Cermin Kehidupan
“Fabiayyi’aala irobbikumatukadzzibaan”, maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan kamu dustakan???”
Jumat, 25 Mei 2012
rumah dan kejutan :)
ada yang terlewat ketika pulang kerumah..
karena setiap hidup punya cerita... setiap perjalanan punya masanya sendiri bukan..
namun yang paling menyenangkan adalah..
perjalanan kerumah memang...
apalagi menemukan bingkisan tak terduga.. :)
ice cream...
and ice cream...
dan tebak apa yang ku temukan di rumah..
kadang .. ada banyak hal yang tak mampu di ungkapkan lewat kata..
namun ..
aku menghargai
dan menyanyangi...
setiap tindakan :')
loveeeeeee myy beloved family :')
segala ketentuanNya pasti punya makna ..
“adit, Cuma ingin sekolah dan mengaji”
Judul kali ini adalah real dari mulut kecil seorang anak jauh jauh lebih tabah dariku. Bbannya bahkan bisa dibilang begitu menggiurkan untuk sekedar berputus asa hingga sakit hati pada ketentuan Allah. Tapi apa dia menyerah dan pasrah? Tidak.
Namanya aditya bocah kecil yang kini tengah menyapu teras rumahnya itu belum genap 5 harun hari ini , namun tingkah dan aktivitasnya bahkan membuat siapapun akan mengangguk dan menggantikan posisinya. Bocah kecil itu merawat ibunya yang lumpuh dan melaksanakan segala aktivitas rumah tangga. Genaplah sudah ia mencuci baju, piring, memasak hingga harus mencari makan untuk ibunya yang hanya terkulai lemah diatas tempat tidur.
“ dia anak yang rajin , mbak.. baik sekali.. makanya banyak tetangga yang datang dan memberikan uang atau makanan untuk kehidupannya” begitu tutur salah seorang tetangga sebari menggendong anak perempuannya.
Aditya , sosok kecil itu bahkan kini masih saja termenung sendiri di teras rumah ketika anak-anak berangkat sekolah. Dan pertanyaanku pun terlontar tentang apa yang dia inginkan dan subhanallah.. jawabannya sungguh singkat namun menggugah hatiku.
“ adit , Cuma ingin sekolah dan ngaji” jawabnya sebari tak lepas pandang dari anak-anak berseragam putih-merah.
“ adit yakin suatu saat akan sekolah dan jadi orang sukses” ujarnya mantap.
Dasyat,~
Ditengah krisis motivasi dan syukur yang kini melanda pada pelajar dan mahasiswa ada anak yang kekurangan segalanya bahkan memiliki keinginan, harapan yang luar biasa. Dimana wajah mereka yang hanya digantungkan hawa napsu saat tawuran dan membolos sekolah ketika di hadapkan dengan realita hidup yang sesungguhnya.
Bagaimana ego mereka tak tergadai oleh renahnya akal yang mereka miliki selama bertahun-tahun sekolah sedangkan seorang aditya yang belum genap 5 tahun namun masih memiliki harapan untuk sekedar “sekolah dan mengaji” kemana perginya hati-hati manusia yang angguh di ‘atas’ sana yang dengan tega meng-korupsi dana pendidikan yang sekian milyar hanya demi kesenangan sesaat di dunia.
Kemana mereka akan bertanggung jawab. Dan moral adalah bukan sekedar bagaimana kita berperilaku , namun lebih jauh moral adalah bagaimana kita bertindak dan berkontribusi saat memiliki peran dan memiliki alasan untuk bertindak.
Kemana hati dan pikiran kalian, saat ribuan orang menginginkan dan mendambakan tempat yang kalian miliki sekarang? Dimana syukur kalian?
SEKARANG !!
Ketakutan adalah musuh terbesar saat akan melakukan sesuatu yang baru. Namun pernahkan berpikir bahwa ketakutan adalah awal dari perubahan menuju kebaikan atau bisa disebut dengan perbaikan?
Sebagian besar dari kita selalu berpikir tentang hal yang negatif. Berpikir hal yang bahkan sebenarnya adalah hal yang bahkan tidak akan terjadi. Namun segala macam alasan menjelmakan bayangan negatif yang memperngaruhi hidup kita. Dan merasa atau tidak, lengkah kita pada perubahan juga dipengaruhi dari pemikiran itu.
Saat melakukan langkah awal dalam sebuah perubahan ribuan pemikiran negatif datang pada kita. Hal itu yang biasanya menyebabkan ketakutan kita menjadi penghalang. Namun pernahkah kita berpikir bila sebagian besar dari ketakutan itu tidak akan terjadi. Dan perubahan itu akan terjadi jika kita melangkah dan memulai.
Memulai mungkin hanya tahapan awal dari sebuah peruban . memulai adalah pintu gerbang dari berbagai kejadian yang menarik di depan. Perubahan mungkin ahanya dimulai dari orang-orang yang berani berbeda dan menantang hal yang berbeda. Ornag yang berani menantang ketakutan mereka. Dan Indonesia membutuhkan orang-orang itu.
Indonesia setelah sekian tahun merdeka balum juga sesuai dengan ‘ kemerdekaan’ yang diinginkan oleh para pejuang kita. Secara fisik kita telah merdeka, namun secara akan dan intelektual jelas kita masih terjajah. Dalam hal ekonomi, aset negara kita masih dikuasai pihak asing. Dalam segi budaya kita masih mengagung-agungkan ; barat’ dengan aksen modern sebagai pembenarnya.
Indonesia belum juga merdeka saat reformasi. Reformasi yang di ibaratkan menjadi gerbang pembaharuan kini hanya meninggalkanb sisa sejarah yang melahirkan berbagai tahapan hidup yang tak jauh beda. Kemiskinan masih membahana, pemerintahan masih di dominasi KKN, masyarakat masih tak karuan dan kesehatan masyarakat yang terabaikan.
Apakah pemuda hanya bisa diam dan diam. Indonesia sudah cukup dengan perstasinya di luar negeri dalam bidnag intelektual dan teknologi namun apakah itu dimaksimalkan oleh pemerintah. Penemuan dan mahasiswa berprestasi apakah hanya sebagai aksen dan gelar yang mengkadirkan kebanggaan dan hanya sebagai tingkatan tinggi.
Kembali menghadapi bulan dimana proklamasi di proklamirkan , apakah kita tidak malu? Setidaknya merasa ‘kecewa’ karena dengan kekecewaan itu timbul rasa ingin adanya perubahan. Mahasiswa bukan hanya kaum belakang layar yang berpikir tanpa aksi, namun juga bukan kaum jalanan yang aksi tanpa berpikir. Kita adalah kaum intelaktual yang melakukan aksi dengan pemikiran dan perencanaan yang jelas.
Dan Indonesia membutuhkan perubahan kita sekarang. Tak ada kata menunggu dan menunggu, cukup sudah kita melihat derita rakyat. Adanya keseimbangan dalam berpikir dengan intektualitas sebagai sivitas akademika dengan aksi nyata dalam perubahan adalah hal yang harus dilakukan. Karena perubahan besar dimulai dari hal yang kecil. Mulailah dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulailah sekarang.
Semarang, 6 agustus 2011
23: 40 pm
Sebagian besar dari kita selalu berpikir tentang hal yang negatif. Berpikir hal yang bahkan sebenarnya adalah hal yang bahkan tidak akan terjadi. Namun segala macam alasan menjelmakan bayangan negatif yang memperngaruhi hidup kita. Dan merasa atau tidak, lengkah kita pada perubahan juga dipengaruhi dari pemikiran itu.
Saat melakukan langkah awal dalam sebuah perubahan ribuan pemikiran negatif datang pada kita. Hal itu yang biasanya menyebabkan ketakutan kita menjadi penghalang. Namun pernahkah kita berpikir bila sebagian besar dari ketakutan itu tidak akan terjadi. Dan perubahan itu akan terjadi jika kita melangkah dan memulai.
Memulai mungkin hanya tahapan awal dari sebuah peruban . memulai adalah pintu gerbang dari berbagai kejadian yang menarik di depan. Perubahan mungkin ahanya dimulai dari orang-orang yang berani berbeda dan menantang hal yang berbeda. Ornag yang berani menantang ketakutan mereka. Dan Indonesia membutuhkan orang-orang itu.
Indonesia setelah sekian tahun merdeka balum juga sesuai dengan ‘ kemerdekaan’ yang diinginkan oleh para pejuang kita. Secara fisik kita telah merdeka, namun secara akan dan intelektual jelas kita masih terjajah. Dalam hal ekonomi, aset negara kita masih dikuasai pihak asing. Dalam segi budaya kita masih mengagung-agungkan ; barat’ dengan aksen modern sebagai pembenarnya.
Indonesia belum juga merdeka saat reformasi. Reformasi yang di ibaratkan menjadi gerbang pembaharuan kini hanya meninggalkanb sisa sejarah yang melahirkan berbagai tahapan hidup yang tak jauh beda. Kemiskinan masih membahana, pemerintahan masih di dominasi KKN, masyarakat masih tak karuan dan kesehatan masyarakat yang terabaikan.
Apakah pemuda hanya bisa diam dan diam. Indonesia sudah cukup dengan perstasinya di luar negeri dalam bidnag intelektual dan teknologi namun apakah itu dimaksimalkan oleh pemerintah. Penemuan dan mahasiswa berprestasi apakah hanya sebagai aksen dan gelar yang mengkadirkan kebanggaan dan hanya sebagai tingkatan tinggi.
Kembali menghadapi bulan dimana proklamasi di proklamirkan , apakah kita tidak malu? Setidaknya merasa ‘kecewa’ karena dengan kekecewaan itu timbul rasa ingin adanya perubahan. Mahasiswa bukan hanya kaum belakang layar yang berpikir tanpa aksi, namun juga bukan kaum jalanan yang aksi tanpa berpikir. Kita adalah kaum intelaktual yang melakukan aksi dengan pemikiran dan perencanaan yang jelas.
Dan Indonesia membutuhkan perubahan kita sekarang. Tak ada kata menunggu dan menunggu, cukup sudah kita melihat derita rakyat. Adanya keseimbangan dalam berpikir dengan intektualitas sebagai sivitas akademika dengan aksi nyata dalam perubahan adalah hal yang harus dilakukan. Karena perubahan besar dimulai dari hal yang kecil. Mulailah dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulailah sekarang.
Semarang, 6 agustus 2011
23: 40 pm
sepanjang jalan itu,,,
berbicara tentang perjalanan..
jalan dimana kita melangkah..
memberikan waktu..
untuk keluguan dan sikap..
namun tak menjadikan kita berbeda..
walau terkadang harus meminta..
andai ada remote dalam hidup..
akan ku hentikan hidup saat itu..
karena kalian..
masih jadi milikku dulu..
namun..
apa yang ku ingkan..
bukan jadi masa ku..
kalian berlari..
jauh meninggalkanku..
membiarkanku memilih dan dipilih..
namun..
adalah kalian tahu..
dimanapun kalian..
sekalipun aku tak tahu..
sekalipun aku tak lagi bisa melihat..
sekalipun pintaku tak terdengar..
aku hanya ingin kalian tahu..
kali begitu mengesanka..
dalam 'hidupku..
sampai kapanpun itu.. :)
inspiring you ~
#celah hidup..
jalan dimana kita melangkah..
memberikan waktu..
untuk keluguan dan sikap..
namun tak menjadikan kita berbeda..
walau terkadang harus meminta..
andai ada remote dalam hidup..
akan ku hentikan hidup saat itu..
karena kalian..
masih jadi milikku dulu..
namun..
apa yang ku ingkan..
bukan jadi masa ku..
kalian berlari..
jauh meninggalkanku..
membiarkanku memilih dan dipilih..
namun..
adalah kalian tahu..
dimanapun kalian..
sekalipun aku tak tahu..
sekalipun aku tak lagi bisa melihat..
sekalipun pintaku tak terdengar..
aku hanya ingin kalian tahu..
kali begitu mengesanka..
dalam 'hidupku..
sampai kapanpun itu.. :)
inspiring you ~
#celah hidup..
belajar mencintai lagi :")

semilir angin sore mangiringi kehadiranku di sudut intelektual ini. pelukan dan sapa hangat itu yang selalu membuat aku betah . kemudian berlama-lama bercanda dengan mereka sambil menerka apa maksud bumi mempertemukan kami di jalan yang tengah kami jalani ini.
seuntai pertemuan selalu punya arti apalagi pertemuan yang di dasari dengan kecintaan dan pengorbanan atas waktu oleh kami yang senantiasa ingin mendapatkan ke ridhoan Nya. hingga akhirnya berada di majelis kecil namun menenangkan ini merupakan akhir hari yang ku pilih diantara pilihan yang lain yang memungkinkanku mendapatkan cerita lain dari dunia.
berbincang mengenai sebuah kasus yang tak pernah ada habisnya tentang LDK lembaga dakwah kampus. bagaimana diantara kita memang merupakan salah satu darinya. apa yang mereka pikir tentang kader atau pengurus. menjadikanku sedikit terusik? dimana aku di letakkan. hanya beberapa senyuman ku dapattkan ketika aku tanyakan dimana aku ini? senyuman berbias tak menentu yang mereka berikan selagi dapat bertemu.
hanya saja aku sepakat dengan ungkapan pembicara kali ini.
http://www.facebook.com/profile.php?id=1100544541
beliau berbincang tentang banyak hal termasuk bagaimana sistem pengkaderan. mereka yang melegalkan diri untuk berdakwah dengan jalan ini rasanya pentas sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. tidak menunggu dan ditunggu oleh pujian atau langkah mereka yang tegak dan menderu oleh kesemangatan. sesungguhnya merekalah penghuni syurga dan dakwah sebagai maharnya.
kini menyelidik mereka dan pemikiran yang luar biasa. hanya saja tak ingin jadi seornag pengekor. aku ingin punya jalan sendiri. dengan jalan yag membuatku tetap jadi arma di dalam jalan ini dan menjadi arma juga di sisi jalan yang lain.
aku hanya tak ingin jadi exclusif. aku sedang belajar.. sedang ingin mencari banyak pengalaman hidup.. sedang mencoba mencari serpihan serpihan cerita tentang banyak hal.
tepat sebelum mahrib acara ini selesai. seperti biasa. ku akhiri pertemuan itu dengan kata yang selalu ku ucapkan..
'arma pulang dulu ya mbak, semoga Allah selalu memberikan yang terbaik.. walaupun itu selalu tanpa kita minta.. semoga kita di perkenankan kembali bertemu. di waktu dan hari yan lain.. serta umur yang masih di kandung badan'..
perjalananku pulang masih punya cerita.. dari bisikan gedung di mipa sampai madingnya yang dulu mempertemukanku dengan salah seorang bidadari yang terjerembab ke bumi.. suatu saat aku kan bertemu dia lagi.. semoga...
cerita kita mungkin akan dilanjutkan di akhirat kelak..
semoga..
usia masih mengijinkanku untuk memperbaiki diri hingga dapat bertemu denganmu..
temanku..sahabatku..
#inspiring time ~
~
Langganan:
Entri (Atom)




