Thursday, April 7, 2011

seputar kegiatan..


Kegiatan yang semakin memakan waktu dan tenagaku tak berkurang, maka bertambahlah satu persatu tanggung jawab. Ku harap hambatan adalah sebuah proses pembelajaran diri yang nantinya akan lebih baik di hari depan.namun disini., tak akan aku lewatkan kajian-kajian yang mengisi ruhaniku. Kajian yang membuatku mempunyai motivasi yang selalu dan selalu di update. Hal itu yang membuatku terus bersemangat dan menjadikanku terus punya spirit.

Ukhwah yang terbangun disana. Membuatku punya sahabat dan keluarga baru dimanapun. Sampai perbincangan dengan anak” universitas lain. Tentang BEM KM UGM yang bahkan hendak di bekukan. Dan diskusi di senggang waktu perkuliahan tentang islam, permasalahan kehidupan dan sampai pada curhatan.

Mencoba menjadi pendengar yang baik. Karena memang aku tak punya cerita macam mereka. Kadang mereka tertawa geli. Saat aku tiba-tiba menangis saat menerima sms ibu atau telepon ,.ketika beliau mengutarakan ke-kangenan-nya padaku. Ketika bapak menanyakan kepulanganku. Ketika bima, si bocah kecil itu tak sabar memamerkan prestasinya dan memamerkan diri yang masuk osis dan pramuka yang dijuarainya. Aku mereindukan diskusi senja di teras rumah.

Beberapa waktu yang lalu membuatku banyak bercermin diri. Bukan untuk mematut diri. Namun lebih jauh aku ingin meluang apa langkahku kemarin. Bermanfaatkah, atau hanya kesia-siaan yang tergambar?

Seberapa jauh aku mengenal dunia. Mencoba memahami mimpiku semalampun memberiku suatu pencerahan bahwa aku belum lagi maksimal. Aku tak boleh lebih. Tak ada lelah saat belajar. Tak ada kata menyerah karena kehidupan itu sulit.

Namun bagaimana diskusi berlanjut jika...........

tiktoktitok


Begitulah manusia. perubahan menuju arah yang lebih baik adalah hal yang selalu di damba. Agar lebih baik itu berarti lebih sabar, lebih tegar menghadapi semua cobaan dan lebih mengerti maksud suatu kejadian. Begitu pula tentang bahagis. Kadang kita terlalu larut pada bahagis. Lalu melupakan Zat pemberi kebahagiaan yang sejatinya syukur itu pertama tertambat. Dimana kita bisa lebih menghargai senyuman dan mensyukuri nikmat, pastilah saat kita sedih dan merasa kehilangan. Terlampau banyak doa. Terlebih banyak cita.

Dalam sholat malam, dalam sebuah doa tergumam. Agar Allah menjaga keluarga dan senyumanku yang jauh di Magelang. Untaian doa yang terpanjat seakan memberiku basah di pipi. Terlihat siluet” masa kecil dan segala kehidupan yang membuatku bertahan dan terus berjuang hingga kini.

Aku tak memiliki hal yang lebih indah selain menjadi muslimah seutuhnya. Walau masih kerdil dan sedikit aku tau tentang apa yang ku ingini itu. Begitu aku mencoba dan terus akan berusaha. Aku ingin membahagiakan orang tuaku lewat lakuku. Aku ingin menjadi seseorang yang bermanfaat. Aku ingin membuat senyuman ibu lebih mengembang dan membuatnya bangga. Semoga masih ada banyak waktu dimana satu hari. Ibu dan bapak akan memberikan senyuman itu hanya untukku.

Sesungguhnya Allah maha Mengetahui, Ia lah sang pemberi keputusan. Maka tersampaikanlah apa yang ku ingini saat ini. Dan telepon ibu di pagi ini seakan membuatku semakin tahu arah hidupku. Kami sama” melihat awan yang sama. Gemintang dan pekatnya yang kadang mengharu birukan perasaan. Aku menimbang dan menghimbau. Rangkaian doa dan keinginan. Sesaat hanya ada nama ibu disana.

Namun,

Allah...

Apa arti mimpiku semalam. Inikah wujud hati yang kau sampaikan? Tenangkanlah diru ya Rabb..

Karena hanya dengan ketenangan yang kau berikan hamba bisa berpikir dan bertindak dengan lebih baik. Berikan pencerahan pada detiap gelap. Berikan kehidupan bermanfaat. Sampaikan cinta dan keindahan surgaMu kelak.

Amin.. J

Wednesday, April 6, 2011

Alhamdulillah. Hujan kembali mengguyur semarang kemarin. Sebari ingin menentukan jingga aku tak segera bergegas ke PKM JOGLO. Dan berhentian itu tak mewujudkan apa yang ku inginkan. Satu persatu mahasiswa nampak asik dengan kebutuhan mereka. Bahwa wajah-wajah itu mungkin nampak tak berbeda untukku. Namun kenapa hari ini aku rasanya berbeda. Aku ingin berbincang dengan hujan. Mengenai pertanyaan dan pernyataan yang hadir di Hpku. Sungguh mereka rasanya tak adilkan apa yang membuatku begini.

Dan malakah, agenda, serta proposal menungguku untuk segera mengerjakannya seakan tak lolos sensor. Mataku tak lepas dari mereka dengan pemikiran tak ada yang lain. Maka dari itu. Sms yang hadir terkadang tak ku tanggapi.

Dan melihat anak” kecil itu hujan-hujanan sebari berkejaran dengan bola membuatku tak sabar untuk segera bergegas untuk menuntaskan tugasku. Energi positif mereka seakan mengajariku untuk ‘stay have a spirit’ gitu.. hehhe..

Agenda terdekan tentang BEM atau SKB lmayan menguras tenaga. Pikiranku yang masih terpikir sana-sini juga tak memperbolehkan aku menginginkan hal yang lain, hanya selingan diskusi itu yang membuatku bersemangat untuk memikirkan masalah atau sejarah. Maka bila bertemu denganku dan anda berbicara tentang sejarah atau mengatakan hak yang menggelitik. Itu artinya anda membantu saya ‘refresh’ dari tugas.

Alhamduliiah, kesempatan untuk jadi panitia dari beberapa agenda fakultas hingga universitas juga lumayan. Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting.

‘dek, aku suka ma semangat kamu tu lho. Kayaknya nggak abis-abis. Gimana bisa ngeluangin acara segitu padet dengan alokasi waktu yang sama dengan semua orang.’ Kata mbak kosku.

Aku Cuma tersenyum. Ia tak pernah tahu. Aku punya banyak hal yang membuatku kembali tersenyum dan semangat lagi, kalian mau tahu apa?

Ada? Iya, foto ibu. Sms ibu, telp dari bapak dan ibu. Dan satu foto yang terselip di dompetku. dan hujan selalu membawa kesan tersendiri. maka tak salah ketika mas fada menanyakan mengapa di hal yang disukai 'kok hujan?' kata mas fada sambil membenarkan letak kaca matanya. hehe

dan ketika pagi ini memberiku ribuan senyuman dari banyak orang, aku berharap punya nyali untu kembali menempuh hari dan menyelesaikan amanah dan masalah yang ada adalah warna di dalamnya..

semoga ada waktu untukku kembali ke rumah, entah kapan.. ada banyak buku yang menumpuk dibelikan ibu dan bapak dari perjalanan kemarin.. ayoo arma.. you can do it.. be the best..


and reader... hidup ini memang pilihan. namun diantara pilihan ada banyak pilihan terbaik. ketika kita punya kesempatan untuk berbuat lebih mengapa kita jadi yang biasa" saja.

karena .. sesungguhnya banyak doa dan kesempatan, hanya orang yang sadar dan mau mengambil peluang yang akan menjadi pemenang..


be the best, make a great future.. :D

Cuplikan ‘dan bulan tenggelam dalam malam..’


Kalian berdua adalah cerminan hati yang tak akan terbenam oleh apapun. Senja ini mengantarkanku pada kenangan indah. Ketika si kecil beranjak balita. Kau menggendongnya dengan hati-hati, merawatnya, dan selelu mengajaknya bermain setiap saat.

Aku tahu kau sangat menyayangi si kecil. Nyamannya ia bersamamu selayaknya ia kan tentram bila tak bersamaku. Dekapan itu seakan pereda kelu di hatiku. Aku merasa teriris. Kali ini sat di ulu hatiku begitu menjadi-jadi. Ku tarik diri dan berada di dalam jendela. Mencoba menyembunyikan keluhku di balik jendela. Tak terasa genggaman di ujung jilbabku makin kuat, sekuat tawa si kecil yang berada di dekapanmu.

‘nak, maafkan bunda bila nanti harus pergi. Bunda yakin ayah bisa menjagamu dalam segalahal’ rintihku perlahan.

‘ya Allah. Jaga kedua malaikat di hidupku itu. Berikan mereka kebahagiaan dan senyuman selalu. Hadirkan barokah dan iman dalam sendi krhidupan, jadikan mereka khalifahMu di jalan kedepan’ batinku seberi tersenyum. Aku terduduk.

Senja mengalunkan suara khas dengan berbagai perumpamaan hal. Begitu saatnya aku menyapa sebuah peristirahatan keabadian.

Monday, April 4, 2011

gumam dalam sunyi..

Ibu :

Dan kemudian kau dalatang. Dalam serpihan mimpi yang menjelaga hati. Senyuman penuh kebahagiaan itu tercurah. Begitulah dunia memberikan bingkisan kecil di sisiku. Sungguh angkuh ketika aku mengharap apa yang memang mungkin bukan yang terbaik untukku. Bayi kecil ini akan menjadi bidadadi Allah kelak. Sungguh tangisnya laksana mengalunkan harapan yang membuat ku tak sabar untuk segera memeluknya dalam dekapan dan mengalunkan doa terindah untuk hidupnya kelak.

Allah memberikan aku malaikat kecil, yang langkahnya membuat memori yang berbeda di hidupku. Tak ada lagi lebih. Hingga tak berasa tetes keringat itu. Tak ada alasan yang membuatku berlinang air mata ketika masalah menimpaku. Ini semua hanya untuk anak ku, puti kecilku yang akan tumbuh dengan senyuman dan kebahagiaan. Tak akan ku rasa hutang yang membelitku. Tak akan terbatah anggapan orang tentang aku dan suamiku. Letih kami, air mata kami, tetes peluh kami, hanya untuk putri kecilku.

Dimana segalanya akan menjadi jaminan hidup kelak. Aku tak inginkan apapun. Aku hanya mengantarkannya menuju gerbang kehidupan. Kelak aku akan menua. Tanganku tak seperti biasanya. Suamiku akan segera ditelan usia. Kami hanya berharap punya sebidang tanah di masa tua. Menanti hari dengan ternak dan menyambut pagi dengan senyuman.

Aku hanya berharap putriku bahagia. Menimba ilmu dunia tanpa melupa Allah dalam hidupnya. Hingga ia terjaga, walau kami telah tiada.

Anak :

Kembali ku lihat wajah teduh itu. Seperti membingkai bahagia disana. Ada yang berbeda. Matanya yang terbenam dalam air yang hendak mengalir di sudut matanya. Ia tak terpejam rupanya. Sepanjang malam menemaniku ketika aku sakit, tetap bertahan lapar untukku tetap makan. Apa lagi yang ku inginkan. Aku punya orang tua yang sempurna.

Aku hanya membayangkan ketika terjaga dan bila tak melihat mereka. Kedua wajah teduh itu memberiku kesempatan , namun terkadang kusiakan. Bagaimana menjadikan segalanya indah. Ketika mereka tiada. Bagaimana menjadikan segalanya tercipta. Ketika mereka tlah menghadap yang Kuasa.

Dimana adanya kesadaran. Ketika waktu tlah melumpuhkan hati dan segalanya?

Ibu

Segala kau lakukan

Bila bulan itu dekat

Mungkin kan kau bingkai malam

dan kau selipkan di sampingku

Bila matahari itu dapat terjangkau.

Mungkin kan kau bawa

Menerangi langkah hingga akhirku

Entah kata apa

Entah bisik apa

Entah begitu sempurna

Kau lantunkan doa dalam malam

Terselip namaku ketika ku terjaga

Bahwa hidup kelak kan sempurna

Untukku tertawa

Untukku bahagia

Untukku merasa sempurnanya dua.

Walau kadang harus kau sembunyikan sunyi dan airmata kesedihan.

Ibu

Kemana kan ku sandingkan senyuman untukmu

Segala dunia tak akan cukup

Semoga surga Allah menantimu

Dalam rindu syahdu ini

Hanya namamu ku sebut.

semoga Allah menempatkan

ibu dan bapak di tempat terindah

hingga terbingkis kebahagiaan abadi

di akhirat nanti.

Amin

Ibu

Segala kau lakukan

Bila bulan itu dekat

Mungkin kan kau bingkai malam

dan kau selipkan di sampingku

Bila matahari itu dapat terjangkau.

Mungkin kan kau bawa

Menerangi langkah hingga akhirku

Entah kata apa

Entah bisik apa

Entah begitu sempurna

Kau lantunkan doa dalam malam

Terselip namaku ketika ku terjaga

Bahwa hidup kelak kan sempurna

Untukku tertawa

Untukku bahagia

Untukku merasa sempurnanya dua.

Walau kadang harus kau sembunyikan sunyi dan airmata kesedihan.

Ibu

Kemana kan ku sandingkan senyuman untukmu

Segala dunia tak akan cukup

Semoga surga Allah menantimu

Dalam rindu syahdu ini

Hanya namamu ku sebut.

semoga Allah menempatkan

ibu dan bapak di tempat terindah

hingga terbingkis kebahagiaan abadi

di akhirat nanti.

Amin

Ibu Ibu Healingg ^_^

perjalanan pagii dari sekolah >,< ternyata sabtu pagi bisa semenyenangkan itu..  tiba di tempat tujuan pertama.... ayoo kecipak kecipu...