena bayaran akan kami jawab ADA. Banyak yang turun kejalan sana dan merusak fasilitas umum akan kami jawab ADA. Banyak di jalan sana yang turun dengan kepala kosong tanpa kajian akan kami jawab ADA, banyak yang di luar sana dengan sikap tak sesuai dengan apa pilihan mereka maka akan kami jawab ADA. Namun apakah saya atau kami berada bada barisan itu kami akan JAWAB DENGAN LANTANG dengan jawaban TIDAK..
Karena kami yakin akan ada yang turun ke jalan dengan biaya sendiri dan pilihan pribadi seperti kami. Masih ada yang turun ke jalan dengan kepala isi dengan kajian yang bukan hanya mencari masalah namun juga solusinya. Dan juga masih ada gerakan satu jiwa dengan kami yaitu gerakan yang sesuai dengan hati nurani raktat yang benar benar membutuhkan teriakan kami untuk di dengarkan di menara gading bernama wakil rakyat.
Kami bukan bersombong akan hal ini kami bukan merasa hebat atas hal ini. namun kami enggan tertunduk apalagi takluk bila hal ini hanya menjadi sebuah dagelan semata yang akan membuat sebagian dari kami yang merasa ragu jadi gelisah. Entah bagaimana pemikiran kalian inilah langkah kami untuk mengungkapkan cinta kami pada Indonesia yang kami yakini masih berkedaulatan atas nama rakyat.
Tak akan kami biarkan bapak nelayan yang sudah lelah melaut namun hasilnya hanya di hargai murah karena banyak nya ikan yang import yang merajai pasar di Indonesia. Atau bapak petani yang sudah berlumur lumpur selepas bergelut dengan kerbaunya namun berasnya dihargai dengan murah karena banyak beras import juga. Dan pedagang yang sudah bekerja seharian namun kini kalah dengan market market yang bersih dan menjamur tanpa pandang kanan kiri pasar tradisional. Kami sebagai putra dan putri Indonesia tak akan membiarkan jika mereka harus turun ke jalan. Mengapa harus mereka ketika kita atau kami masih kuat untuk berteriak agar menara gading itu bisa sedikit menoleh oleh berisik kami atau oleh asap ban yang dibakar.
Rakyat masih memikili kami yang memang memiliki kecintaan yang sama pada Indonesia yang kami yakin tak akan pernah salah oleh apapun selain oleh keseluruhan. Jika yang salah pemerintah kan kita juga yang memilih mereka. Jika yang salah rakyat kan mereka juga mencoba percaya dengan tampang necis dan janji kampamnye. Atau jika media yang salah karena ikut berkampanye, media juga punya rakyat yang bekerja juga disana untuk mencari nafkah. Kalo mahasiswa yang salah karena merobohkan gerbang ketika aksi biarkan saya jawab lebih baik daripada di korupsi.
Kami tak akan bertindak tanpa kajian dan kami bertindak atas dasar keiklasan. Kami tak meminta ucapan terima kasih. Kami hanya ingin sedikit senyuman dan menghargai sedikir tentang pilihan kami atas langkah ini. seperti kami menghargai kalian yang ada di belakang meja dan mengubah keadaan negara dengan karya dan pemikiran kalian itu begitu kami hargai juga kami berikan semangat. Dapatkan sepucuk doa untuk kami yang tengah mengingatkan bapak dan ibu ‘kedua’ yang sedang berada duduk hingga tidur di dalam gedung bermilyar milyar di bangun diatas rakyat yang masih sulit memberi makan anaknya hingga tak tau harus bagaimana di hari berikutnya.
Biarkan kami yang turun ke jalan ini tau bahwa ini tak akan mengubah secara drastis keadaan namun kami tengah mengawal kebijakan pemerintah atas nama rakyat itu. Dan hingga rakyat merasa di rugikan oleh kemacetan atau rubuhnya gerbang itu tak dapatkan mereka melihat tetes peluh kami atau luka lebab kami hingga akhirnya harus meringis menggoreskan pasta gigi di bawah mata karena semburan gas air mata.
Hingga kami kembali ke medan juang di langkah lain melalui kuliah semoga cinta kami pada Indonesia tak akan berkurang. Dan doa kita semua atas cinta dan keadaan Indonesia yang lebih baik di hari depan bukan hanya doa semata namun juga sebuah ikhtiar nyata hingga bukan hanya sebuah keputusan dan penyerahan diri pada nasip semata.
“karena orang hebat bukan mereka yang bisa menyesuaikan diri pada kekurangan dan keadaan yang salah namun mereka yang mempu menerima kekurangan itu dan terus berjuang menuju perubahan yang lebih sempurna”
ARMA SETYO NUGRAHANI ~
Segelas Jus Jambu dan Tiga Sendok Makan Madu


Senyuman dan kecupan di kening itu yang begitu ku rindukan dan ku bayangan bahkan ketika menginjakkan kaki di ibu kota. Serta harapan untuk ke kota besar itu yang sedari dulu belum bisa tersampaikan. Ya kecupan dan senyuman itu yang menyambutku ketika sepulang dari turun ke jalan jumat kemarin. Senyuman dari seseorang yang bukan hanya berarti dalam hidupku namun juga segalanya. Lebih dari mereka yang di luar sana. senyuman tulus seorang ibu.
Rumah yang nampak sepi dan pintu pagar yang tertutup sejenak membuatku tersenyum. Walau berharap semuanya di rumah tak dapat di ingkari ada dsepucuk ragu dan ingin pulang ke tempat nenek. Namun rintik kecil ini menemaniku dan langit itu isyarat akan nuansa cintaNya bahwa langkah ini adalah wujud kebenaran tentang hatiku.
Namun apa yang ku temukan. Aku menemukan senyuman dan kecupan itu di kamar tengah terduduk dan bersimpuh di hadapannya. Ku rasakan lebih lama. Lebih dari biasanya dan kemudian berucap lirih.
“ itu ada apa di atas meja?”
Ketika beranjak dan menemukan segelas jus jambu dengan gelas pink itu membuatku sadar semuanya baik baik saja. senyuman dan kecupan itu berarti sosok yang ku kagumi itu mengerti. Kecupan di keningku itu berarti beliau masih akan memelukku seperti biasanya. Dan ketika berbalik badan beliau memberikan 3 sendok madu padaku. Sesaat kemudian aku tau. Sampai kapanku, aku akan tetap jadi anak anak dimata beliau. Dan ada yang hangat di pipiku saat tangan yang menggendongku dulu itu menyeka air yang mengalir di pipiku.
Sesaa selepas itu kami berbincang berdua. Bapak yang masih bekerja dan adikku yang latikan Taekwondo membuat kami leluasa untuk bertukar pikiran sambil melihat berita sebari menunggu sore di telan senja. Entah berapa lama menonton tivi namun yang ku tahu hanya sebentar dan kemudian aku pingsan dan tak bangun lagi hingga pagi. Aku terlelap di samping ibu dan nyamannya magelang dengan hujan yang menguasai keadaan. Sebari tersenyum dan berselimut pink yang ku miliki.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ibu Ibu Healingg ^_^
perjalanan pagii dari sekolah >,< ternyata sabtu pagi bisa semenyenangkan itu.. tiba di tempat tujuan pertama.... ayoo kecipak kecipu...
-
Soal 1 Toko “FreshMart” yang berada di sekitar sekolah kamu sedang berusaha meningkatkan penjualannya. Mereka melakukan promosi di media sos...
