Tuesday, March 6, 2012

karena..

Bukan apa –apa jika kita merasa belum jadi apa
Karena kita merasa kuat
Tak akan jadi apa jika kita sombong
Karena keluar biasaan yang tercipta
Karena..
Lebih kuat dan berbinar
Seseorang yang..
Yang biasa dan sederhana
Yang memberi dunia sedikit cahaya
Yang memberikan dunia sedikit kontribusi nyata.
Tanpa banyak terka dan retorika
Karena hidup itu soal tindakan.
Bukan hanya harapan
Magelang , 17 februari 2012

Kegagalan adalah Ruang untuk kita supaya lebih SEMPURNA..

Hidup adalah proses. Proses dimana menemukan atau di temukan menjadi hal yang serba terbuka dan tidak lagi tabu oleh hal yang tidak di ketahui. Namun kemudian dapat di pikirkan kembali ketika seseorang di hadapkan pada masalah atau kemudian pada kegagalan. Hal yang selama ini di pandang sebagai titik akhir yang salah penangkapan oleh sebagian orang.
Banyak orang mengganggap kegagalan adalah hal yang sia-sia. Namun dapat perspektif yang lebih luas kegagalan merupakan awal. Kegagalan bukan terlatak di akhir sebuah ikhtiar atau sebuah usaha, namun kegagalan letaknya di tengah. Bagaimana kegagalan menjadi dumber dari awal untuk evaluasi sehingga kita dapat memulai dengan lebih baik.
Kegagalan dapat berarti sebuah tahap dimana kita harus sedikit bersabar dan beristirahat. Ada banyak hal yang perlu sedikit di tegaskan. Mana yang harus dilakukan mana yang harus di lupakan. Mana yang benar dan yang salah. Kegagalan menampatkan kita pada titik dimana kita harus peka terhadap segala sesuatu yang ada di kehidupan kita bukan hanya sekedar menerima.
Menerima kegagalan merupakan hal yang salah. Karena kegagalan bukanlah akhir. Dimana kegagalan itu dapa menjadi motivasi agar kita lebih baik dalam pengendalian diri dan dalam membaca keadaan dimana kesuksesan merupakan akhir yang patut dan harus selalu diperjuangkan. Dengan itu akan banyak hal hal dan semangat yang akan kita dapatkan untuk kembali bangkit dari kegagalan tersebut. Karena kesuksesan harus di bayar dengan ketekunan, ketabahan dan pantang menyerah. (arma-unnes)

Wajah KAMMI..

Dalam kehidupan yang ini manusia adalah mahluk sosial. Manusia yang merupakan makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Hal tersebut bukan hanya sebagai teori semata, namun lebih dari itu hal tersebut menjadi sebuah kebutuhan dan dapat di sadari secara seksana.
Dalam pelaksanaannya, hal itu bukan hanya berakhir dengan kehidupan yang berdampingan namun juga adanya hal lain yang menyertainya. Salah satunya adalah adanya berbagai tuntutan yang diberikan oleh masyarakat. Dan berbagai tuntutan itu terkadang menjadikan kita ‘tahanan lingkungan’. Kehilangan jati diri dan kemudian tunduk pada peraturan peraturan yang bertentangan dengan apa yang seharusnya kita inginkan.
Itulah mengapa KAMMI menjadi salah satu solusi menjadi sosok yang berbeda. Untuk berproses KAMMI memiliki banyak jalan dan cara walau itu masih dalam tataran yang dalam tarbiyah atau pendidikan seuai dengan agama islam. KAMMI mengajarkan kita banyak hal tentang banyak hal. bagaimana menjadi pribadi-pribadi progresif yang nantinya menjadikan diri dan personal menjadi agen perbaikan yang bukan hanya berperan menjadi agen saja namun juga pengkonsep bagaimana keadaan akan diperbaiki.
KAMMI tetap memiliki tempat dalam menyelesaikan masalah. Baik iru secara personal sebagaimana keluar dari golongan ‘tahanan lingkungan’ maupun secara global sebagai kelompok pembelajar yang nantinya akan memperbaiki keadaan dan Indonesia dalam perspektif yang lebih khusus. KAMMI bukan hanya sekedar beretorika dalam aksi namun kerja-kerja kongkret dalam perbaikan serta adanya perbaikan diri dalam pembelajaran di dalam terselenggaranya KAMMI .
Kader KAMMI yang berproses bukan hanya di hadapkan dengan masalah masalah individu saja. namun adanya pemikiran dan kebersamaan dalam pemikiran solusi solusi kongkret dalam masyarakat. Hal itu menjadi berarti banyak karena KAMMI menjadi salah satu sumber munculnya pemimpin pemimpin muda yang siap dalam kerja nyata di dalam masyarakat. Dan KAMMI masih dalam prosesnya. Begitu pula dengan kader yang ada di dalamnya. Proses itulah hanya sarana namun pada dasarnya hanya kader KAMMI yang menentukan dimana dia berada dan pantas di tempatkan sesuai dengan ikhtiarnya. (arma –unnes)

Mewakili Rakyat , Menjaga Negara

Berbagai hal yang begitu menarik untuk di perbincangkan salah satunya adalah kepemimpinan. Hal yang sampai saat ini masih menjadi teka-teki sakral bahwa Indonesia belum menemukan sosok ideal untuk menjadi pemimpin. Sosok pemimpin yang dapat menjadi tauladan dan menjadi sosok yang ideal untuk memperbaiki bangsa untuk lebih baik di masa yang akan datang.
Pemilihan presiden yang kurang dari 3 tahun kedepan menjadi salah satu pokok penting yang harus kembali kita telusuri. Saat itu dapat menjadi momentum dimana Indonesia harus memastikan bahwa pilihannya. Pilihan untuk pemimpin tatanan Indonesia kedepan. Yang nantinya akan memandu Indonesia menuju negara dan bangsa yang sesungguhnya bukan hanya sebagai ‘ban serep dunia’.
Potensi yang dimiliki Indonesia lebih dari cukup untuk sekedar untuk menutupi kebutuhan dan membuat rakyat bangsa ini hidup sejahtera. Namun yang terlihat saat ini tidak seperti yang di harapkan. Bahwa dengan pertumbuhan ekonomi yang di ploklamirkan sebesar 11.6% namun rakyar tidak menikmati hal tersebut. Bahkan semakin menjadi ketika subsidi BBM akan di kurangi sehingga harganya akan naik di awal april mendatang.
Bukan sepenuhnya kesalahan dari pemerintahan memang namun adanya peranan besar terkait hal itu tidak dapat kita sepelekan. Bahwa masih banyak rakyat yang tergolong miskin secara ekonomi yang menjadikan hal itu sebagai sumber dari permasalahan yang lain.
Kepemimpinan yang seharusnya dapat lebih di perkokoh dan di visualisasikan inilah yang seharusnya bukan hanya sekedar politik pencitraan. Pemerintah sebaggai kumpulan orang orang terpilih selayaknya menjadi sebuah inti dari tindakan tindakan kongkret bukan lagi sebagai referensi pengalaman. Kepemimpinan dan kewajiban mereka bukan lagi sebuah penelitian. Rakyat lelah untuk menunggu dengan berbagai retorika yang selama ini hanya berakhir dengan omong kosong tanpa fakta yang ada di lapangan.
Proses kepemimpinan inilah yang perlu kita lakukan saat ini. proses dimana kita bukan hanya berperan sebagai penonton keadaan namun lebih dari itu kita berperan sebagai sosok-sosok intelektual yang berpikir lebih jauh tentang hal yang sifatnya lebih berdampak pada jangka panjang. Dan dalam proses inilah kita menemukan tempat atau posisi dimana kita berada. Dan tempat itulah dimana kita bertindak dan berpikir serius bukan hanya sekedar bekerja semata.
Kepemimpinan yang berproses ini lebih pokok di soroti dalam beberapa hal yang lebih global. Pemimpin harus memiliki 5 hal pokok yang mampu mendampingi perannya dalam menjalani kehidupa.
Hal pertama dan yang paling penting adalah agama yang kuat. Ini bukan hanya sebagai identitas. Namun pendalaman tentang agaman yang kuat akan jauh lebih penting karena hal inilah yang nantinya menjadi senjata dari ujian dan masalah yang akan di arungi oleh seorang pemimpin tersebut.
Hal yang kedua yang harus dimiliki adalah visioner. Pemimpin harus memiliki pandangan yang jauh ke depan. Seseorang yang bukan hanya berpikir tentang hari ini namun keinginan dan harapannya bukan hanya sekedar harapan kosong namun di tuangkannya dalam realitas pikir yang nantinya dapat di tuangkannya dalam tindakan.
Hal yang ketiga adalah kemampuannya dalam membaca keadaan atau peka sosial. Seorang pemimpin harus mampu melihat keadaan di sekitarnya. Seperti hanya belajar untuk menghitung , kepekaan sosial juga memiliki tahapan untuk menjadi lebih ‘tajam’ dan kemudian dapat di realisasikan dalam kebijakan yang nanti dapat di lakukannya untuk perbaikkan keadaan.
Hal yang ke-empat adalah kemampuan intelektual. Tidak ada pemimpin yang pernah memimpin di dunia ini dengan kemampuan intelaktual yang rendah. Karena kemampuan intelektual lebih dapat membuat kita berpikir terarah dan memiliki landasan yang jelas. Teori bukan segalanya tanpa pengalaman namun pengalaman tanpa teoripun bukan hal yang sempurna.
Hal yang kelima adalah tanggung jawab. Bagaimana sikap ini bukan hanya berada di mulut saja namun lebih pada pertanggung jawaban pada anggotanya, warga masyarakat hingga yang paling tertinggi pada yang Maha Kuasa. Karena sebagaimanapun sebuah kepemimpinan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban olehNya.
Kelima point diatas mungkin belum sepenuhnya mewakili namun secara global kita mampu mencerna dan menelisik lebih jauh pada diri kita sendiri sampai dimana proses kita dalam menempa diri untuk menjadi masyarakat bahkan pemimpin yang nantinya menggantikan mereka yang mengecewakan kita saat ini. dimana keinginan keinginan mulia untuk memperbaiki keadaan dan melengkapi hal yang belum pada tempatnya. Dan dimana langkah-langkah kongkret dan doa yang beriringan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan pantas di sanjung dunia. Jawabannya ada pada setiap individu yang kini masih tergetar hatinya. (arma-unnes)

kita bukan 'tahanan lingkungan'... !!

Selayaknya kita memiliki kebebasan pribadi yang di batasi oleh kebebasan orang lain. Bagaimanapun itu kebebasan kita hanya dapat kita perolah dengan tataran yang tidak mengganggu kebebasan orang lain. Namun ada sebagian lain yang memiliki kualifikasi yang berbeda.
Terkadang kita bertemu atau mengalami sebagai ‘tahanan lingkungan’ . istilah itu berarti kita adalah manusia yang bertindak dan berpikir sesuai dengan lingkungannya. Lingkungan memang memiliki peran besar dalam pembentukan pikiran dan langkah yang kita pilih. Namun itu bukan menjadi alasan kita menjadi sosok yang melakukan sesuatu hanya karena lingkungan kita bukan karena memahami hakikatnya pilihan yang kita lakukan.
Faktanya oleh karena itu walau faktor lingkungan itu ada. Itu bukan menjadi faktor yang begitu prioritas. Bahwa apa yang kita lakukan ini bukan hanya rutinitas. Namun karena niat yang benar terhadap segala sesuatu dan melaksanakannya dengan sepenuh hati dan niat karenaNya.
Dengan itu akan ada banyak yang melihat hal yang di lakukannya bukan hanya sekedar hal yang di rencanakan dan terlaksana. Karena hakikatNya hidup adalah beribadah padaNya bukan? Oleh karena itu bersyukur dan memaknainya juga merupakan hal yang harus dilakukan.
Dengan begitu kita mampu menjadi pribadi peibadi progresif dan tidak menjadi ‘tahanan lingkungan’ . menjadikan diri diri kita menjadi seoang pembelajar yang tidak selalu menjadi si baik yang patuh namun ‘kosong’ dalam ilmu namun menjadi si pembangkang namun tetap jalan yang benar dan memiliki banyak pengalaman dan pemahaman dalam kehidupan.
Salam perjuangan..
Semarang,27 februari 2012

langit tetap biru..

Langkahku yang berbeda mungkin akan mengundang tanya. Sikapku yang membeda mungkin akan meletakkanku pada posisi yang tak terbaca. Diamku yang tertanam mungkin akan membuatku tak dianggap dan di sepelekan. Namun bukan berarti aku tak tahu. Bukan berarti aku tak mengakui. Tak berarti aku diam tak terduli. Hanya aku memilih. Dan inilah aku dan pilihanku.
Kadang aku tak perduli ini di terima atau tidak. Yang pasti aku memilih dan meyakini ini yang terbaik bukan hanya sekedari baik. Ini yang benar bukan hanya sekedar kecaman yang membius menjanjikan surga. Ini aku dan aku hanya ingin melangkah dengan inginku. Cukup itu.
Aku pun mengetahui jika ini membuatku mudah menyendiri. Atau memang sebagian besar hidup ku habiskan dengan sendiri. Mulanya aku ragu namun keraguan ini membuatku semakin mencari keyakinan bahwa kebenaran hakiki hanya milikNya. Terlebih ketika sebagian orang itu hanya sekedar berlalu dalam hidupku. Melengkapi cerita keseharian yang akan lebih membuatku tersenyum dan kemudian mengambil makna sendiri dalam perjalanan hidup.
Namun kini berbeda di setiap harinya. Yang membuatku dapat memilih untuk berdiam atau melangkah. Ku harapkan langkahku bukan hanya sekedar karena mereka. Bukan karena sekedar suruhan ku ingin memiliki kepahaman yang sama dan bergerak atas itu bukan hanya sekedar ditunjuk dan di suruh itu bukan gayaku.

magelang dan cerita..

Langit biru dan iringan awan putih itu menayangkan melodi lagu hari yang akan selalu menjadi indah. Walau tidak untuk hari ini. Perjalananku menyusuri kota ku kali ini bukan hanya sekedar untuk mencari foto. Keadaan telah mengajarkanku untuk menghargai sebuah sejarah. Bahkan sejarah hidupku sendiri.
Rumah tua yang mulai merapuh di pinggirnya membuatku sedikit bergidik. Bukan karena ketakutan pastinya. Namun keindahan kenangan yang tak terlupakan. Sekejap kemudian sudut pandangku memburam. Mencemooh diriku sendiri yang mulai larut pada keadaan dan gelombang kenangan yang mungkin tak ku dapati di manapun selain tempat ini. Rumah nenekku.
Lantunan lagi lama yang terdengar semakin mengisyaratkan rangkaian kegelisahan yang tak ada tepinya. Perjalananku yang oanjang. Putri pertama dari dua manusia yang berbeda namun satu jiwa. Cucu pertama dari 2 keluarga yang besar. Hingga cicit pertama karena kedua mbak putri dan kakung anak pertama serta bapak dan ibu juga anak pertama.
Namun aku tak tumbuh dengan biasa saja. sajak sajak gelora masa lalu telah ku rasakan bahkan sebelum aku melalui hari sebagai seorang yang mengerti tentang dunia. Tumbuh dengan kakung dan mbah uti yang begitu menyayangiku. Aku benar-benar menjadi anak 2 keluarga. Namun sepi dari peristiwa yang berwibawa. Di dekap takdir yang menjadikanku penyayang sekaligus penilai kehidupan.
Lintas keadaan yang akan membuat ku bukan hanya sekedar melabuhkan gemintang. Namun begitulah aku menikam diri dengan berbagai impian. Saat ini, ketika beranjak dari masa kanak-kanak dan mimpi-mimpi masa remaja yang meninggi. Aku tetap ingin menjadi anak dan perempuan di keluarga ini. menjadikan si kucing manis yang dulu selalu di suguhi segelas susu dan duduk manis di bangku depan sementara mataku tak lepas dari mereka yang berlarian di luar rumah dengan hujan hujanan. Rantai sakitku yang membungkamku tak inginkan lebih dari sekedar bernafas dan tersenyum lagi untuk hari selanjutnya.
Tumbuh menjadi arma yang sekarang tak akan mengubah apapun. Bahkan tak mengubahku menjadi pembangkang ketika ibu memintaku pulang untuk menemaninya berbagi cerita di teras rumah di iringi lagu ebiet karena bapak kerja dan adik yang kemah. Aku masih disini. Menjadi diriku sendiri.
*magelang dan cerita..

Ibu Ibu Healingg ^_^

perjalanan pagii dari sekolah >,< ternyata sabtu pagi bisa semenyenangkan itu..  tiba di tempat tujuan pertama.... ayoo kecipak kecipu...